
Seharian ini Permaisuri Shopia dan Selir Lusia menghabiskan banyak waktu. Keduanya pun keluar istana tanpa ijin dari Kaisar Raymond. Bahkan Selir Lusia sangat menikmati kebersamaannya bersama Permaisuri Shopia. Dia juga banyak meminta gaun dan perhiasan. Dan itu pun, Permaisuri Shopia langsung menurutinya.
"Kakak, aku masih ingin makan di restaurant." Manja Selir Lusia bergelanyut di lengan Permaisuri Shopia.
"Baiklah, tapi setelah ini kita kembali. Aku takut, Baginda khawatir pada mu."
Dengan patuhnya Selir Lusia mengangguk. Sebetulnya, ia masih menginginkan kebersamaannya bersama Permaisuri Shopia di luar. Sementara dirinya meminta pada Kaisar Raymond di kekang, tidak boleh sedikit pun keluar.
Setelah menghabiskan kue strowbery dan juga teh hitamnya. Kedua wanita itu langsung bergegas pulang ke istana. Sesampainya di sana, Permaisuri Shopia melihat Kaisar Raymond berdiri di depan pintu kamar Selir Lusia dengan wajah gusar.
"Baginda." Selir Lusia berlari kecil dan langsung memeluknya. Kaisar Raymond pun tersenyum, dia memeluknya dengan erat. Lalu mencium keningnya.
"Kamu kemana saja? Membuat ku khawatir saja."
__ADS_1
"Maaf, aku keluar bersama Permaisuri. Tau tidak Baginda, Permaisuri membelikan ku banyak barang. Aku sangat menyukainya," ujar Selir Lusia. Sedangkan Kaisar Raymond sudah memasangkan wajah yang tidak bersahabat.
"Masuk dulu, aku ingin berbicara dengan mu." Kaisar Raymond merangkul pinggang Selir Lusia, sedangkan matanya menatap tajam Permaisuri Shopia yang mematung tak jauh dari arahnya.
Sejujurnya memang sakit melihat Kaisar Raymond yang begitu mesra dan mengkhawatirkan Selir Lusia. Sedangkan dirinya tak pernah di perlakukan seperti itu. Takdir yang ia jalani berliku, tapi ia yakin. Dia akan bahagia dengan caranya sendiri.
Ia harus menutup rapat telinga dan matanya. Agar semuanya berjalan lurus sesuai keinginan hatinya.
Sedangkan di dalam kamar Selir Lusia. Kaisar Raymond melihatnya banyaknya belanjaan Selir Lusia yang di belikan oleh Permaisuri Shopia. Ia takut, Permaisuri Shopia memanfaatkan kepolosan Selir Lusia. Karena ini sudah pernah kejadian. Ada salah satu bangsawan yang memiliki dua istri, seperti dirinya. Namun apa, istri pertama dari bangsawan itu mencelakai istri yang di cintai oleh bangsawan itu. Sampai meninggal, hal itu lah yang ia takutkan.
"Jauhi Permaisuri Shopia, aku takut dia mencelakai mu."
Selir Lusia tak bisa mengerti jalan pikiran Kaisar Raymond. Wanita yang begitu baik saja dia pikir seburuk itu. "Permaisuri Shopia sangat baik. Lihatlah, aku pulang tanpa kekurangan apapun Baginda."
__ADS_1
Kaisar Raymond berusaha menjelaskan selembut mungkin. Dia tidak ingin membuat Selir Lusia marah padanya. Wanita di depannya sangatlah polos dan lugu, dia tidak akan mengerti jika ada bahaya yang mengintainya. "Dengarkan aku Selir Lusia. Suatu saat dia bisa saja berubah. Sifat dan watak itu tidak ada yang tahu. Permaisuri Shopia bisa saja diam-diam memperlakukan mu dengan buruk."
"Cukup, Baginda. Aku tahu mana yang baik dan buruk. Jangan sampai Baginda menyesali perkataan Baginda. Aku tidak ingin bertengkar dengan Baginda. Maka dari itu, aku mohon jangan menjelekkan nama Permaisuri. Apa kesalahannya sampai Baginda mengatakan seperti itu? Lihatlah pengorbanannya Baginda. Tidak ada seorang istri yang ingin berbagi dengan orang lain."
"Karena aku memperlakukan mu begitu baik. Bisa saja dia cemburu dan mencelakai mu."
Selir Lusia terdiam, ingin sekali dia mengeluarkan pikiran buruk Kaisar Raymond.
"Maka dari itu, Baginda juga harus memperlakukan Permaisuri dengan baik. Sama seperti diriku. Baginda juga harus berlaku adil."
"Adil, apa maksud mu?" Bentak Kaisar Raymond. Dari dulu dia memperlakukan Permaisuri Shopia begitu baik. Dan sekarang harus adil. Wanita di depannya tidak pernah memikirkan perasaannya. Ia berusaha hidup bersama Permaisuri Shopia tanpa adanya cinta. Jika orang lain, dia tidak akan mau.
"Pikirkan perasan ku selama ini Selir Lusia. Aku memperlakukannya dengan baik. Selama ini aku menunggu mu, menunggu cinta mu dan sekarang kamu mendorong ku untuk mencintai orang lain. Dimana hati mu, Selir Lusia?" Teriak Kaisar Raymond. Ia tidak bisa menahan emosinya saat perkataan wanita yang ia cintai bertentangan dengan hatinya.
__ADS_1
"Baginda," lirih Selir Lusia. Akhirnya ia sadar, Kaisar Raymond hanya mengkhawatirkannya. Tangannya bergerak memegangi lengan Kaisar Raymond. Namun Kaisar Raymond malah pergi meninggalkannya.
Ini salah mu, Permaisuri. Aku akan membuat perhitungan dengan mu.