
Happy Reading
***
Abhisek masih memasang muka tak mengenakan meski Ayna sudah menyambutnya dengan senyum sejak pulang kerja tadi. Dalam hati Ayna bertanya , tumben sekali suaminya ini pulang kerja masih siang , tapi ia memendamnya tak berani bertanya ketika melihat muka suaminya ditekuk begitu.
Abhi memang sudah bertekad akan mendiamkan istrinya itu , pokoknya ia akan ngambek beneran kali ini , tanpa Abhisek sadari sifat kekanak - kanakannya keluar .
" Aku mau menyiapkan makanan dulu, kamu mandi dulu sana !". Abhi bergegas ke kamar mandi tanpa menjawab Ayna sedikitpun.
Ada apa lagi ini , sampai mogok bicara ,dari tadi engga jawab ucapanku, gumam Ayna .
Ayna menuju kamar, ia pun menyiapkan baju untuk suaminya, niatnya untuk menyiapkan makanan ia urungkan , karena penasaran ia lalu duduk menunggu suaminya di tepi kasur.
" Mas Abhi ini bajunya , aku bantu ya !". Melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi , Ayna langsung berdiri, menarik tangan Abhi agar mendekat ke samping ranjang.
Sebenarnya telinga Abhi cukup tergelitik dengan panggilan baru Ayna yang menyebutnya dengan Mas , sangat manis didengar...tapi ia masih ingin menjalankan misi ngambeknya.
Abhi menurut , dia diam saja ketika Ayna membantunya memakai pakaian, ia ingin lihat sampai dimana sang istri meluluhkannya.
Ayna terkikik dalam hati...Seperti sedang mengurusi bocah cilik yang lagi ngambek sama emaknya....oke kita lihat sampai dimana pertahanan mu...
Ide jahil muncul di otak Ayna. Ia membuka handuk yang membalut tubuh bagian bawah suaminya , tentu saja Abhisek cukup terkejut dengan ulah istrinya itu....tapi ia mencoba menormalkan mimik mukanya.
Ayna mengambil dalaman suaminya " Angkat kakinya Mas !". Abhi menurut , Ayna tersenyum smirk.
Ayna sengaja memperlambat gerakannya, ia juga dengan sengaja mengelus pusaka sang suami yang akan ia tutupi itu...Abhi mengeram tanpa suara, ia menahan gejolak gairahnya yang langsung naik seratus persen.
" Seperti makin besar saja benda ini , pantas saja berasa banget kalo lagi masuk ....Cup....jadi selalu teringat sama kamu tong ". Bahkan Ayna mengecupnya sekilas , Abhi pun memejamkan matanya.
Tahan Bhi , tahan...jangan sampai goyah....ucapnya dalam hati.
Lain di mulut lain di hati , si otongnya tidak mau diajak kerja sama , ia malah semakin tegak menantang. Ayna pun semakin menjadi.
" Loh kok malah berdiri begini dan eemmm bahkan lebih besar dari tadi, jadi gemes ih !".
" Tidur ya...ini masih siang , sekarang kamu masuk kandang dulu hemmm ". Elusan tangan Ayna makin kencang dan sedikit meremas , ia mentertawakan dirinya sendiri , seperti orang gila berbicara pada pusaka milik Abhisek pikirnya.
Abhisek benar- benar sudah tidak tahan , ia akan menjeda acara ngambeknya , yang penting puasin si otong dulu , biarin dikatakan plin plan.
" Sudah Mas lanjutin sendiri saja , aku mau menyiapkan makanan, sepertinya kamu gak suka aku bantu !".
__ADS_1
Greb.....Abhi langsung memeluk Ayna dari belakang ketika ia akan melangkah pergi.
Hahaha....rasain emang enak di kacangin....Ayna tertawa puas , akhirnya Abhisek kalah juga.
" Mau kemana hemm, seenaknya saja membuatnya bangun terus meninggalkannya tanpa tanggung jawab ". Suara Abhisek akhirnya keluar juga.
" Apaan sih Mas , aku kan cuma memegangnya , salahin punya kamu yang tiba - tiba berdiri sendiri ".
" Itu karena kamu pegang sayanggg, karena kamu yang memulainya maka aku tak akan berhenti sebelum kamu yang memintanya ".
Aakkkhhh....Ayna teriak saat Abhisek mengangkatnya lalu membawanya ke atas kasur.
Abhi menyeringai " Kita lihat kuat berapa ronde kali ini ".
" Mas ,aku mau menyiapkan makan buat kamu , awas minggir ". tapi tak digubris Abhisek, ia malah sibuk melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Ayna.
Aahhhhh.....Ayna kembali berteriak, Abhi menjawab ucapan Ayna dengan perbuatan, ia menyesap bagian dada istrinya bergantian .
Kali ini Abhi bermain cukup kasar , Ayna sampai protes. " Pelan sayang , kalo engga aku gak mau melayani kamu !".
" Aku lagi kesal sama kamu.....jadi Ini hukumannya ".
" Please sayang...". suara Ayna memelas , ia takut janin yang ada dalam perutnya terganggu...dan Abhisek belum tau tentang itu.
Satu jam kemudian....." Masih mau mogok ngomong lagi Mas ?".
"Hemm... kamu kemana aja seharian ini Ay , apa seharian kamu tiduran saja ?". Abhisek memancing kejujuran istrinya.
" Tadi itu rencananya mau ke kantor kamu , mau ngasih kejutan eh malah aku yang terkejut , rem motor ku blong , aku kecelakaan beruntung ada orang yang menolongku!".
Mendengar istrinya kecelakaan Abhi langsung pamit dan memeriksa tubuh istrinya yang masih polos itu.
" Mana ,dimana yang luka Yang......mana yang sakit ?".
" Ishhh...apaan sih Mas , kan kamu lihat ni tanganku yang luka kegesek aspal , kenapa kamu periksa yang lain !". Ayna menepis tangan Abhisek yang malah memeriksa bagian inti Ayna.
" Justru itu yang harus aku periksa lebih dulu , kasihan si otong kalo rumahnya bermasalah Ay ".
" Engga jelas , bukannya kamu baru saja memakainya , tak ada masalah kan ".
" Oh iya aku suka lupa ingatan soal itu " Ayna mendengus. " Terus!".
__ADS_1
" Ternyata orang yang menolongku itu Zaky sahabat aku dan Mimi saat di kampung, sekarang dia bekerja di kota, dulu dia belajar di luar negeri, lalu kita sempet lost contact, dia juga mengantarku ke rumah sakit dan mentraktirku makan , aku tak kuasa menolak karena dia juga terluka karena menolongku ".
Lega hati Abhi , ternyata istrinya ini berkata jujur , tapi tetap saja ia cemburu." Tapi gak sampai seakrab itu kali , sampai tertawa - tawa renyah gitu ".
" Maksudnya....apa kamu tau kejadian tadi ?".
" Hemm......ada orang yang mengirimnya ke HP ku ".
" Jadi karena itu Mas ngambek ?".
" Iya , puas kamu bikin suami kepanasan hatinya , aku sampai ninggalin kerjaan loh gara - gara kamu ".
" Ck..gak sampai segitunya kali Mas ".
" Oh iya , aku suka kamu memanggilku dengan sebutan Mas ".
" Syukurlah kalo Mas suka ".
" Ay !".
" ya ".
" Ay !".
" Apa Massss?".
" Aku cek lagi ya lobang si otong ".
" Modus, bilang saja mau lagi ".
Di luar rumah Ayna dan Abhi suasananya tak kalah panas dari pergulatan mereka, itu yang sedang dirasakan seorang wanita di dalam mobilnya.
" Kok sepi sih , gak ada peperangan yang sudah aku bayangkan ". gumam wanita itu yang ternyata adalah Rengganis.
" Masak gagal sih , padahal aku lihat tadi Abhi terlihat marah dan pulang tergesa ". Memang sejak mengirimkan pesan itu , Rengganis menunggu Abhi di luar kantornya, ia pun mengikuti kemana Abhisek pergi.
" Ayo Abhi usir wanita tukang selingkuh itu , jangan bodoh Abhi , hanya aku yang mencintaimu dengan tulus ". Rengganis sedari tadi mengoceh sendirian.
Tanpa terasa Rengganis ketiduran karena kelelahan menunggu kejadian heboh yang ia harapkan ternyata tidak terjadi sama sekali.
Padahal ia pun belum mengisi perutnya dari siang....kasihan sekali nasibnya kali ini , sementara di dalam sana sepasang suami istri itu tengah asik memadu kasih.
__ADS_1
Bersambung.....
***