Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 26 : Pertemuan Dengan Tuan Metteo


__ADS_3

Kereta yang di tumpangi Permaisuri Shopia berhenti di kediaman Duke Luke bersamaan dengan Pangeran Hilton yang menghentikan langkah kudanya.


Pangeran Hilton turun lebih dulu, kemudian menyambut Permaisuri Shopia keluar dari keretanya, tangannya terulur menyambut hangat tangan Pangeran Hilton.


"Ayo."


Permaisuri Shopia melangkah riang memasuki kediaman sang ayah. Dia melangkah menuju lantai atas ruang kerja sang ayah. "Ayah." Permaisuri Shopia membuka pintu itu, matanya melihat kedua orang yang menampakkan wajah serius.


"Ayah."


Duke Luke menarik paksa kedua sudut bibirnya dengan mata yang mengembang. Sedangkan pria yang seumuran dengan Duke Luke masih tercengang. Bertahun-tahun dia memendam rasa rindu dengan putrinya. Kini putrinya tumbuh cantik dan persis dengan wajah Permaisurinya. Ia ingin sekali memeluk putrinya.


"Ayah."


"Putri ku, perkenalkan, dia teman ayah. Tuan Metteo,"


Sayang, ini ayach Nak. Maaf belum bisa menjemput mu. Ayah mohon bersabarlah batinnya.


Tanpa ia sadari air matanya terjatuh.


"Tuan kenapa?" tanya Permaisuri Shopia. Ada rasa aneh di hatinya, seolah ia sangat akrap dengannya.


"Ah, aku hanya merindukan putri ku. Seandainya dia masih hidup pasti sudah sebesar kamu."


Permaisuri Shopia langsung memeluk laki-laki di depannya. Entah apa yang terjadi, ia menginginkannya, memeluknya. "Tuan, bisa menganggap ku sebagai putri tuan."


Kamu memang putri ayach, shopia. Sabar sayang, ayah akan menjemput mu, tapi tidak untuk sekarang.


Permaisuri Shopia melepaskan pelukannya. Ia merasa tidak suka melihat wajah bersedih dari Tuan asing yang baru ia kenal.


"Sayang, ada apa? Apa ada masalah dengan Baginda?" Tanya Duke Luke khawatir. Ia beranjak menghampiri Permaisuri Shopia. Sejak saat itu, hati dan pikirannya kacau mengingat putrinya masih ada di istana.

__ADS_1


"Tidak Ayah, aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin," ujarnya seraya menyandarkan kepalanya di dada Duke Luke.


"Bersabarlah sayang. Suatu saat nanti kamu akan bahagia."


"Duke,"


Pangeran Hilton menerobos masuk dengan memperlihatkan deretan giginya. "Bagaimana kabar paman?"


Permaisuri Shopia melepaskan pelukannya. "Seperti ini lah, aku baik. Bagaimana kabar mu?"


"Aku baik Paman?"


"Sebenarnya Pangeran pergi kemana? Perubahan Pangeran sangat pesat." Ucap Duke Luke yang melihat aura seperti tak biasa.


"Bagaimana kalau kita bicara di taman saja ayah, sambil kita bercerita." Usul Permaisuri Shopia membayangkan kejadian masa lalu. Dimana dirinya sering menghabiskan waktu di taman bersama Duke Luke dan Pangeran Hilton.


"Apa aku juga boleh bergabung?" Sanggah Tuan Metteo, yang tak lain Kaisar Metteo.


"Baiklah, ayo."


Ke empat orang itu keluar menuju taman Duke Luke, dimana rumah kaca dengan di kelilingi mawar merah. Cocok bersantai di pagi hari sambil menghirup udara segar.


Sedangkan di luar kediaman Duke Luke. Terlihat tiga laki-laki memakai jubah hitam di tempat yang berbeda. Dua laki-laki memandang penuh tatapan benci. Sedangkan yang satunya menjadi pengawal rahasia Permaisuri Shopia, mengawasinya dan menjaganya dari jarak jauh sesuai perintah sang Kaisar.


"Siapa dua laki-laki itu? Kenapa mereka mengawasi Duke Luke dan yang lainnya." Gumamnya.


Sedangkan dua laki-laki itu langsung pergi meninggalkan kediaman Duke Luke. Menuju sebuah tempat rahasia melaporkan pada junjungannya.


"Aneh, aku merasakan bawahan aura Baginda Kaisar Xavier." Gumam Pangeran Hilton. Dia menoleh sekelilingnya dan matanya langsung menangkap Kesatria Kaisar Xavier. "Astagah, dia, untuk apa dia datang kesini?"


"Ada apa Pangeran?" tanya Duke Luke yang mendengarkan gumaman dari Pangeran Hilton.

__ADS_1


"Ah, tidak ada." Ucapnya bersikap biasa saja.


Sedangkan Permaisuri Shopia dan ketiga laki-laki itu tengah merasa hawa dingin yang tiba-tiba menyerang permukaan kulitnya.


"Aneh, kenapa dingin sekali? Padahal masih belum musim dingin." Ucap Permaisuri Shopia.


"Pelayan, ambilkan pakaian hangat untuk Permaisuri." Ucap Kaisar Metteo atau Tuan Metteo.


"Tidak perlu, Elma akan membawakannya." Ucap Permaisuri Shopia yang merasa sungkan. Ia tidak enak hati merepotkan orang asing yang baru ia kenal.


"Tidak apa-apa Permaisuri, kehormatan bagi ku melayani Permaisuri." Ucap Kaisar Metteo. Ia merasa bahagia bisa menatap langsung dan bahkan sudah memeluknya. Seandainya Permaisurinya tahu. Sudah pasti istrinya akan kegirangan. Lain kali dia akan mengajaknya.


"Baginda ada yang aneh, tadi saya melihat dua orang asing yang mengawasi kediaman Duke Luke. Sepertinya musuh Duke Luke." Ucap sang bawahan pada laki-laki di sampingnya yang masih setia menatap Permaisuri Shopia.


"Kamu harus melindungi Permaisuri ku. Jangan lengah sedikit pun,"


"Baginda, laki-laki di samping Permaisuri Shopia wajahnya tidak biasa."


Kaisar Xavier menatap tajam ke arah Kaisar Metteo. Ia juga merasa tidak asing. "Tunggu, bukankah dia Kaisar Metteo, ada urusan apa dia di kediaman Duke Luke? Setahu ku, Kaisar Metteo tidak memiliki urusan dengan Kaisar Raymond atau Duke Luke. Sepertinya hubungan mereka tidak biasa." Ucap Kaisar Xavier. Keduanya pun sudah mengenal karena ada kerja sama dalam masalah bisnis yang semakin berkembang. Salah satunya pertambangan batu safir.


"Apa saya perlu menyelidikinya Baginda?"


"Aku akan menanyakan langsung pada Kaisar Metteo." Ucap Kaisar Xavier.


Tidak akan ada orang yang berbohong padanya. Sekalipun Kaisar Metteo sendiri.


"Kamu awasi Permaisuri ku, dan aku akan menanyakan langsung pada Kaisar Metteo."


"Baik Baginda."


Tak terasa, telah memasuki waktu siang. Permaisuri Shopia dan Pangeran Hilton pun keluar dari kediaman Duke Luke. Keduanya sampai di istana dengan sambutan yang meriah, semeriah wajah Kaisar Raymond yang menatap penuh benci dan kemarahan.

__ADS_1


__ADS_2