
Happy Reading
***
" Ay , kita pulang ya ke kota !". karena bertemu dengan Gandi tadi pagi moodnya jadi buruk.
" Katanya gak masalah mau disini berapa lama pun ". sindir Ayna.
" Itu tadinya sebelum ketemu sama cancorang penggemar mu itu ".
" Apa tadi..hahaha...kamu lucu banget sih Mas , ngatain orang seenaknya , bapaknya gak terima loh kamu ganti namanya ". Ayna tergelak.
" Bo*do amat lah , kesel banget aku ama dia , dibilangin ngeyel banget ...kok bisa si Ay kamu punya fans gak jelas gitu ".
" Emang aku mau, ya engga lah , kan dia yang suka sama aku , terus salahku dimana ?".
Melihat suaminya masih saja kesal , Ayna pun mengalah ." Baiklah , kita akan kembali ke kota , tapi bisakah kita menginap beberapa hari lagi disini , aku ingin menemani ibu , apalagi Zidni juga sudah kembali ke kota , setidaknya aku ingin menemaninya sebentar saja ".
" Oke sayang , tapi aku tidak mau kamu keluar tanpa aku , aku gak mau kamu ketemuan lagi sama dia ".
" Siap Bos ku , Oh ya ibu bilang mau ngadain pengajian buat empat bulan kehamilanku ,gimana Mas ".
" Untuk kebaikan mu dan baby kita itu tidak masalah , pasti banyak yang akan berdoa agar kamu dan calon anak kita sehat sampai persalinan ".
" Apa kamu sudah mengingat sesuatu lagi Mas , terkecuali tentang itu ya , aku gak mau dengar kalo kamu bahas begituan lagi ".
" Sudah , malam dimana aku disuruh menikahimu itu juga aku ingat , karena malam itulah malam paling indah bagi diriku , aku akan mengingatnya seumur hidupku , mendapatkan wanita pujaanku dan menjadi pertama yang berhasil menjebolmu...". Terakhir Abhi mengucap itu ia tertawa kecil , padahal Ayna sudah melarangnya membahas soal begituan.
" Kenapa sih Mas ,ujung - ujungnya kesitu lagi kesitu lagi " Ayna menggelengkan kepalanya.
" Gak tau Ay , itu sangat berkesan bagiku, karena itu pengalaman pertama ku menjebol janda rasa perawan " Abhi kembali tertawa.
" Jahat ih..". cubitan mesra mendarat di perut Abhisek.
" Emm Yang...ke kamar yuk !".
" Aku tau apa mau mu Mas ".
__ADS_1
" Emang apa mau ku, aku hanya mengajak ke kamar buat tidur , kamu aja yang pikirannya mesyum !". elak Abhi.
" Beneran tidur doang , engga bakalan ngajak gituan?" pancing Ayna.
" Yaaa..kalo kamu maksa apa boleh buat ,ayok lah..masak rejeki ditolak ".
" Tuh kaaann bener tebakanku ".
Abhi memeluk Ayna dari belakang, " Hehehe dari mana kamu tau Yang ?".
" Tuh adik kecilmu yang didalam celana sudah mengembang ". tunjuk Ayna .
" Oh iya, si otong nih suka bangun sendiri kalo deket sama kamu Yang ".
" Makanya jauh - jauh sana !".
" Mumpung masih di kampung dan aku belum sibuk kerja Yang , aku mau mencobanya di setiap tempat di rumah kita ini , agar menjadi kenangan indah buat kita nanti Yang ".
" Sak karepmu Mas , tapi malam ini aku off dulu ya Mas , capek pake banget...tadi juga sudah kan ".
" Iya sayang, maafkan aku ya kalo selalu meminta tanpa melihat kamu yang kelelahan ".
Abhi memberikan banyak santunan pada pengajian empat bulan kehamilan Ayna , baik para anak yatim maupun para fakir , para tetangga pun ikut merasakan gift dari Abhisek yang bagi warga desa itu termasuk wah...dan itu baru kali ini mereka mendapatkannya dari Abhisek.
Kebahagiaan Abhisek bertambah mana kala melihat orang - orang yang diberi santunan olehnya terlihat senang dan tak henti - hentinya memberikan doa pada istri dan calon anaknya.
Para tetangga pun terus membicarakan kemurahan hati Abhi , mereka juga mengakui betapa beruntungnya ibu Anna mendapat menantu seperti Abhisek.
Bahkan istri Gandi pun ikut di pengajian tersebut , ia juga menceritakan apa yang terjadi di rumah Ayna....membuat Gandi mulai terbuka matanya, bahwa lawannya kini bukan ecek - ecek ...apalagi ia juga baru tau kalo Abhisek banyak membeli tanah perkebunan dan juga sawah di kampungnya.
Gandi juga melihat mobil Abhi yang tentu saja harganya selangit , bisa untuk membeli sepuluh mobil miliknya.
" Ini kalah sebelum berperang namanya , apa dia anak sultan ya ...Ay meski aku tak mendapatkan raga dan cintamu tapi aku tidak menyesal sudah pernah mencintaimu, ya walaupun sekarang masih ada rasa cinta itu ,tapi apa boleh buat aku sadar.. sudah tidak bisa menggapaimu ".
Akhirnya Bang Gandi sadar juga.....makanya inget istri dan anak Bang....
Kini Ayna dan Abhisek kembali ke kota setelah mendapat ijin dari ibu.Kali ini Abhi menikmati perjalanannya, tidak seperti waktu berangkat bersama Aqil. Ia banyak istirahat karena kasihan pada sang istri yang tengah hamil muda.
__ADS_1
Sore hari mereka baru sampai di rumah , Bi Nani yang paling antusias menyambut mereka.
" Aduh non , Bibi kangen berat sama non Ayna, selamat datang kembali non ?".
" Iya Bi , terima kasih sudah merindukanku ". Ayna tak segan memeluk Bi Nani.
" Ayo masuk Non , Bibi akan masak banyak hari ini untuk menyambut kedatangan Non Ayna ".
" Lah Bibi , aku dilupakan ". Abhi masih berdiri di luar, ia merasa diabaikan oleh dua wanita beda usia di depannya ini.
" Oalah Bibi benar- benar lupa den , saking senangnya ketemu Non Ayna ".
" Ya Bi gak apa- apa , aku cuma bercanda kok tadi ".
Bibi sangat bersemangat memasaknya, lalu mereka makan bersama , pak satpam juga tidak ketinggalan.
*
Mami Soraya menunggu kedatangan Abhi. Ia baru sadar kenapa Abhisek terlalu lama perginya.
" Pi...Papi tau kemana Abhi pergi, kata nya urusan bisnis tapi kok lama sekali ".
" Abhi ke kampung menyusul istrinya , kenapa?? apa yang ingin kamu lakukan lagi...memisahkan mereka lagi hah ?".
" Ti...tidak Pi , kok Papi ngomong nya gitu , Mami sadar Pi , mungkin Ayna memang sudah jodohnya Abhi , anak kita ". Jawab Mami Soraya menundukkan kepalanya.
" Syukurlah kalo kamu sudah sadar, ku harap tak hanya dari bibirmu saja kalo kamu sudah menerima Ayna sebagai menantumu !".
" Papi masih tidak percaya dengan Mami?.
" Makanya , berusahalah untuk bisa menyakinkan diriku , besok aku akan mengundang mereka untuk makan malam disini ". Seperti kemarin- kemarin Papi Ammar meninggalkan istrinya begitru saja.
" Piiii...." ucap Mami Soraya lirih...cukup sudah suaminya mengacuhkannya seperti ini , apalagi jika Papi Ammar sampai meninggalkannya, bahkan Mami Soraya pun tak sanggup untuk membayangkannya .
" Akan aku tunjukkan kesungguhanku Pi , maaf ....maaf atas kesalahanku selama ini...kembali padaku Pi , kembalilah ".
Bersambung...
__ADS_1
***