
"Apa yang ingin kamu rencanakan?" Tanya Selir Lusia.
"Aku memiliki rencana sendiri, Permaisuri hanya bisa mengikutinya saja." Ucap Selir Lusia langsung pergi.
Selir Lusia menengok ke belakang, menatap pintu kamar Permaisuri Shopia. "Maaf Permaisuri, jika aku harus menyingggung mu."
Sedangkan Permaisuri Shopia, ia tidak memikirkan apa-apa lagi. Biarkan saja, ia tidak peduli rencana Selir Lusia. Tanpa dia ketahui, Selir Lusia telah merencanakan sebuah kelicikan.
Keesokan harinya.
Permaisuri Shopia terbangun, namun dia tidak melihat pelayan Elma di dekatnya. Dia pun melanjutkan membersihkan tubuhnya. Tanpa pelayannya itu, ia juga bisa membersihkan tubuhnya sendiri. Selesai sudah acara membersihkan tubuhnya. Matanya melihat sekeliling kamarnya tapi tidak ada pelayan Elma yang berkunjung. Firasatnya tidak enak, hingga ia mendengarkan ketukan pintu. "Masuk." Ucap Permaisuri Shopia.
"Ada apa?" tanya permaisuri Shopia melihat segurat kekhawatiran.
"Pelayan Elma, Permaisuri. Pelayan Elma di hukum oleh Selir Lusia. Dia sekarang berada di ruang makan."
Mendengarkan ucapan pelayan itu, Permaisuri Shopia langsung keluar kamarnya. Dia berlari ke ruang dapur. Dan benar saja, dia mendengarkan Selir Lusia membentak pelayan Elma.
Saat hendak menampar Selir Lusia. Teriakan Permaisuri Shopia menghentikan tangannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan, Selir Lusia?"
Selir Lusia meredakan amarahnya. "Tanyakan saja pada pelayan Permaisuri,"
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Permaisuri Shopia.
"Tadi aku menyuruhnya membuat sup daging, tapi supnya tidak enak. Aku merasa mual dan pelayan Elma malah tidak membuatnya lagi. Dia malah ingin menemui Permaisuri sebelum melakukan tugasnya dengan benar."
"Saya minta maaf Permaisuri."
Selir Lusia melihat Kaisar Raymond dari arah belakang dia pun melayangkan tangannya kembali. Namun ia yakin, Permaisuri Shopia pasti mencegahnya. Dan benar saja, Permaisuri Shopia menahan tangannya hingga ia memiliki ide menjatuhkan dirinya.
"Permaisuri," lirih Selir Lusia yang merasa sedih.
"Selir Lusia." Teriak Kaisar Raymond membuat Permaisuri Shopia menoleh.
Kaisar Raymon pun membantu Selir Lusia berdiri. Dengan matanya sendiri ia melihat Permaisuri Shopia memegang tangan Selir Lusia dan tubuhnya terjatuh ke lantai. "Apa yang kamu lakukan Permaisuri?"
"Aku-aku tidak melakukan apapun," ujar Permaisuri Shopia ketakutan. Ada rasa kecewa di hatinya saat melihat Selir Lusia menunduk. Jadi ini rencananya, membuatnya keluar istana.
__ADS_1
"Aduh-aduh Baginda." Selir Lusia meringis kesakitan. Kaisar Raymond membopong tubuh Selir Lusia dan berteriak menyuruh para pelayan memanggilkan Dokter istana.
Permaisuri Shopia mematung, ia pun tersadar mengekori Kaisar Raymond. Jujur saja, hatinya tak karuan. Ia juga merasakan khawatir pada Selir Lusia.
Selir Lusia pun di periksa oleh dokter istana, sedangkan Kaisar Raymond menatap Permaisuri Shopia dengan kemarahan. Dia menarik lengan Permaisuri Shopia dengan langkah lebar menuju kamarnya. Dengan kasarnya ia menghempaskan lengan Permaisuri Shopia.
"Apa mau mu, hah? Kenapa kamu begitu tega berbuat kasar?" tuduh Kaisar Raymond. Ini salahnya, bukan salah Selir Lusia dan anaknya.
"Aku tidak mendorongnya atau berbuat kasar." Ucap Permaisuri Shopia menjelaskan.
"Jadi maksud mu Selir Lusia jatuh sendiri, jelas-jelas aku melihatnya sendiri." Ucap Kaisar Raymond dengan kemarahannya.
"Kamu melihatnya, hanya sekilas. Aku tidak tahu jika dia bisa berbuat licik."
"Yang licik itu kamu," tunjuk Kaisar Raymond pada wajah Permaisuri Shopia. "Dugaan ku benar kamu memang licik, pantas aku menjauh mereka dari mu. Aku yang salah, bukan mereka."
"Jadi kamu tidak mempercayai ku, hanya karena kamu mencintai mereka." Lirih Permaisuri Shopia. Dia ingin pergi, tapi tidak seperti ini. Dadanya terasa remuk sampai ke akar-akarnya. Dirinya hanya di pandang sebelah mata. "Baiklah, aku yang melakukannya. Jadi sekarang lepaskan diri ku."
Kaisar Raymond memandang kecewa. "Baik aku akan melepaskan mu, sebagai hukuman mu. Aku akan menuruti perkataan mu, tapi sebelum itu kamu harus meminta maaf pada mereka." Ucap Kaisar Raymond berlalu pergi.
__ADS_1
"Aku tidak akan meminta maaf," ujar Permaisuri Shopia dengan kebencian di setiap perkataannya.
"Baiklah, jangan menyesal. Karena ini kemauan mu,"