I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 55


__ADS_3

Happy Reading


***


Papi Ammar mengajak Mami Soraya pergi ke suatu tempat.


" Mau ke mana kita Pi ?".


" Ikut saja , nanti juga kamu akan tau ". Papi Ammar kini sedikit ketus bicaranya, ia juga menjaga jarak dengan istrinya , karena ingin memberi pelajaran pada sang istri supaya sadar dan tidak berbuat semaunya lagi .


" Kenapa sih ngomongnya gitu amat , Papi sekarang berbeda , sudah gak sayang lagi ya sama aku ?".


" Jangan menyalahkanku , ingat - ingat kembali kesalahan apa yang telah kamu lakukan , aku juga tau saat kamu mendatangi Ayna di kantor, sudah ku bilang kan jangan ganggu rumah tangga Abhisek, tapi kamu tak mau dengar , dia putra kita satu - satunya Mi...biarkan ia bahagia dengan pilihannya.! ".


" Heh..jadi karena perempuan itu , Papi lebih membelanya ...iya ?".


" Dia menantuku berarti dia juga putriku ,aku akan lakukan apapun untuk kebahagiaan mereka ".


Mami Soraya mengernyitkan dahinya ketika mobil yang mereka tumpangi menuju ke kantor Polisi.


" Mau ngapain kita kesini Pi...jangan aneh - aneh deh ".


Papi Ammar tak menjawab pertanyaan Mami Soraya, ia langsung menarik tangan istrinya itu untuk masuk ke dalam .


Setelah menunggu beberapa saat keluarlah Rengganis dengan seragam khusus.


" Ini maksudnya apa Pi ?".


" Tanyakan pada wanita kesayangan Mami ini , apa yang telah ia lakukan pada putramu!".


Mami Soraya tak percaya , ia sampai menutup mulutnya. " Rengganis , kamu yang telah menabrak putraku ?".


Rengganis tampak tenang bahkan ia tersenyum manis. " Iya Tante...bagaimana Apa dia sudah mati , kalo belum sia - sia saja aku menabraknya ". ucap Rengganis enteng tanpa rasa bersalah.


Rengganis sendiri sempat kabur ke luar negeri , namun akhirnya ia tertangkap juga dengan bantuan polisi di sana . Orang tua Rengganis pasrah..kasalahan Rengganis kali ini fatal , mau menghilangkan nyawa seseorang.


" Ka..kau...mau menghabisi nyawa Abhisek, dan kamu malah terlihat setenang ini ".


" Ya...seharusnya juga dengan Ayna , tapi Abhi mendorongnya, jadi dia selamat ".


" Kau mengerikan Rengganis ,dasar psikopat....aku menyesal mau menjodohkanmu dengan putraku".

__ADS_1


" Aku sudah tidak menginginkan Abhi lagi Tante...aku hanya mau nyawa mereka berdua habis di tanganku, baru aku akan merasa bahagia ...ha..ha..ha.. ". Mami Soraya makin bergidik ngeri melihat Rengganis seperti itu, untung tak jadi menantunya.


" Akan aku pastikan kamu membusuk di penjara Rengganis ". bentak Mami Soraya.


" Aku tak perduli , aku cukup senang telah membuat Ayna menderita , aku dengar Abhi koma dan semoga tak bangun lagi.."


" Kamu...!!!". plak...plak....Mami Soraya menampar Rengganis berulang kali , sampai tangannya sakit sendiri...sedangkan Rengganis hanya tersenyum miring seakan tak merasakan sakit akibat tamparan Mami Soraya...bahkan bibirnya sedikit mengeluarkan darah.


" Ck...kalian keluarlah , aku mau masuk , malas sekali berbicara dengan Tante membuat perutku lapar saja , kesini juga tidak membawa apa - apa..setidaknya bawalah makanan untukku , makanan disini tak enak ". setelah berkata seperti itu , Rengganis langsung berjalan masuk meninggalkan Mami Soraya yang masih ingin memakinya .


" Kurang ajar...aku belum selesai bicara ..hey..kembali !!!".


" Sudahlah kita pulang , kamu lihat Mi , itu wanita pilihan mu, tak ada seujung kukunya jika dibandingkan dengan Ayna, jangan lagi menyalahkannya, seharusnya kamu sadar semua akar masalah ini bersumber dari kamu ". Mami Soraya makin sakit hatinya, panggilan suaminya tak semesra dulu , dari tadi kamu ,kamu dan kamu .


" Kok aku Pi ?".


" Lalu siapa, Ayna lagi yang salah...yang bawa Rengganis masuk ke keluarga kita siapa hah...kamu bukan?".


" Maafkan aku Pi !".


" Sudah terlambat, satu lagi yang perlu kamu tau, Rengganis itu penyakit mental parah , ia masih mengkonsumsi obat sampai sekarang, kamu pernah lihat kan dia mengamuk di rumah saat itu".


" Maafkan aku...maafkan aku...maafkan Pi ". akhirnya tangis Mami Soraya pecah.


Papi Ammar hanya melihatnya, ia pun tidak ada keinginan untuk memeluk atau menenangkan istrinya , biarlah istrinya itu sadar akan kesalahannya.


*


Malam ini seperti biasa Ayna sudah duduk manis di samping Abhisek.


" Kapan kamu bangun Mas..tidak lelahkah kamu tidur terus, sudah hampir sebulan loh kamu kayak gini , engga kangen sama aku dan calon debay kita ". Ayna selalu mengajak ngobrol suaminya meski tidak pernah mendapat jawaban.


" Mas , kemarin aku periksa dan alhamdulillah calon anak kita sehat , aku juga tidak mengalami muntah - muntah seperti wanita lain , mungkin si kecil tau Bunda nya sedang jaga Ayahnya , jadi dia tidak mau merepotkanku ".


" Aku gak boleh nangis..jangan nangis..jangan nangis Ayna...hiks..hiks...". Meski ia tahan tetap saja air mata itu turun sendiri.


" Bangunlah Mas...aku sangat merindukan mu!".


Ayna menggenggam tangan Abhisek dan sesekali menciuminya. Tanpa Ayna sadari jari jemari Abhisek bergerak perlahan. Semakin lama gerakan itu semakin terasa di tangan Ayna.


" Ka..kamu..tangan mu bergerak Mas..". Ayna langsung memencet tombol emergency. Datanglah seorang dokter bersama perawatnya.

__ADS_1


" Tadi jarinya bergerak dok ".


" Tuan...Tuan Abhi...anda mendengar suara saya, buka mata anda pelan- pelan ....ya begitu ".


Abhi mulai membuka matanya pelan - pelan , ia masih menyesuaikan dengan cahaya yang ada di ruangan itu.


Mata Abhi sudah terbuka lebar , dan orang yang pertama kali ia lihat adalah Ayna.


" Alhamdulillah....terima kasih ya Allah..akhirnya kamu sadar juga Mas .". Ayna langsung menghambur memeluk Abhi , sambil menangis sesenggukan.


Mas ??? Abhi tak bergeming mendengar panggilan Ayna...ia hanya diam, Ayna melerai pelukan sepihaknya , ia merasa heran sang suami tak menyambut pelukannya , bahkan seperti orang bingung.


" Mas Abhi , kenapa diam saja , kamu haus mau minum atau mau apa ?". tanya Ayna panik ketika Abhi masih memandangnya penuh tanya.


" dok...ini gimana , kenapa Mas Abhi diam saja , dia tidak bisu kan ?".


" Sebentar Nona , saya periksa lagi ".


" Semuanya sehat kok gak ada yang bermasalah , tapi....Tuan Abhi tolong ucapkan sesuatu !". Ada sesuatu yang dokter curigai, mungkin imbas dari kepala Abhi yang terbentur waktu kecelakaan itu.


" Di ..dia siapa ?" tunjuk Abhi ke Ayna.


" Jangan bilang kamu melupakanku Mas ". Ayna terkejut , Abhi tak mengenalnya.


" Mas ?? kenapa memanggilku Mas ?".


" Tentu saja karena kamu suamiku ".


" Suami , apa aku sudah menikah dengan mu ?".


" Iya , bahkan aku sudah mengandung , disini ada calon anak kita ". Ayna membawa tangan Abhi dan meletakkannya di perutnya. Ada perasaan hangat yang menjalar di hati Abhi ketika bersentuhan dengan Ayna, tapi tetap saja ia masih bingung.


Abhi masih belum merespon, bahkan ia menarik tangannya dari perut Ayna ." Papi sama Mami mana ?". ia mengalihkan pembicaraan.


" Aku akan menelpon Papi dan Mami kamu Mas ".


Setelah menelpon, Ayna kembali mendekati Abhisek, ia akan menyentuh tangan Abhi , tapi Abhisek menarik tangannya agar tak tersentuh oleh Ayna....Deg...hati Ayna hancur . Dalam diam air matanya kembali luruh , ia pun menjauh dan duduk di sofa.


Bersambung


***

__ADS_1


__ADS_2