
Happy Reading
***
" Pak Abhi engga bisa begini , seenaknya saja membatalkan kerja sama...saya bisa menuntut anda ". Pak Hartono berapi - api, masuk langsung menyemprot Abhisek.
" Duduklah dulu Pak Hartono, anda sopan kami segan ".ucap Abhi santai menghadapi kemarahan Pak Hartono.
" Apa maksud Pak Abhi melakukan ini pada saya ?".
" Gak ada maksud apa- apa Pak Hartono, saya hanya berubah pikiran tidak jadi bekerja sama dengan perusahaan Bapak ".
" Tapi saya tidak terima , saya bisa menyebarkan berita ini, bahwa perusahaan Pak Abhi suka seenaknya saja memperlakukan rekan kerjanya , dan bisa membuat perusahaan Pak Abhi di mata pengusaha lain akan menjadi jelek..".
" Silahkan saja Pak Hartono, suka - suka anda ". Pak Hartono makin geram melihat Abhi begitu santai menghadapi masalah ini.
" Saya minta ganti rugi ".
" Ganti rugi seperti apa yang Bapak minta , kita bahkan belum menandatangani kontrak ".
Aku akan lihat apa sebenarnya mau mu pak tua ...
" Saya sudah rugi waktu dan tenaga Pak Abhi setidaknya anda memberikan sedikit kompensasi !". Kerja sama tak jadi tidak apa , setidaknya ia harus dapat sesuatu dari Abhisek itulah keinginan Pak Hartono.
" Kompensasi ??...emmm langsung saja , anda meminta apa Pak ?".
Aqil padahal sudah tidak tahan melihat drama yang Abhisek buat , kenapa tidak langsung saja menunjukkan bukti kebusukan Pak Hartono kan cepat beres, buang - buang waktu saja.
Dan Aqil tau , Bos nya ini sedang mempermainkan Pak Hartono...dasar Bos kurang ajar , orang tua dipermainkan...ucap Aqil dalam hati.
" Saya gak minta banyak Pak Abhi ". nadanya mulai melembut, apalagi ketika Abhi tidak marah ketika ia meminta kompensasi, kesempatan ini harus digunakan sebaik mungkin.
" Saya harap Pak Abhi mau mengabulkan permintaan saya , meski saya tau Pak Abhi sudah menikah ....".
Perasaanku gak enak nih...." Pak Hartono gak usah berbelit belit , to the point aja Pak !".
" Itu Pak , bisakah Pak Abhi menikahi anak saya , nikah siri juga gak apa - apa , anak saya mau kok meski jadi istri kedua , iya kan Nggi?".
" Iya Pa ....Anggia mau kok ". ucap Anggia malu - malu kucing.
Aqil mentertawakan Abhi dalam hati , ia sudah menduga kalo Abhi lah yang diincar Pak Hartono dan Anggia.
__ADS_1
Abhi masih diam , ia menghembuskan nafasnya kasar. Cukup sudah dramanya , ia akan akhiri sekarang juga.
" Maaf Pak Hartono bukan saya menolak rezeki ditawari gadis secantik Anggia ,tapi memang saya tidak mau , bagi saya menikah cukup sekali seumur hidup , dan saya mencintai istri saya dengan seluruh jiwa raga saya ".
Anggia sudah senang dipuji cantik oleh Abhi, tapi pada akhirnya ia kecewa juga karena tetap saja ditolak.
" Kenapa Pak Abhi menolak saya , apa kurangnya saya ini , cantik kaya ...bahkan Saya jadi idola kampus ,perlu Pak Abhi tau ". Anggia tak terima ditolak , reputasinya ancur sebagai wanita yang dipuja banyak laki - laki.
" Kurangnya banyak jika dibanding dengan istri saya ".
" Saya juga tidak kalah cantik dengan istri Pak Abhi ". Anggia masih ngeyel mempertahankan diri.
" Cantik hati itu yang kamu tidak punya , kenapa saya tau , karena sejak awal kamu dan Papa kamu punya niat tidak baik terhadap saya ".
" Maksud Pak Abhi apa , saya tidak mengerti ?".
" Bang...kasih tau mereka !".
Sesuai perintah, Aqil lalu memperlihatkan video ketika mereka sedang berbincang di restoran waktu itu.
Pak Hartono mulai ciut , belangnya ketahuan sudah.
" Bagaiman Pak , apa perlu saya sebarkan video itu , agar para pengusaha lain tau kelakuan Pak Hartono dan putri Bapak ".
" Begitu lebih baik...coba dari kemaren anda setuju , jadi anda tidak perlu capek- capek mendatangi saya kesini , saya juga tidak perlu membuang waktu kerja saya hanya untuk mengobrolkan sesuatu yang gak penting seperti ini ".
Heleh...yang dari tadi buat drama siapa , dirinya sendiri yang bikin lama...pake nyalahin orang , gerutu Aqil .
" Tapi Pa...".
" Kita pulang Anggia !".
" Pak Abhi , saya benar - benar sudah jatuh cinta pada anda , mohon dipikirkan lagi ". Anggia masih belum mau beranjak dari sana.
Abhi sosok yang sangat diidamkan kaum hawa , makanya ia mencoba peruntungannya sendiri.
" Saya tegaskan sekali lagi , saya sama sekali tidak tertarik dengan anda , silahkan Pak Hartono bawa putri anda keluar dari sini, sebelum saya berubah pikiran!".
Akhirnya Pak Hartono sedikit menyeret Anggia , meski anak itu terus berontak.
" Puas Bos ?".
__ADS_1
" Puas Bang....tapi melelahkan , ternyata menguras banyak tenaga , aku jadi lapar sekarang ".
" Bos kelamaan sih , langsung skakmat kan sekesai sudah ".
" Gak asik itu namanya Bang , buat hiburan lah sekali - kali ".
" Gak takut kualat ngerjain orang tua Bos?".
" Dia bukan orang tuaku , lagian dia juga mau mempermainkan anak - anak ,jadi aku balas lah ". benar kata Ayna , ada saja jawabannya.
" Yakin nih masih anak - anak ?".
" Yakinlah , anak - anak yang sudah bisa bikin anak namanya Bang ....oke kan ".
" Oke dari hongkong ". gerutu Aqil.
" Kita makan di restoran depan yuk Bang ".
Asyikkk makan gratis nih " Ayo Bos !". jawab Aqil semangat.
" Eh gak jadi Bang , aku malas jalannya ...aku suruh OB saja buat membeli makan di kantin perusahaan ". Aqil langsung lemas...mau makan enak dan gratis gagal sudah.
" Baiklah ,terserah Bos saja , saya akan panggilan OB untuk kesini !". Aqil berjalan gontai , begini rasanya sudah dipatahkan hatinya sama Bos .
" Terima kasih Bang , Oh ya Bang ...".
Aqil langsung balik badan ,siapa tau Bos nya berubah pikiran lagi.." Iya Bos , ada apa ?".
" Jangan lupa tutup pintunya Bang !".Aqil mengangguk lalu menutup pintu dengan cukup keras.
What...itu saja , hanya disuruh menutup pintu....Bos sialan...maki Aqil dalam hati.
Ketika ada OB yang membawa makanan menuju ruangan Abhi... Resma langsung bangkit , ia sengaja membawa makanannya ke meja kerjanya, agar ia bisa menghadang OB yang membawa makanan Abhi.
" Tunggu Pak sebentar!". panggilnya ...tapi sang OB hanya nengok sebentar lalu berjalan lagi .
" Kurang ajar nih OB ". Sretttt......
Resma menarik tangan OB itu cukup kencang...
Bersambung
__ADS_1
***