
Tak terasa waktu telah berlalu, Kaisar Raymond tetap berjaga di samping Permaisuri Floria. Malam inipun dia tidak pernah beranjak pergi dari tempat duduknya. Matanya menatap lurus ke depan, memperhatikan mata yang belum bergerak. Entah berapa kali hatinya berdoa, tapi tetap saja, mata itu tidak terbuka. "Permaisuri," lirih Kaisar Raymond dengan suara seraknya. Ia teringat saat Duke Luke memintanya berpisah dan menganggap semuanya sudah lunas. Iya, dulu memang dia menginginkan cerai, tapi sekarang hatinya berat untuk bercerai.
"Baginda," pelayan Elma langsung membuka tirai ruangan itu, membuat sinar matahari dan hawa sejuk memasukinya.
Pelayan Elma menoleh, ia menghela nafas kasar. Tangisan Kaisar Raymond tidak sebanding dengan tangisan Permaisurinya. "Sebaiknya Baginda istirahat, saya akan membersihkan tubuh Permaisuri."
"Kamu bisa membersihkannya, aku tidak perlu pergi dari sini."
Pelayan Elma mencibir pelan. "Selir Lusia membutuhkan Baginda, jangan ada yang kedua kalinya. Selir Lusia mengandung anak Baginda."
Kaisar Raymond mengangguk, benar yang di ucapkan oleh pelayan Permaisurinya. Selir Lusia juga membutuhkannya. "Aku akan datang kesini setelah menemuinya."
Pelayan Elma memerintahkan kedua pelayan yang memasuki kediaman Permaisurinya. Keduanya pun membantu pelayan Elma untuk mengompres tubuh Permaisuri Shopia. Sedangkan Kaisar Raymond di sambut hangat oleh Selir Lusia. Dengan cekatan, Selir Lusia membantu Kaisar Raymond membersihkan tubuhnya dan membantunya memakai baju resminya yang telah di bawakan oleh para pelayan.
"Baginda, istirahat saja." Selir Lusia memeluk erat Kaisar Raymond. Ia begitu rindu dengan Kaisar Raymond. Semalaman ia merasakan gelisah saat Kaisar Raymond tidak menemaninya.
"Aku ingin menjaga Permaisuri."
Selir Lusia melepaskan pelukannya. "Aku juga membutuhkan Baginda, anak kita juga membutuhkan Baginda."
__ADS_1
Kaisar Raymond memijat pelipisnya. "Aku temani kamu tidur, aku juga ingin memejamkan mata ku yang terasa panas."
Kaisar Raymond merentangkan tangan kanannya sebagai bantal untuk Selir Lusia. Wanita itu pun membaringkan kepalanya di lengan kekar Kaisar Raymond kemudian menelusupkan kepalanya ke dadanya. "Aku mencintai Baginda."
"Aku juga mencintai mu," ujar Kaisar Raymond. Dia mengecup kepala Selir Lusia dan memeluknya dengan erat. Kemudian memejamkan matanya yang teras berat.
"Permaisuri." Gumam Kaisar Raymond. Dahinya keluar keringat, nafasnya memburu. "Permaisuri." Gumamnya kembali.
Kaisar Raymond melihat Permaisuri Shopia menggenggam tangan seorang anak kecil laki-laki. Keduanya memakai baju putih dan berjalan di atas jembatan yang di kelilingi berbagai macam bunga.
"Permaisuri."
Wanita di depannya dan anak laki-laki itu menghentikan langkahnya. Kemudian membalikkan matanya.
"Permaisuri."
Permaisuri Shopia tersenyum. "Terima kasih untuk cinta Baginda. Akhirnya aku tahu, Bagaimana rasanya di cintai dan mencintainya. Aku bisa tahu, artinya kehilangan."
"Permaisuri aku minta maaf, aku-aku tidak ... Aku mohon aku minta maaf Permaisuri." Kaisar Raymond duduk di depan Permaisuri Shopia. Wanita itu tidak menghampirinya.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan Baginda. Inilah yang Baginda mau kan,"
Permaisuri Shopia menoleh ke arah anak kecil. "Dia putra kita Baginda, mirip dengan mu, bukan." Ucap Permaisuri Shopia tersenyum dengan air mata yang mulai menggenang.
Kaisar Raymond menatap penuh terluka. Anak kecil itu sangat mirip dengan wajahnya saat kecil. Bahkan anak kecil itu tersenyum. Ia ingin memeluknya, namun tubuhnya terasa berat untuk berdiri.
"Putra ku."
"Baginda tidak pernah menginginkannya, kan. Inilah keinginan Baginda. Aku akan ikut dengan putra ku."
"Tidak-tidak,"
Tangan kanan Kaisar Raymond menjangkau kedua orang yang pernah hadir dalam hidupnya. "Aku mohon maafkan aku, tolong maafkan aku." Kaisar Raymon terisak. Ia berusaha menggerakkan tubuhnya. Namun tidak bisa, tubuhnya seolah mati.
"Aku pergi, Baginda."
"Tidaaaaaakkk ..... "
Peluh keringat membasahi tubuh Kaisar Raymond. Nafasnya naik turun, mimpinya terasa mengerikan. Ia langsung turun dari ranjang Selir Lusia. Ia mengabaikan Selir Lusia yang memanggil namanya, menanyakannya.
__ADS_1
#Jangan Lupa tekan Likenya ya kak😊