Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 36 : Obsesi


__ADS_3

Permaisuri Shopia menemui Duke Luke untuk menghindari pemilihan gaun acara pesta ulang tahun Selir Lusia. Lebih baik ia menghabiskan waktunya dengan ayahnya daripada harus merasakan sakit hati. "Ayah."


Duke Luke menyambut putrinya yang menunggunya di taman rumahnya. Ia tidak tahu, ada kepentingan apa putrinya itu menemuinya. "Ada apa Putri ku?"


"Besok malam acara pesta ulang tahun Selir Lusia." Ucapnya berkata dengan nada sedih.


"Lalu,"


Duke Luke menatap lekat mata yang menahan air bening itu. "Aku datang kesini untuk menghindari keduanya. Aku tidak mau melihat mereka, Ayah."


Duke Luke mengangkat tangannya, mengelus kepalanya. "Bersabarlah, Putri ku."


Tiba-tiba perkataan Kaisar Xavier melintas di otaknya. Ia hampir lupa untuk menanyakannya. "Ayah, apa ada sesuatu yang ayah rahasiakan pada Shopia?"


"Maksud mu,"


"Ada seseorang yang mengatakan jika Ayah memiliki sebuah rahasia tentang diri ku."


"Tidak ada, memang apa yang harus Ayah rahasiakan pada Putri kecil ku ini."

__ADS_1


Permaisuri Shopia menyerah, ia pikir Xavie hanya bergurau saja dengannya dan ia menanggapinya dengan serius.


Ditempat lain, seorang laki-laki tengah melihat hamparan bunga istana. Raganya berada di istananya, tapi jiwanya berada di tempat lain.


"Baginda." Seru laki-laki setengah paruh baya. Wajahnya sangat tegas, ia adalah kaki kanan Kaisar Xavier dari menara sihir.


"Ada apa?" tanya Kaisar Xavier dengan wajah datarnya dan dingin.


Laki-laki itu pun tersenyum. Baru tadi Kaisar Xavier tersenyum sendiri. Dan sekarang, wajahnya langsung berubah drastis. "Apa ada sesuatu yang Baginda pikirkan? Apa Baginda sudah siap menentukan pendamping Baginda?"


"Ada, tapi dia masih di jaga orang lain." Ucap Kaisar Xavier, ia hanya menganggap Kaisar Raymond penjaga calon Permaisurinya itu.


"Maksud Baginda."


Hah


Mata dan mulutnya langsung melongo, istri orang lain. Yang artinya junjungannya itu mencintai wanita lain atau istri orang lain. "Baginda itu tidak ba ...."


"Cukup, aku akan membawanya kesini. Aku akan menjadikannya sebagai istri ku satu-satunya. Dan aku akan membuatnya bahagia."

__ADS_1


Laki-laki setengah paruh baya itu khawatir. Jadi junjungannya selama ini diam-diam mencintai istri laki-laki lain. Jikapun berhasil merebutnya, apakah wanita itu akan mencintai Kaisar Xavier? Ia takut, Kaisar Xavier semakin tenggelam dalam jiwa iblisnya.


Sejak kecil kaisar Xavier telah menelan pahitnya kehidupan. Dimana kedua orang tuanya di bunuh di depan matanya sendiri. Semenjak itulah perubahan yang awalanya anak itu ceria menjadi dingin.


"Baginda."


"Aku percayakan istana pada mu, jika aku tidak ada. Hanya kamu yang mengetahuinya. Nanti malam aku akan kembali menemuinya." Ucap Kaisar Xavier yang tak ingin di bantah. Sekalipun dia tertarik, ia tidak akan pernah melepaskannya.


"Dan satu lagi, buatkan sebuah kediaman yang mewah untuk Permaisuri ku bersantai. Karena dia sangat suka bunga mawar. Aku ingin di buatkan khusus sebuah rumah kaca di kelilingi bunga mawar." Perintahnya tegas seraya melangkah keluar dari kamarnya.


"Aku hampir lupa, kirimkan dua kotak batu Zafir berwarna biru, putih dan batu Zamrud serta mutiara Kekaaisaran Metteo, sebagai bentuk peduli ku menjadi calon menantunya." Ucapnya dengan gamblang.


Laki-laki itu mengerutkan dahinya, Kaisar Metteo tidak memiliki keturunan. Lalu junjungannya harus menikah dengan siapa. Mendengarkan perintah Kaisar Xavier membuatnya pusing tujuh keliling. Ia hanya berharap, kelak wanita itu akan mencintai Kaisar Xavier dengan tulus.


Tak terasa waktu telah menunjukkan waktu malam. Kaisar Xavier sibuk memikirkan Permaisuri Shopia. Membayangkan wanita itu ada dalam pelukannya, menjalani pernikahan dan memiliki seorang anak. Bahkan ia sudah berencana memiliki banyak anak agar istananya yang megah itu ramai dengan candaan mereka.


Sedangkan wanita yang ada dalam pikiran Kaisar Xavier tengah menaiki ranjangnya, merasa sangat lelah dan ingin secepatnya menutup matanya. Tanpa ia sadari sepasang kaki mendekat dengan dua pelayan yang membawa sebuah gaun berwarna merah dan perhiasan.


"Kalian letakkan dengan hati-hati," ujarnya seraya menatap wajah Permaisuri Shopia tampa polesan make up.

__ADS_1


Bibirnya terangkat ke atas, dia mengelus pipinya. "Aku sudah menyiapkan semuanya, semoga Permaisuri ku menyukainya."


#maaf ya, jika alurnya kurang menyenangkan atau bagaimana. Author sudah berusaha membuat cerita ini agak beda dari cerita author yang lainnya. Mungkin akan sedikit lambat ya buat Permaisuri pergi dari istana. Karena di sini masih menceritakan sosok kekuatan hati Permaisuri Shopia. Jika ada saran tentang budaya bangsa eropa silahkan komen yaa, misalkan makanan, tradisi atau yang lainnya. Soalnya pemahaman authornya juga masih sedikit.


__ADS_2