
"Ingin menemui Baginda."
Permaisuri Shopia membalikkan tubuhnya, kemudian mengelus pipi Kaisar Raymond. "Baginda, Baginda."
Kaisar Raymond melenguh. Perlahan membuka matanya.
"Maaf mengganggu tidur Baginda, ada Selir Lusia yang ingin menemui Baginda." Ucap Permaisuri Shopia.
Selir Lusia merasa tak enak hati, seharusnya tadi ia membiarkan saja. "Maaf mengganggu waktu Baginda."
"Ada apa?" Tanya Kaisar Raymond dengan suara seraknya. Hatinya sedikit kesal. Namun ia tidak ingin membentak Selir Lusia.
"Masalah tentang pesta ulang tahun ku. Nyonya Esme sedang menunggu Baginda."
Permaisuri Shopia mengerti, berarti akan ada pesta ulang tahun Selir Lusia dan keduanya sudah merencanakannya tanpa sepengetahuan dirinya. Ya, dirinya memang orang luar yang hanya menampung di istana.
"Jadi Baginda dan Selir Lusia sudah merencanakan pesta."
__ADS_1
Kaisar Raymond berdesis, ia lupa memberitahukan pada Permaisuri Shopia yang akan di gelar besok malam. "Maaf Permaisuri, aku lupa memberitahu mu."
"Tidak masalah, sebaiknya Baginda cepat menemui Nyonya Esme."
"Kamu ikut, aku juga ingin membelikan gaun untuk mu."
Sungguh tidak punya hati, ia masih punya harga diri menemui Nyonya Esme. "Tidak perlu Baginda. Aku bisa memesan sendiri." Ucap Permaisuri Shopia datar.
"Permaisuri alangkah baiknya, jika kita bersama-sama menemui Nyonya Esme."
"Kalian saja, aku masih ada urusan dengan ayah." Alibinya. "Sebelum itu aku ingin membahasa sesuatu dengan Baginda."
Setelah pintu kamarnya di tutup rapat. Wajah Permaisuri Shopia berubah serius. "Aku ingin meminta atau memohon pada Baginda untuk membebaskan Pangeran Hilton."
Seketika Kaisar Raymond menatap tajam. Ia tidak peduli dengan penderitaan Pangeran Hilton. Ia belum cukup puas membuatnya menderita. Selama Pangeran Hilton bahagia, selama itu pula ia akan mencari cara membuatnya menderita. "Tidak, aku tidak akan pernah membebaskannya. Sekalipun Permaisuri memohon." Ucapnya dengan penuh penekanan. Kedua tangannya meremas selimut yang masih menutupi pahanya.
"Dia tidak melakukan kejahatan Baginda." Ucap Permaisuri Shopia. Ia ingat, Pangeran Hilton sering menangis, mencurahkan hatinya menginginkan kasih sayang Kaisar dan mengakuinya.
__ADS_1
"Aku memohon sebagai temannya dan juga sebagai seorang Permaisuri." Ucap Permaisuri dengan mata berkaca-kaca. "Aku sudah berkorban demi kebahagiaan ku. Sejujurnya dulu aku memang mencintai Pangeran Hilton." Ucap Permaisuri Shopia meremas dadanya. Ia harus berbohong demi kebebasan Pangeran Hilton.
Kaisar Raymond menyingkapi selimutnya dengan kasar. Ia berdiri, lalu merangkul kedua lengan Permaisuri Shopia seraya mengguncang. "Katakan, Permaisuri masih mencintainya." Ucapnya dengan mata memerah. "Katakan," hatinya sakit dan memanas. Jadi selama ini, wanita di depannya berpura-pura mencintainya. Oh, iya. Perbuatan baiknya, hanya sebagai seorang Permaisuri. "Katakan!!!"
Permaisuri Shopia tertawa. "Puas, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku rela berpisah dengannya hanya demi Baginda. Bahkan sampai sekarang aku masih merasakan sakit hati kedua kalinya. Sakit hati karena berpisah dengan Pangeran Hilton dan sakit hati karena Baginda." Permaisuri Shopia meronta-ronta. Namun tangan kekar Kaisar Raymond semakin meremas kedua lengannya.
"Jadi selama ini kamu berpura-pura, hah."
"Apa yang harus aku lakukan Baginda? Berpura-pura adalah jalan terbaik ku. Lagi pula sekarang sudah ada Selir Lusia. Baginda tidak membutuhkan diri ku lagi."
"Jadi aku mohon, bebaskan Pangeran Hilton sudah cukup bagi Baginda membuatnya menderita. Menahan sakit hatinya selama ini." Ucap Permaisuri Shopia. Idenya memang konyol, ingin sekali dia tertawa melihat kemarahan Kaisar Raymond. Menggunakan cara jika ia dan Pangeran Hilton mencintainya. Dengan begitu, sudah pasti Kaisar Raymond akan membebaskannya dan malah ingin membuatnya menderita. "Baginda, aku mohon bebaskan Pangeran Hilton."
Kaisar Raymond mengelus dagunya. "Baik, aku akan membebaskannya, tapi dengan satu syarat. Aku ingin kamu berpura-pura mencintai ku di hadapannya." Ucap Kaisar Raymond dengan senyum licik dan berlalu pergi.
Permaisuri Shopia menghapus air matanya yang sudah mengalir, ia pun tertawa lepas. Ide gila darimana yang ia temukan, ide itu tiba-tiba muncul di benaknya. Sebelumnya ia hanya memikirkan cara membebaskan Pangeran Hilton saja.
"Aku memang mencintai mu Baginda, tetaplah membuat ku sakit. Agar aku bisa melepaskan mu setelah urusan ku di istana selesai."
__ADS_1
Entah angin mana, Permaisuri Shopia tiba-tiba mengingat wajah misterius itu. "Kenapa aku tiba-tiba mengingatnya, aneh."
Karena tidak ingin memikirkan sesuatu yang tak masuk akal. Ia pun melanjutkan aktivitasnya.