
Sesampainya di depan gerbang, Duke Luke memisahkan dirinya. Ia tahu, setelah sampai. Permaisuri Shopia akan butuh waktu bersama kedua orang tuanya. Jadi ia memilih membiarkan anak dan kedua orang tuanya melepaskan rindu.
"Permaisuri berhenti !"
Kereta istana itu berhenti mendadak. Kesatria Luis turun dari kudanya. Lalu menghampiri kereta yang di tumpangi oleh Permaisuri Shopia.
"Permaisuri."
Permaisuri Shopia menghembuskan nafas beratnya. Dia turun, ia harus menyelesaikan masalahnya lebih dulu. "Ada apa? jangan memanggilku Permaisuri. Aku bukan lagi seorang Permaisuri." Tukasnya ketus.
"Maaf, Permaisuri harus kembali ke istana."
Permaisuri Shopia menaikkan sebelah alisnya. "Ngapain aku harus kesana?" tanya Permaisuri Shopia. Dia tidak perlu lagi berpura-pura elegan bak bangsawan. Dia memang bangsawan, tapi dia ingin hidup bebas bukan di kekang lalu harus tampil anggun dan segala macam caranya, membuatnya bosan. "Dengar ya, aku tidak akan kesana. Urusan ku di sana sudah selesai." Ucapnya seraya menunjuk. Dia melangkah hendak menaiki kereta kuda. Namun Kesatria Luisa lagi-lagi menghentikannya.
"Tunggu Permaisuri."
"Apa lagi sih?" Sentaknya seraya berdecak pinggang. "Aku tidak memiliki urusan lagi, sudah cukup aku di sana dan di perlakukan tidak adil."
"Maaf, saya harus memaksa Permaisuri." Kesatria Luis tidak meladeni penolakan Permaisuri Shopia. Baginya, lebih cepat lebih baik. Kaisar Raymond sudah pasti menunggunya di istana.
"Dia menyebalkan." Permaisuri Shopia menarik pedang di samping kiri pinggang Kesatria Luis. Kemudian mundur lima langkah ke belakang. Siap menyerang.
"Permaisuri."
__ADS_1
Kesatria Luis tercengang, Permaisuri Shopia memasang kuda-kuda siap menyerangnya. "Permaisuri jangan macam-macam, letakkan pedang itu Permaisuri." Ucap Kesatria Luis. Jika terjadi sesuatu, Kaisar Raymond pasti akan memenggal kepalanya.
Permaisuri Shopia menyeringai, dia siap menyerang Kesatria Luis. Mengayunkan pedang di tangannya dengan lihai. Sedangkan Kesatria Luis menghindar. Namun naas tangan kanannya tergores. "Permaisuri." Kesatria Luis melihat darah segar itu mengalir.
"Jangan menghalangi ku." Ucapnya.
"Hentikan!" Teriak seseorang dengan lantang. Laki-laki itu menghampiri Permaisuri Shopia.
"Xavie," ujar Permaisuri Shopia tersenyum senang melihat laki-laki yang turun dari kuda hitamnya.
"Baginda, pergilah. Biar saya yang mengurusnya." Ucap sang Kesatria membuat Kaisar Xavier mengangguk.
"Shopia, ikut aku. Biarkan bawahan ku yang menyelesaikannya."
"Baik, Baginda."
"Siapa kalian? Lepaskan Permaisuri." Teriak Kesatria Luis. Dengan cepat, kesatria bayangan itu menghadang Kesatria Luisa mencegah Kaisar Xavier dan calon istrinya.
Kuda hitam itu pun melaju dengan sangat kencang. Membelah jalan yang terlihat sepi. Hanya ada pepohonan yang berjejer.
Permaisuri Shopia melirik laki-laki di belakangnya. Setiap ada kesulitan, laki-laki yang ia kenal dengan nama Xavie selalu ada membantunya.
"Kenapa? Aku tampan," ujar Kaisar Xavier tersenyum.
__ADS_1
Permaisuri Shopia merasa merinding. Ingin sekali dia menjitak kepala laki-laki di belakangnya. Tapi ia akui, dia memang tampan. Bibirnya terbelah dua, ada garis samar di tengahnya. Hidungnya yang mancung, jangan lupakan bulu hitam kelopak matanya. Berkilau dan alisnya yang lebat.
"Kamu memang tampan, tapi masih tampanan Kaisar Raymond."
skit
Kuda itu berhenti mendadak. "Apa kata mu? Aku tidak tampan. Kamu akan tergila-gila pada ku dan akan mengakui ku. Jika aku lebih baik darinya."
Permaisuri Shopia tersenyum, ia menahan tawa. "Kamu cemburu, Kaisar Raymond tampan, tapi kamu lebih baik dari pada dia. Ya sudahlah, cepatlah antarkan aku ke rumah. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan ayah." Ucapnya.
Disisi lain.
Perdebatan terus terjadi antara Kaisar Raymond dan Selir Lusia. Kaisar Raymond kekeuh akan membawa kembali Permaisuri Shopia. Sedangkan Selir Lusia ia berusaha menasehati atau mencegah Kaisar Raymond.
"Aku akan membawanya ke istana."
"Baginda, aku tidak setuju." Ucap Selir Lusia menangis. "Baik, Baginda boleh memilih aku atau Permaisuri Shopia."
Kaisar Raymond menggertakkan giginya. Ia tidak bisa memilih, hatinya mencintai Permaisuri Shopia tapi ia juga mencintai Selir Lusia. "Kamu dan Permaisuri Shopia berarti bagi ku. Jadi jangan membuat ku memilih."
"Kalau begitu, biar aku saja yang pergi."
"Sekali kamu melangkah, akan aku pastikan kaki mu terlepas Selir Lusia. Jangan menguji ku kesabaran ku. Kamu mencintai ku, jadi berkorbanlah untuk ku. Aku akan tetap membawa Permaisuri Shopia ke istana. Aku akan menyayanginya seperti aku menyayangi mu. Tidak ada perceraian di antara kita. Aku hanya memberikannya hukuman agar dia jujur pada ku." Tegas Kaisar Raymond.
__ADS_1
"Jika kamu ingin tinggal di istana dan tetap bersama ku. Hormati keputusan ku." Sambungnya kembali dengan nada menyentak.