I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 25


__ADS_3

Happy Reading


***


Malam tadi adalah pengajian empat puluh hari nya Riko.


Pagi ini Ayna berkumpul dengan Mama Arini dan Papa Radit.


" Ma , Pa ...ini kunci rumah dan kunci mobilnya Mas Riko , Ay serahkan semuanya pada Mama dan Papa ".


Ayna menaruh dua buah kunci di meja.


" Itu milik kamu Ayna , itu bukan dari uang kami , itu murni dari Riko untukmu, apa kamu tidak tau , rumah ini sudah atas nama kamu ".


jelas Mama Arini.


Ayna cukup terkejut dengan penjelasan Mama Arini.


" Ay benar - benar tidak tau Ma ".


" Nanti pengacaranya Riko yang akan menjelaskannya ".


" Dan saham milik Riko juga akan dialihkan atas nama kamu nak ".


ujar Mama Arini.


" Tidak tidak , tidak usah Ma , itu buat Mama sama Papa saja , Ay tidak mau, itu terlalu berlebihan ".


Ayna merasa tidak berhak menerima semua harta Riko , menjadi istrinya saja dalam waktu sebentar, ia sudah cukup menerima kebaikan Riko selama ini baik buat dirinya maupun untuk ibu dan adiknya , bahkan Riko juga sudah membayar lunas biaya kuliahnya.


" Tapi itu tetap hak kamu nak ".


" Ma , aku terima rumah ini tapi tidak untuk saham Mas Riko , manfaatin buat Mama dan Papa saja ".


" Gimana ni Pa , menantumu menolak ".


Mama Arini meminta pendapat suaminya yang sedari tadi diam saja.


" Ya sudah Ma , nanti kalo kita punya cucu ,baru kita berikan ke cucu kita saja ".


" Oh iya Mama lupa , apa belum ada tanda - tanda Ay ?".


" Maksud mama ?".


" Hamil Ay ".


" Gimana bisa hamil Ma , kita melakukannya saja belum ".


" Maksud kamu , kalian belum berhubungan badan Ay ?".


Mama Arini kaget , ia juga takut harapannya mempunyai cucu keturunan Riko sepertinya tidak akan terwujud mendengar pengakuan Ayna.


Ayna mengangguk lemah , ia juga merasa tidak enak telah menghancurkan harapan kedua orang tua di depannya ini.


" Selesai akad nikah , Ay baru mendapat datang bulan Ma , dan rencananya kami akan berbulan madu besok paginya ketika malam itu Mas Riko mengalami kecelakaan.".


ucap Ayna sendu mengingat kembali rencana nya dengan suami yang gagal karena kecelakaan itu.


Mama Arini lemas sudah ...ia merasa bersalah kembali.


Ayna berdiri dan berjongkok di depan Mama Arini lalu menggenggam kedua tangannya.


" Maafin Ay ya Ma , belum bisa bahagiain Mama dan Papa ".


" Semua sudah takdir , maafkan kami juga , sesuai janji kami , harta Riko akan tetap jatuh pada anak mu nanti kelak , meski ia bukan anak kandung Riko, satu permintaan kami , apakah kami bisa menganggapmu sebagai anak kami , dan anakmu kelak juga menjadi cucu kami , bolehkah Ay ?".


Papa Radit mengusap bahu istrinya agar menerima takdir yang sudah digariskan.

__ADS_1


" Benar kata Papa , kamu mau kan Ay ?".


" Iya Ma Pa , Ayna mau ...mau banget ".


mereka berpelukan.


Meski telah kehilangan Riko , mereka masih bisa menyayangi gadis yang sangat dicintai putranya itu.


Ayna berjanji akan sering berkunjung ke rumah orang tua Riko, sesuai janjinya untuk selalu menjaga kedua orang tua itu.


Sejak saat itu Ayna fokus dengan kuliahnya , ia tidak memikirkan untuk mengganti apalagi menggeser kedudukan Riko di hatinya , mungkin belum ada yang menggetarkan dan meluluhkan hatinya saat ini.


Walaupun banyak lelaki yang berlomba mendekatinya. Tapi Ayna masih menutup hatinya untuk cinta yang lain.


Tiga tahun berlalu dengan cepat, Ayna memasuki semester akhir.


" Ay kamu dipanggil Pak Samhadi ke ruangannya ". panggil Suci.


" Kapan Ci?".


" Nanti lebaran Haji ".


ucap Suci cengengesan.


" Ih serius juga ".


" Sekarang sayanggggg !".


" Idiihhh geli deh, makanya cari cowok Ci biar gak belok ".


" Situ apa kabar ?".


" Lah aku kan udah pernah ".


" Iya ya mentang - mentang udah jendes , sombong amat ".


" Ha..ha..ha...Janda tapi masih segelan ya kan Ci ".


" Sialan , dah ah mending aku temuin Pak Sam , siapa tau ada kabar baik ".


" Ya udah sono , salam buat Pak Sam ya , bilang ke dia kalo nyuruh orang itu mbok dikasih ongkos buat uang jalan , pelit amat jadi dosen, bayaran dia kan banyak ".


" Heh markonah , gak ikhlas banget ..cuma buat manggilin aku doang minta upah , gaji dia emang banyak tapi buat anak bini nya kali ".


" Ya sudah , nanti kamu aja yang traktir aku , bye Ay....aku tunggu di kantin ya , awas aja kalo gak nyamper kesana , kita putus ".


Suci melenggang pergi menuju kantin setelah mengancam Ayna.


Ayna tertawa lirih dengan kelakuan sahabatnya itu.


" Assalamualaikum Pak , Bapak manggil saya ?".


" Waalaikumsalam, sini Ay duduk ".


" Iya Pak terima kasih ".


" Ada apa ya Pak , saya tidak berbuat kesalahan kan Pak ?".


" Tentu saja tidak , kamu kan mahasiswi teladan dan tentu saja kesayangan dan kebanggan para dosen terutama saya ".


Ucap Pak Samhadi sambil tertawa .


Pria berumur hampir kepala lima itu sangat dihormati para mahasiswanya karena kebaikannya.


" Bapak bisa aja , saya jadi terbang nih Pak ".


Ayna ikut membalas candaan Pak Samhadi.

__ADS_1


" Gini Ay , teman bapak sedang mencari bibit unggul buat perusahaannya , ia meminta bapak untuk memcarikannya , terus bapak rekomendasikan kamu , setelah melihat nilai kamu , dia sangat antusias untuk menerima mu bekerja disana, bagaimana kamu berminat Ay ".


" Gimana ya Pak , tapi saya belum kelar kuliahnya ".


" Itu tidak masalah Ay , Bapak yakin kamu bisa menghandlenya , percaya sama Bapak ".


" Emmm gimana ya Pak ".


" Buat pengalaman Ay , jarang - jarang loh ada kesempatan ini ".


Setelah berdiam sejenak , Ayna akhirnya memberi keputusan.


" Baiklah Pak , Ayna terima , lalu kapan saya memulainya Pak ?".


" Senin depan , nanti hari pertama Bapak yang akan mengantarkan kamu ".


" Baik Pak, terima kasih atas kepercayaan Bapak pada saya.


" Sama - sama Ay , Bapak yakin kamu pasti tidak akan mengecewakan saya ".


Keluar dari ruangan Pak Samhadi, Ayna meluncur ke kantin untuk memenuhi permintaan sang sahabat.


" Loh ini kok ada Nida , Aini sama Rima ?".


Ayna memperhatikan ke empat sahabatnya yang berkumpul dan asik dengan makanan mereka.


Yang ditanya malah cengengesan.


" Sorry Ay , aku kan orangnya gak tegaan , ku ajak mereka semua buat kamu traktir , amal Ay amaaalll ". ucap Suci tanpa dosa.


" Amal itu ke Masjid sama buat anak yatim dan kaum dhuafa ".


Ucap Ayna , ia pun duduk dan mencomot makanan milik Suci.


" Itu punyaku Ay , pesen sendiri sono !".perintah Suci.


" Lah lupa siapa yang bayarin , pelit ih ".


Ayna pun lebih memilih untuk memesan makanan nya sendiri.


" Ada apa Ay dipanggil sama Pak Samhadi ?".


tanya Aini.


" Oh itu , aku dikasih kerjaan di perusahaan besar "


" Enak banget ya jadi kamu Ay , belum lulus aja udah ada yang mesen ". tambah Nida.


" Jangan iri lah , makanya belajar yang rajin biar kayak Ayna , jangan kerjanya mantengin cowok- cowok ganteng aja !".


kata Suci...maksudnya adalah nonton drama korea yang isinya cowok - cowok cakep menurut versi Suci dan ketiga sahabatnya.


" SAMAAAAAA....KAMU JUGA ".


ucap ketiganya dengan serentak.


Hahahaha...Mereka tertawa bersama.


" Emang dasar otaknya Ayna saja yang terlalu encer ".


ucap Rima kemudian.


Mereka terus saja bercanda , jika bersama mereka Ayna merasa bahagia, sejenak melupakan gundah di hatinya.


Bersambung.....


****

__ADS_1


Mampir juga ke karya author yang lain ya 😊



__ADS_2