I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 14


__ADS_3

Happy Reading


Mohon dukungannya...🙏🙏🙏


**


Sudah beberapa hari ini , Ayna bisa menghindari Pak Riko, sepertinya keberuntungan masih berpihak padanya , Pak Riko ada tugas seminar keluar kota.


Tapi tidak dengan hari ini....Pak Riko masuk mengajar.


Ayna sudah duduk paling belakang...di depannya seorang teman yang cukup besar badannya sehingga bisa ia gunakan untuk bersembunyi.


" Hufffttt....semoga dia tidak melihatku ".


Ayna pun menundukkan kepalanya agar tidak terlihat dari depan.


Tapi sayang rupanya Pak Riko tau keberadaan Ayna. Ia tersenyum smirk , dalam hatinya mengancam akan menghukum gadisnya.


" Mau sembunyi dari ku rupanya, kamu gak akan bisa sayang, radarku sudah memindai mu dari tadi " batin Pak Riko.


Ayna cukup lega , ia pikir Pak Riko tidak melihatnya disana .


Setelah pelajaran selesai, Ayna dibuat kaget dengan pernyataan Pak Riko.


" Hari ini saya akan mengadakan kuis jika yang berhasil menjawab akan saya beri tambahan nilai dan juga hadiah".


Tentu saja semuanya bersorak apalagi mendengar kata hadiah.


Begitupun juga Ayna , ia harus mendapatkan nilai itu , sampai ia melupakan niatnya untuk bersembunyi .


Pertanyaan pertama, semua berebut.....dan salah satu teman Ayna berhasil menjawabnya.


Ayna tak pantang menyerah, ia kembali mengangkat tangannya untuk pertanyaan kedua, tapi lagi - lagi temannya yang berhasil menjawabnya.


Yang menjawab tentu saja orang yang mendapat kesempatan ditunjuk langsung oleh Pak Riko.


Pak Riko sengaja tak memberi kesempatan pada Ayna , dia sedang mengerjai mahasiswanya itu.


Hingga pertanyaan ke sepuluh Ayna kembali mengangkat tangannya....hanya dia sendiri yang mengangkat tangan .


" Tidak ada yang tau ?".


tanya Pak Riko pura - pura tidak melihat Ayna tunjuk tangan.


Bahkan waktu pertanyaan yang ke sembilan hanya dia dan temannya yang mengangkat tangan, Pak Riko lebih memilih temannya itu , meski temannya itu sudah menjawab satu kali.


Sudah dari tadi Ayna menahan kesal , sekarang kekesalannya sudah tidak dapat dibendung lagi.


" Pakkk......saya tau , tangan saya sudah pegal ini , bapak sentimen ya sama saya ".ucapnya geregetan.


" Ohh...maaf saya gak lihat , habisnya kamu ngumpet di belakang Gery sih ".


elak Pak Riko...Ia tertawa dalam hati bisa mengerjai Ayna.


Kok dia tau aku sengaja ngumpet ya...dengus Ayna.


" Ya udah kamu jawab ".


Pak Riko mengangguk- anggukan kepalanya mendengar jawaban Ayna.


" Karena kamu yang terakhir menjawab , maka kamu yang bawain buku saya sekalian mengambilkan hadiah buat teman - teman kamu yang sudah menjawab tadi !".

__ADS_1


Tuh kan....buntutnya ngga enak , Ayna hanya mendesah pasrah...perintah sang dosen tidak boleh berkata tidak.


" Kok saya sih Pak..".


Ayna masih mencoba bernegosiasi, kali aja berhasil.


" Kamu gak mau , kamu menolak perintah saya ".


Bukannya meredam malah makin galak tuh dosen.


" Boleh ajak teman Pak ?".


tanya Ayna lagi.


" Tadi siapa yang saya suruh ".


ucap Pak Riko tegas memasang wajah serius.


" Saya Pak ".


" Ya sudah, kerjakan !".


" Sekarang Pak ?".


Ayna juga mulai membuat kesal Pak Riko


" SE KA RANG ...Aynaaaaaa !".


" Iy iya pak ".


Ayna pun bergegas merapikan bukunya dan langsung meluncur ke arah Pak Riko.


" Selow kali Pak , galak amat , cepat tua nanti ".


Pak Riko tersenyum tipis , dia segera mempercepat jalannya agar bisa sampai ke ruangannya, ia sudah tak sabar untuk menghukum Ayna.


Ceklek...Klik....pintu terkunci.


" Eh Pak...kok dikunci ".


Ayna mulai cemas.


" Saya mau hukum kamu , sengaja ya bikin saya kesel hem ?".


Ayna kelabakan badannya mentok di meja kerja Pak Riko setelah meletakkan buku , Pak Riko dengan cepat mengurungnya .


" Eemmm Pak...Pak...jangan macam - macam !".


" Saya teriak nih ".


" Pak lagi , kita lagi berdua Ay , kamu tidak lupa kan harus panggil saya apa ".


Cup....Pak Riko mencium pipi Ayna sekilas.


Seketika Ayna langsung menutup wajahnya.


" Mas Riko , tolong jangan lakukan lagi , aku gak mau !". suara Ayna melemah tanda dia tidak suka apa yang Pak Riko lakukan.


" Itu hukuman buat kamu , yang beberapa hari ini membuat saya gak bisa tidur nyenyak, masih untung aku hanya melakukan itu ".


Pak Riko menghela nafasnya , lalu ia duduk di sofa.

__ADS_1


Pak Riko berusaha mati - matian menahan gejolak hasratnya agar tidak mengeksekusi Ayna yang terlihat makin menggemaskan baginya.


" Duduklah, sekarang jelaskan kenapa kamu menghindari saya ?".


Pak Riko melembut, ia juga tak tega melihat wajah Ayna yang terlihat asem.


Ayna menurut , ia mengambil duduk di depan Pak Riko.


" Maaf Mas , aku tidak mau merepotkan Mas Riko , dan juga tidak enak sama teman- temanku ".


" Lalu kamu naik motor siapa ?".


" Itu motor ku Mas ?".


" Dari ???".


" Dari bang Reyhan ".


Ayna tidak dapat berbohong.


" Kenapa tidak minta sama saya , kembalikan saja !".


perintah pak Riko seenaknya.


" Enak aja dikembalikan, itu sudah jadi milik ku , suratnya pun atas namaku ".


" Kembalikan Ay , saya yang berhak menafkai kamu ketimbang si Reyhan itu ".


" Mas ini asal bicara saja , nafkah ...nafkah....kita belum nikah Mas , gak ada kewajiban Mas atas aku , lagian aku kerja sama Bang Reyhan , jadi wajar kalo dia memberikan motor padaku sebagai kompensasi karyawan nya , kalo enggak ..gaji ku dipotong mungkin tiap bulan nantinya ".


" Oke saya ngalah , tapi kapan waktu kamu buat saya , kamu sibuk terus ".


" Wahhh gak kebalik , siapa yang sibuk , bukannya Mas yang super sibuk...kalo Saya sih bisa ijin gak masuk kerja ".


Reyhan sudah memberi kelonggaran bagi Ayna agar tidak bekerja, Reyhan yang akan menanggung semua biaya hidup adiknya ini, tapi Ayna keras kepala , ia memilih tetap bekerja , meski terserah ia masuk jam berapa saja dan masuk kapan saja.


" Nah tuh kamu boleh ijin ngga kerja kan , berarti minggu ini luangkan waktu untuk saya ".


Haduh , senjata makan tuan nih , pake ngomong boleh ijin lagi ...Ayna kelepasan.


" Baiklah ".


" Sepertinya kamu terpaksa , apa perlu saya yang meminta ijin ke Reyhan?".


" Engga Mas , aku ikhlas kok ".


bisa runyam kalo Reyhan ketemu Riko , Reyhan mungkin tak akan mengijinkan Ayna pergi dengan Riko.....secara Reyhan pernah mengatakan bahwa ia tak menyukai Riko.


" Oke .... aku jemput kamu jam 8 , jangan sampai ngaret seperti waktu itu ".


" Itu hadiah buat teman - teman kamu , bagi rata coklatnya !".


" Buat kamu di tas yang berwarna pink , itu oleh- oleh saya seminar di kota X ".


" Terima kasih Mas..".


Senyum mengembang di bibir Ayna....membuat Riko bergumam....


" Ingin rasanya cepat menghalalkan mu ".


Bersambung.......

__ADS_1


***


__ADS_2