Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 50 : Hadiah Lamaran


__ADS_3

Seorang laki-laki setengah baya melirik ke arah istrinya. Dadanya berdisko, ia tidak terbiasa berurusan dengan Kaisar Iblis di depannya. Sedangkan istrinya, sama halnya dengan suaminya yang sama-sama gemetar.


"Bukalah, aku ada hadiah untuk kalian." Ucap Kaisar Xavier dengan lembut. Dia tahu, mertuanya sangat ketakutan dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Ha-hadiah apa Baginda?" tanya Kaisar Metteo tersenyum terpaksa.


"Hadiah, yang tentunya akan membuat kalian senang dan tidak perlu ketakutan lagi. Aku sudah memenuhi kewajiban ku untuk menjaga putri kalian."


Seketika sebulir air bening di dahi Permaisuri Violeta jatuh membasahi tangan kanannya yang gemetar. Suaminya, Kaisar Metteo baru saja menceritakan semuanya. Dan yang membuatnya takut adalah putrinya akan berurusan dengan Kaisar Iblis.


Kaisar Xavier memberikan kode pada pengawalnya agar memberikan hadiah pada ibu mertuanya. Dua puluh kotak tersusun rapi untuk Permaisuri Violeta sedangkan sepuluh kotak untuk Kaisar Metteo. Perhiasan dan kain sutra yang terbuat dari kualitas paling baik. Dia hadiahkan untuk kedua mertuanya.


"Secepatnya aku akan membawa Permaisuri Shopia ke sini dan menjadikannya istri ku."


"Ba-baginda, kenapa harus putri kami? ka-kami ..."

__ADS_1


"Ah, iya jangan takut. Aku mencintai putri kalian dan aku akan menjaga dengan baik. Aku tidak akan membuatnya menangis bahkan terluka." Ucap Kaisar Xavier dengan serius. Dia paham, kedua mertuanya sangat takut. Karena dirinya terkenal keiblisannya. "Aku berjanji pada kalian."


"Apa yang aku mau, harus aku miliki termasuk putri kalian."


Permaisuri Violeta meneguk air ludahnya susah payah. Kaisar Xavier sangat keras kepala. Dia tidak bisa membayangkan nasib putrinya berada dalam sangkar seorang iblis. "Bagaimana jika ada seseorang di istana Baginda tidak menyukai putri kami. Baginda tahu kan, putri kami seorang janda."


"Aku akan menghabisinya,"


"Termasuk orang yang di cintai Baginda. Em, maksudnya, seandainya orang yang di cintai Baginda menyakiti putri kami."


"Aku akan membunuhnya, jika sampai orang itu menyakiti Permaisuri ku. Kali ini aku serius dan bersungguh-sungguh akan menjaga dan melindungi serta mencintai putri kalian."


"Tapi keputusan untuk menikah dengan Baginda ada di tangan putri kami. Kami sebagai orang tua tidak berhak menentukan kebahagiaannya. Kami takut, pernikahan politik itu akan membuat putri kami sengsara." Lirih Kaisar Metteo. Meskipun pernikahan politik menguntungkan kedua belah pihak. Tapi tidak memungkinkan menguntungkan keduanya. contohnya sekarang ini putrinya menderita.


"Apa kamu pikir aku menikahinya karena politik? Aku bersungguh-sungguh mencintainya dan menikahinya bukan karena dia putri kandung mu, putri seorang Kaisar. Maaf, tapi jika karena politik aku lebih memilih mencari wanita di Kekaisaran ku atau yang lebih kuat dari Kekaisaran ku."

__ADS_1


Kaisar Metteo mengangguk, benar. Bisa saja Kaisar Xavier mencari yang lebih kuat darinya. Kekaisarannya ini masih lemah, tidak sebanding dengan Kekaisarannya. "Baiklah, aku sebagai seorang ayah hanya mendukung keputusan putri ku, Baginda. Bagaimana jika putri ku menolak Baginda?"


"Dia tidak akan menolak ku, dia tidak akan mampu." Ucap Kaisar Xavier tersenyum. Dia sangat yakin, Permaisuri Shopia akan takluk padanya. Sedangkan sang kesatria, menggelengkan pelan kepalanya. Dia tidak menyangka, Kaisar Xavier sangat kepedean akan di terima. "Baiklah aku akan menemui putri kalian. Aku sangat merindukannya."


Salah satu pengawal maju, dia menaruh lima kotak itu di hadapan Permaisuri Violeta dan Kaisar Metteo. Awalnya dia ingin pengawalnya saja memberikannya. Tetapi tidak sah baginya, jika mengirimkannya. Alangkah baiknya, ia harus lebih mendekat pada kedua mertuanya. "Ini hadiah paling indah untuk kalian, Kaisar Metteo dan Permaisuri Violeta. Saya permisi."


"Terima kasih Baginda." Ucap Kaisar Metteo dan Permaisuri Violeta. Dia ikut beranjak mengantarkan Kaisar Xavier ke luar istana.


Setelah rombongan Kaisar Xavier menghilang. Kedua orang itu ingin melihat lima kotak yang spesial. Permaisuri Shopia mengambil kotak itu. Dia yang begitu penasaran membuka kotak itu dan langsung berteriak nyaring. Hingga kotak itu terjatuh ke lantai dan sebuah kepala menggelinding.


"Di-dia,"


Kaisar Metteo memeluk istrinya yang terkejut. Salah satu kesatria Kaisar Metteo membuka ke empat kotak yang tersisa. Dia juga terkejut, "Baginda, Permaisuri. Semua isi kepala anak buah dari Pangeran."


"Bersihkan semuanya." Ucap Kaisar Metteo yang juga shok dengan kejadian di depannya. Sungguh Kaisar Xavier sangat kejam. Bahkan kedua mata kepala itu mengalir darah.

__ADS_1


"Aku yakin, dia bisa menjaga putri kita dengan baik," ujar Kaisar Metteo.


"Tidak, aku takut putri ku berada di tangannya. Aku sangat takut Baginda." Lirih Permaisuri Violeta menangis. Dia belum yakin menyerahkan putrinya pada Kaisar Xavier.


__ADS_2