
# Baiklah kak, My Ex Mr Duke dulu ya, untuk yang lainnya nyusul saja. Masalah novel yang hiatus ad dua dan maaf gak bisa di lanjutin karena author kurang srek. Jadi Author revisi baik-baik di akun Watt.pad author. Soalnya gini, di NT gak bisa revisi atau hapus bab. Jadi terpaksa Author revisi di lapak oren saja.
Terima kasih semuanya telah membaca karya author, maaf yaa. Banyak banget di otak author nentuin idenya. Tapi ya gini, harus satu-satu biar gak hilang feelnya.
#Nah sekarang My Ex Mr Duke sudah siap meluncur ya, jangan lupa tekan like dan Favoritenya🤧
____________
...happy reading...
Permaisuri Shopia memandang hamparan bunga mawar itu tanpa berkedip. Ia menyantaikan tubuhnya di halaman samping istana, sebuah rumah kaca di dekat danau. Di istana ini, kehidupannya bagaikan benar-benar menjadi seorang ratu. Kaisar Xavier sangat memanjakan dirinya. Bahkan laki-laki itu turun tangan sendiri melakukan apa yang dia inginkan tanpa melibatkan pelayan. Tak hanya itu, tadi pagi ia di sambut oleh pelayan Elma. Ternyata Kaisar Xavier benar-benar membawa pelayan Elma.
Di sinilah ia sekarang, kehidupannya berubah total. Demi dirinya Kaisar Xavier melakukan banyak hal. Bahkan tadi ada salah satu pelayan yang menjelaskan semuanya saat ia menanyakan bagaimana keadaan istana Kaisar Xavier. Hatinya tak menyangka, istana ini awalnya begitu suram, hanya ada pohon lebat di sekelilingnya, tapi karena dirinya. Kaisar Xavier menyulap istananya agar lebih indah dan nyaman untuk dirinya. Ia penyuka bunga mawar, pantas saja banyak sekali bunga mawar.
"Permaisuri." Permaisuri Shopia segera menoleh. Ia mengangguk dan tersenyum pada laki-laki paruh baya di sampingnya yang memakai baju berwarna hitam.
"Maaf menggangu waktu santai Permaisuri." Sambungnya lagi dengan ramah tamah. Ia begitu kagum dengan pancaran aura dari Permaisuri Shopia. Wanita yang di pilih oleh junjungannya sangat tegas, sopan dan ramah sekaligus murah tersenyum. Ia bisa melihat sebuah cahaya dari tubuh Permaisuri Shopia. Sebuah cahaya yang menjadi harapan untuk Kekaisaran Matahari.
"Tidak masalah, silahkan duduk," ujar Permaisuri Shopia menyuruh laki-laki setengah baya itu duduk di depannya.
"Elma, sajikan teh hangat." Perintahnya menoleh ke arah pelayan Elma di sampingnya.
__ADS_1
"Apa ada yang perlu saya bantu, Tuan?"
Laki-laki setengah baya itu tersenyum, "Tidak ada Permaisuri saya hanya ingin mengenal sosok Permaisuri yang selalu membuat Baginda kalang kabut." Ucapnya terkekeh.
Permaisuri Shopia mengkerutkan keningnya. "Kalang kabut."
"Permaisuri tahu, Baginda pulang dari negeri seberang seperti bukan Baginda. Kadang senyam-senyum sendiri. Kadang Baginda marah tidak jelas. Akhirnya saya bertanya dan Baginda menjelaskan semuanya. Satu hal yang membuat saya senang dan sedih. Baginda menyukai Permaisuri semenjak pertemuan pertama dan Baginda merasa sedih setelah mengetahui identitas Permaisuri." Tuturnya panjang lebar. Ia merasa bersyukur, Kaisar Xavier memiliki ketertarikan pada seorang wanita yang akan menemani dirinya yang kesepian.
"Sejak kecil Baginda kesepian, dia di tinggalkan oleh Baginda dan Permaisuri semenjak usia 15 tahun. Kedua orang tua Baginda meninggal karena sebuah racun. Hidupnya selama ini sangat kesepian. Di usia itu, Baginda harus menanggung semua tanggung jawab dari Baginda. Mau tidak mau, suka atau tidak suka. Dia harus menanggung beban itu. Jadi saya meminta dan memohon sebagai ketua dari penyihir di Kekaisaran. Bahagiakan Baginda, itulah permintaan saya Permaisuri. Saya takut Permaisuri meninggalkan Baginda karena cinta Permaisuri pada mantan suami Permaisuri."
"Masalah itu, aku akan berusaha mencintainya dan membahagiakannya. Itulah janji ku pada ketua."
"Terima kasih banyak Permaisuri dan terima kasih karena waktu yang di berikan oleh Permaisuri." Ucapnya seraya berdiri dan memberikan hormat.
"Sayang." Sapa seseorang dari jauh. Dia seperti anak kecil yang berlari menemukan mainannya.
Ya dia suami ku.
Permaisuri Shopia bangkit, ia merentangkan kedua tangannya, menyambut suaminya. Laki-laki yang sangat ia cintai. Mengingat tadi pagi yang di lakukan Kaisar Xavier membuatnya malu.
"Apa Baginda sudah menyelesaikan urusan istana?"
__ADS_1
"Sudah, aku tidak sabar menemui mu." Ucap Kaisar Xavier menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Permaisuri Shopia.
Permaisuri Shopia mengelus kepala Kaisar Xavier. "Bagaimana kalau kita jalan-jalan?"
"Bukannya Permaisuri sudah jalan-jalan?" tanya Kaisar Xavier.
"Aku lebih suka dengan jalan-jalan bersama Baginda." Kaisar Xavier menggenggam tangan Permaisuri Shopia, menuruti pujaan hatinya itu.
Di sisi lain.
Selir Lusia tampak murung, matanya sembab, hidungnya memerah. Dua hari ini ia menatap kosong ke luar jendela. Merasakan hukuman di istana belakang tanpa pelayannya. Ruangannya luas, namun dindingnya mulai retak. Hanya ada satu lemari dan satu tempat tidur yang kecil.
"Apa dia tidak merindukan ku? Apa dia tidak ingin bersama anak kita." Lirihnya seraya mengelus perutnya. Ia sangat merindukan Kaisar Raymond di sela-sela kehamilannya yang sangat membutuhkan dirinya.
Berbeda dengan Kaisar Raymond. Laki-laki itu tengah berdebat dengan Duke Kendrix. Dimana Duke Alerix meminta putrinya, Selir Lusia agar di lepaskan.
"Baik aku akan melepaskannya, tapi jangan menghalangi ku atau menyusahkan ku untuk mencari keberadaan Permaisuri." Ucap Kaisar Raymond.
Deg, Permaisuri.
Jadi selama ini Baginda masih menganggap Permaisuri batin Duke Alerix.
__ADS_1