
Kaisar Xavier menghentikan kudanya tepat di halaman kediaman Duke. Dari arah pintu, terdengar langkah kaki yang berlari dan menyebut nama Permaisuri Shopia.
"Sayang, putri ku." Permaisuri Violeta memeluk putri semata wayangnya. Mencium pipi kanan, pipi kirinya dan dahinya. Kemudian memeluknya lagi. Hal yang paling membahagiakan bagi seorang ibu. Bertemu dengan anaknya yang sudah lama terpisah. "Ibu sangat menyayangi mu, Nak."
Permaisuri Shopia semakin mengeratkan pelukannya. Air matanya sampai membasahi bahu Permaisuri Violeta. Ia mengeluarkan semua kesedihan di hatinya.
"Jangan menangis, Nak. Ikut Ibu pulang. Kita akan memulai hidup baru."
"Aku tidak ingin meninggalkan ayah, Bu."
Permaisuri Violeta menoleh pada suaminya, Kaisar Metteo. Yang di balas gelengan pelan kepalanya.
sret
Tiba-tiba bayangan hitam itu memberikan hormat dengan berjongkok di samping Kaisar Xavier. "Gawat Baginda, Kaisar Raymond ingin membawa kembali Permaisuri Shopia ke istana. Sepertinya, Kaisar Raymond berniat menjadikan Permaisuri Shopia istrinya kembali."
"Tidak sayang, kamu tidak boleh pergi. Cukup sudah penderitaan mu. Hingga kamu kehilangan anak mu," ujar Permaisuri Violeta. Ia tidak akan membiarkan putrinya kembali ke istana yang penuh kesakitan itu.
"Benar, aku tidak akan membiarkannya." Sanggah
__ADS_1
Kaisar Xavier terdiam, matanya tajam dan memerah. Tangannya mengepal kuat.
"Saya akan menyelesaikannya Baginda."
"Tidak!" Teriak Permaisuri Shopia tegas. Sudah cukup ada keributan. Dan ia tidak ingin ada keributan lagi. Apalagi menyangkut namanya.
Kaisar Xavier semakin menahan amarahnya. Permaisuri Shopia tidak mau bawahannya menyakiti Kaisar Raymond. Berarti masih ada cinta di hatinya. Apa hati Permaisuri Shopia tidak bisa terbuka? Ia ragu, sampai saat ini ia gagal membuat Permaisuri Shopia jatuh cinta padanya. "Jadi kamu masih membelanya, aku tidak akan membiarkannya hidup." Dengan tangannya sendiri, ia akan membuat Kaisar Raymond mati.
Permaisuri Shopia menahan lengan Kaisar Xavier. "Aku tidak membelanya, aku ingin pergi dengan tenang. Sepertinya aku memang harus pergi dari Kekaisaran ini." Ucap Permaisuri Shopia dengan mantap. Tinggal di kediaman Duke, masalah dirinya dan Kaisar Raymond tidak akan pernah selesai.
"Baiklah, kita tinggal ijin dulu pada Duke Luke." Ucap Kaisar Metteo.
Bibir Kaisar Xavier mengembang. Degupan jantungnya semakin melunjak tak menentu. "Sudah kewajiban ku menjaga calon istri ku. Aku akan berjaga di sini."
Permaisuri Shopia mengangguk tersenyum. Dia pun melangkahkan kakinya bersamaan dengan Permaisuri Violeta.
"Shopia." Permaisuri Violeta mengelus surai hitam milik Permaisuri Shopia. "Kamu memiliki hubungan apa dengan orang itu."
"Orang itu, maksudnya Xavie. Aku tidak memiliki hubungan apa-apa. Dia sering membantu ku, Ibu." Permaisuri Shopia mengingat kembali putaran saat pertemuannya dan Kaisar Xavier yang selalu membantunya. "Dia orang baik Ibu."
__ADS_1
Permaisuri Violeta meneguk ludahnya susah payah. "Putri ku, kamu tahu siapa dia?"
"Dia Xavie." Jawab Permaisuri Shopia mantap. Karena memang kenyataannya dia adalah Xavie.
Permaisuri Violeta ingin sekali berteriak. Jadi selama ini putrinya tidak tahu identitas Kaisar iblis itu.
"Dia menjengkelkan sih, Bu. Aku sering sekali memarahinya."
Kaisar Metteo menjatuhkan rahangnya. Bahkan Permaisuri Violeta semakin menatap tak percaya.
"Ka-kamu me-merahinya. Kamu tidak tahu, dia tidak marah."
Permaisuri Shopia semakin tak mengerti dengan keterkejutan kedua orang tuanya. Setelah Duke Luke menceritakan semuanya. Dia juga menahan rindu mendalam pada sang ibu dan ayahnya.
"Xavie yang kamu kenal, dia adalah Kaisar Xavier dari Kekaisaran Matahari yang di kenal dengan sebutan Kaisar Iblis."
Mata Permaisuri Shopia membulat. Jadi selama ini dia telah di bohongi. Jadi selama ini, semua orang yang di dekatnya membohonginya, mengkhianatinya. Hidupnya di permainan kan.
"Shopia." Panggil seseorang dengan lembut.
__ADS_1