
Happy Reading
***
" Papi sudah pulang ?". Mami Soraya cukup kaget , suaminya sudah berada di dalam rumah ketika ia baru pulang berkumpul dengan teman - temannya.
" Kenapa , kau tidak senang aku sudah pulang ". Papi Ammar menjawab tanpa menoleh pada sang istri sambil menikmati secangkir teh buatan pembantunya.
" Ngga gitu Pi , Mami senang kok Papi sudah pulang , kenapa Papi masih saja ketus sama Mami ?".
" Itu karena kamu belum berubah juga, cobalah kurangi bertemu teman - temanmu yang tidak ada manfaatnya itu , ingat umur kita sudah tidak muda lagi , berhentilah berfoya - foya !". ucapan Papi Ammar begitu menohok Mami Soraya.
" Tapi nanti aku tidak punya teman Pi ?".
" Kenapa ?? kamu lebih takut kehilangan temanmu daripada kehilanganku?".
" Maksud Papi apa ?".
" Aku tidak bermaksud apa - apa , sabar itu ada batasnya , aku sudah terlalu sabar dengan kelakuan mu selama ini , dan sudah cukup bagiku , kau sudah terlalu jauh meninggalkan keluargamu ".
" Pi...". Mami Soraya semakin bingung dengan ucapan suaminya.
Apa Papi tau ya apa yang aku lakukan pada Ayna dan Abhi ....gawat nih, rencana belum berhasil juga..apalagi Papi sudah di rumah , makin tambah susah sekarang...
Ternyata Mami Soraya belum menyadari betapa kelakuannya selama ini tidaklah baik, ia suka sekali berpergian bersama teman - temannya , membeli barang sesukanya...sampai ia juga menelantarkan Abhisek ,putra semata wayangnya.
" Apa yang kamu lakukan lagi tanpa sepengetahuanku hah ? ". kali ini mata Papi Ammar menatap tajam ke Mami Soraya .
" Tidak ada Pi ".
" Oke kalo kamu ngga mau ngaku , aku akan cari sendiri jawabannya, dan bersiaplah menerima hukumannya ". ucap Papi Ammar berlalu pergi meninggalkan Mami Soraya, bahkan ia masuk ke kamar Abhisek untuk beristirahat di sana.
" Gimana ini , ngaku ngga ya...tapi kalo Papi beneran marah gimana ". Mami Soraya bergumam , setelah itu ia bermaksud meminta maaf pada Papi Ammar, sebenarnya ia juga mulai takut dengan ancaman suaminya itu.
Apalagi sekarang Papi Ammar selalu ketus ketika berbicara dengannya . Ia mengejar suaminya ke kamar utama. Betapa kagetnya ia ketika tidak melihat suaminya di kamar itu.
" Papi kemana , ah mungkin di kamar Abhi ". Ia lalu mencari ke kamar Abhisek, tapi apa kamu itu terkunci , ia tak bisa masuk kesana.
" Papi.....ma...af...". ucapnya lirih berdiri di depan kamar Abhisek, tanpa ia sadari air matanya mulai turun, betapa sakit hatinya , belasan tahun berumah tangga baru kali ini Papi Ammar memperlakukannya seperti ini.
Maafkan Papi , itu semua supaya Mami menjadi istri yang baik seperti dulu , kembalilah ke jalan yang benar Mi , sebelum aku benar - benar akan meninggalkanmu.....ucap Papi Ammar, ia tau istrinya ada di luar pintu .
*
*
Ayna menghambur ke pelukan Mama Hana , ia datang bersama suami dan anaknya Zaky.
" Ayna kangen sekali sama tante , tante sekeluarga sehat?".
" Alhamdulillah sehat Ay , maafkan kami baru bisa datang kemari ". Mama Hana membelai puncak kepala Ayna, ia begitu sayang pada Ayna .
__ADS_1
Abhisek hanya melihat interaksi keduanya dengan penuh tanya di otaknya .
" Kamu makin cantik aja Ay , aku dengar kamu sedang hamil ?".
" Iya Tante sudah mau empat bulan ".
" Memang ya aura orang hamil itu berbeda , kamu makin tambah mempesona, sayang sekali kamu gagal jadi menantu ku , lihat tuh Zaky sampai patah hati berat Ay ".
" Mama apaan sih...aku dibawa - bawa ". Zaky pun bersuara.
Ehemmm....Abhi berdehem , karena merasa dicuekin oleh istrinya.
Benar kata Bang Aqil sainganku banyak....siapa lagi ini....Ayna sampai lupa mengenalkanku...
" Eh iya , Tante masih ingat kan ,ini suami Ayna ". Ayna menarik tangan Abhi dan menggegamnya , ia tau suaminya dalam mode cemburu.
" Ya ingatlah , orang setampan ini masak dilupakan ,tapi masih gantengan anak Tante Ay....ha..ha..ha..". canda Mama Hana.
" Zaky memang paling ganteng Tante diantara kami bertiga ". Ayna ikut tertawa, maksud Ayna adalah dirinya , Mimi dan Zaky.
Zaky tersenyum senang dipuji Ayna , tapi tidak dengan Abhi, pria itu makin terlihat kesal.
" Ay .." panggilnya Abhi manja.
" Lihat Ay , suami kamu tidak terima kamu memuji putraku ". ledek Mama Hana.
" Bagiku kamu tetap tak terkalahkan Mas , tampan , kaya , masih muda lagi ...nikmat mana yang akan aku dustakan...iya kan Tante ".
" Kamu sekarang pandai merayu juga Ay...duh makin nyesek deh si Zaky ngga dapat kamu ".
Aamiin .....Mama Hana dan suaminya juga Zaky ikut mengaminkan.
" Tapi aku boleh kan mengganggap anak kalian sebagai cucuku , Ay ..Bhi ?". pinta Mama Hana.
Ayna menengok ke Abhi ,dan Abhi pun mengangguk tanda tak mempermasalahkan itu. " Tentu saja boleh tante....anakku pasti senang mempunyai banyak oma itu berarti banyak pula yang akan menyayanginya ".
" Terima kasih sayang , Tante pulang dulu ya Ay , kabari kalo kamu sudah lahiran ".
" Pasti Tante..".
" Kamu langsung ke kota Zak ?".
" Iya Ay , gak ada lagi yang merindukanku disini !" jawab Zaky sendu , menatap nanar pada Ayna.
Melihat itu Abhi langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Ayna , tanda kepemilikan.
" Terima kasih ya Zak, kamu sudah menemaniku kemarin ".
" Sama - sama Ay...eemmm boleh peluk gak Ay , pelukan sahabat ". ucap Zaky ragu , sambil melirik ke Abhisek.
Tanpa diduga Abhisek langsung memeluk Ayna. " Kamu tau jawabannya kan Zak , yang punya gak bolehin.." Ayna terkekeh.
__ADS_1
" Ayna milikku, kamu cari yang lain ".
" Posesif juga suamimu Ay...ya udah aku pulang saja , sampai jumpa di kota ya Ay ".
Abhi bertanya - tanya dengan ucapan Zaky yang terakhir....berarti Zaky juga tinggal di kota , wah bahaya mengancam nih, pebinor harus diwaspadai ..begitu pikir Abhi.
" Ada apa Mas , mukamu itu loh gak enak dilihat ". Muka terlihat makin jutek sepeninggal Zaky dan keluarganya.
" Kamu gak tau apa salahmu sayang?".
" Memangnya aku salah apa ?".
" Gak ingat tadi memuji pria lain di depan suamimu , kamu harus dihukum sekarang, ikut aku !". Abhi membawa Ayna ke kamar nya di rumah Ibu Anna.
" Ngapain ini kesini , hukumannya apaan sih Mas ,lagian aku gak benar - benar memuji Zaky , aku kan muji kamu Mas , suamiku yang paling ganteng ".
" Engga mempan rayuannya, aku akan tetap menghukummu , buka baju mu!".
" Hah...Mas mau apa , pagi kan sudah Mas , jangan aneh- aneh nanti ibu datang ".
" Ibu masih sibuk di tokonya, yang pagi ?? memang kita ngapain tadi pagi , aku sudah lupa ". Abhi langsung melucuti pakaiannya istrinya yang masih cengo dengan ucapannya tadi.
" Kamu tau Mas , kalo begini aku teringat waktu kita nikah , kamu terus saja minta ke kamar dan meminta jatah ".
" Maka dari itu , ayo kita lakukan terus , supaya ingatanku cepat kembali ".
Ayna gemas mencubit perut suaminya. " Aduh sayang...kamu senang sekali menganiaya suamimu ".
" Mana ada terapi begituan buat mengembalikan ingatan ".
" Ada sayang , buktinya aku , pertama melakukan penyatuan malam tadi sedikit demi sedikit aku mengingat sesuatu ".
" Iya , tapi tetap saja yang kamu ingat bukan diriku , tapi tentang begituan terus yang kamu ingat ".
" Itu namanya sudah ingat sayang , buktinya aku semakin yakin kalo kamu istriku yang paling ku cinta.....sekarang berhenti bicara banyakin bekerja..".
Abhi merebahkan Ayna dengan pelan , ia mulai mencumbu istrinya. " Aku yang akan mempimpin , nanti gantian kamu ya Yang ".
" Tunggu , dua kali Mas ?".
" Engga...aku sekali kamu sekali ". jawab Abhi enteng.
" Sama aja Mas , gak boleh banyak - banyak Mas , aku masih hamil muda, aku juga masih lelah ".
" Baiklah....".
" Mas ..".
" Diam Ay , nanti gak kelar - kelar...keburu Ibu kesini nanti ". Ayna tergelak ....Abhi masa bodoh ia tetap menyalurkan hasratnya yang sudah diujung tanduk.
Sekali mencoba ketagihan terus ...itu yang dirasa Abhisek saat ini , ia pun tak bisa jauh dari istrinya itu...Ayna sampai risih, ke kamar mandi pun Abhi ikut meski menunggu di depan pintu...hadeehhhh , Ayna sampai pusing , kenapa suaminya jadi semakin aneh.
__ADS_1
Bersambung......
***