Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 69 : Terukir


__ADS_3

...masih terukir nama mu...


Kaisar Raymond mengelus pucuk kepala Pangeran Aronz. Di tatap wajahnya, kulit putihnya, hidung mancung, bibirnya yang mungil. Hasil gambaran wajahnya. Bahkan wajahnya sangat mendominasi. "Ayah." Sapa Pangeran kecil itu. Matanya menatap kosong ke depan.


Kaisar Raymond menghembuskan nafas sesaknya. Dulu setelah mengetahui putranya buta, ia sempat berfikir mengabaikan putranya, tapi mengingat darahnya mengalir di tubuh putranya. Ia tidak bisa, bagaimanapun keadaannya, dia tetaplah putranya dengan Selir Lusia. Seandainya, dulu anaknya bisa tertolong, mungkin anak dari Permaisuri Shopia sudah sebesar Pangeran Aronz.


"Ayah, Ayah kenapa diam? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Ayah?" Tanya Pangeran Aronz merasakan firasat yang tidak enak.


"Tidak, Ayah merindukan seseorang. Seseorang yang pernah hadir dalam hidup Ayah. Dia bagaikan dewi di hati Ayah. Wajahnya meneduhkan," ujar Kaisar Raymond mengingat senyuman di wajah Permaisuri Shopia. Air matanya keluar, betapa sesaknya saat mengingat Permaisuri Shopia menggunakan gaun berwarna putih dan menoleh seraya tersenyum.


"Apa Ayah bisa menceritakannya?"


Kaisar Raymond mengelus pucuk kepala Pangeran Aronz. "Ayah akan menceritakan sedikit saja. Kamu pasti menyukainya."


"Dulu, ada seorang dewi yang memasuki istana. Di istana itu, hidupnya penuh bergelimangan harta. Di dalam istana dia di manjakan, tapi sang dewi tak pernah sombong. Justru dia berusaha hidup sederhana, namun sayang. Suami dari dewi itu tidak mencintainya. Dia hanya mengakuinya saja atau menghargainya saja. Suaminya mencintai wanita lain. Hingga suatu hari, suaminya membawa wanita lain yang tak lain adalah kekasihnya....."


Kaisar Raymond menceritakan panjang lebar kisah hidupnya. Ia menunduk, menatap Putranya yang sangat menikmati ceritanya. "Suatu saat kamu harus menghargai orang yang menyayangi mu. Jika kamu ingin melepaskannya, lepaskan secara baik-baik agar kamu tidak menyesal."


Pangeran Aronz tersenyum, perkataan sang ayah menyadarkan dirinya. Siapa yang akan mau dengannya. Pangeran buta yang tidak bisa melakukan apapun. "Tidak akan ada yang mau dengan Aronz, Ayah. Siapa yang mau dengan Aronz. Ayah jangan khawatir Aronz tidak apa-apa." Pangeran Aronz mengerti, Ayahnya pasti mengkhawatirkan dirinya.


"Baginda."


Laki-laki yang bernama Kesatria Luis itu memberikan hormat.


"Apa ada sesuatu yang kamu ketahui?" tanya Kaisar Raymond.

__ADS_1


"Maaf Baginda, kami belum menemukan gerak-gerik Duke Luke." Tutur Kesatria Luis. Sejauh ini hidupnya hanya mengawasi Duke Luke yang akan memberikan petunjuk padanya.


"Hah, bagaimana kehidupannya? Apa dia hidup baik? Apa dia sudah melupakan diriku? Apa dia masih menyimpan perasaannya untuk ku? Kenapa hidup ku sangat kacau saat tidak ada dirinya." Kaisar Raymond tersenyum di paksakan. Setelah kehilangan Permaisuri Shopia, ia tidak lagi menunjukkan gengsinya pada siapapun. Ia akan menangis jika memang hatinya sudah tidak bisa menahannya.


"Lupakan Permaisuri Baginda,"


"Bagaimana aku bisa melupakannya? Aku sudah berusaha, aku sudah berusaha."


"Bukalah hati Baginda untuk Selir Lusia. Dia sangat mencintai Baginda, terbukti dengan kesabarannya saat ini." Ucap Kesatria Luis. Setidaknya, dengan kehadiran Selir Lusia membuat laki-laki angkuh yang sekarang lemah akan sedikit menjadi kuat..


"Kami benar, aku sudah berusaha. Aku akan mencoba melupakannya, tapi tolong, jika ada sesuatu yang menyangkut Permaisuri Shopia. Laporkan pada ku."


"Ayah, apa Permaisuri Shopia juga ibu ku?" Tanya Pangeran Aronz polos.


"Jangan menghasut Pangeran Aronz Baginda. Aku ibunya, aku yang melahirkannya, bukan wanita bayangan Baginda." Sarkas Selir Lusia memendam amarahnya di dadanya. Sejak tadi ia mendengarkan semua perkataan Kaisar Raymond mulai dari ceritanya sampai selesai.


Selir Lusia sangat muak dengan Kaisar Raymond, suaminya tidak pernah menyerah mencari keberadaan Permaisuri Shopia. Ia ingin memaki Permaisuri Shopia yang sudah tidak ada, namun keberadaannya bagaikan hantu dalam kehidupannya.


Disisi lain.


Permaisuri Shopia tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar. Ia teringat dengan Kaisar Raymond.


Semoga saja, tidak terjadi sesuatu padanya. Bagaimanapun juga, dia pernah memberikan cinta dan ayah dari anak ku. Aku tidak bisa menghilangkan posisi itu batin Permaisuri Shopia.


"Permaisuri ada apa?" Tanya pelayan Elma yang merasakan kegelisahan di wajah Permaisuri Shopia.

__ADS_1


"Aku teringat Ayah ku, Duke Luke. Sudah lama aku tidak menghubunginya, bersembunyi dari kejaran Kaisar Raymond." Dusta Permaisuri Shopia.


"Permaisuri, alangkah baiknya, Permaisuri keluar dari persembunyian ini. Permaisuri dan Baginda Kaisar Raymond sudah memiliki kehidupan masing-masing. Baginda Kaisar Raymond pasti bahagia, sama halnya dengan Permaisuri."


"Apa Permaisuri masih belum bisa melupakannya?" Kaisar Xavier tiba-tiba menyela dengan aura dinginnya. Dadanya terasa panas mendengarkan nama pria lain dari mulut istrinya.


Permaisuri Shopia merutuki kebodohannya, seharusnya tadi ia melihat keadaan sekitarnya. Suaminya ini mudah merajuk dan sangat manja pada dirinya. Apa lagi jika sudah berdebat dengan putranya, Pangeran Harsenz. Selain tampan, putranya sangat dingin tak tersentuh. Wajah ketus dan juteknya, tapi putranya sangat penyayang, apa lagi sudah membahas adiknya, Putri Elina, sangat posesif. Banyak para bangsawan dan pelayan istana mengatakan Pangeran Harsenz sangat mirip dengan Kaisar Xavier. Keduanya seorang ayah dan anak, tapi jangan bilang keduanya hidup akur seperti orang tua lainnya. Jika sudah bertemu, selalu saja ada hal kecil yang di perdebatkan dan tidak mau mengalah.


"Hah, aku hanya mengingatnya saja, bukan berarti mencintainya Baginda."


Kaisar Xavier duduk dengan kasar di samping Permaisuri Shopia. Inilah yang paling di takutkan, dengan iming-iming satu ronde waktu malam. Wajah itu akan kembali ceria. Padahal, hampir setiap malam Kaisar Xavier menyentuhnya.


"Baginda, hem." Permaisuri Shopia menggenggam tangan Kaisar Xavier yang memalingkan wajahnya.


Pelayan Elma terkekeh, tiap saat ada saja adegan romantis junjungannya. Ia pun langsung undur diri, memberikan ruang pada sepasang kekasih itu.


"Maaf, aku hanya teringat saja Baginda. Bagaimana kalau nanti malam satu ronde," bujuk Permaisuri Shopia.


Kaisar Xavier melirik sekilas, satu ronde. Telinganya kembang kempis, namun ia tidak akan goyah. Setidaknya Permaisuri Shopia menaikkan beberapa ronde.


"Baginda, hem." Permaisuri Shopia sedikit mengguncang tubuh Kaisar Xavier dengan wajah memelas.


"Ck, sangat manja." Cibir anak kecil yang baru saja datang. Ia memutar bola matanya, ia sangat jengah dengan sifat sang ayah yang super manja. Padahal dirinya sangat memanjakan adiknya.


Kaisar Xavier menoleh, keduanya sama-sama menatap garang. Sengitan listrik pun terjadi kedua bola mata ayah dan anak itu. Seolah keduanya sama-sama mengibarkan bendera perang.

__ADS_1


Bocah, ingusan ini selalu mengganggu ku.


Dasar pria manja.


__ADS_2