
Happy Reading
***
" Berikan padaku Pak !". Resma menarik paksa tentengan yang ada di tangan OB itu...tapi ternyata sang OB sudah mengantisipasinya.
Ia berhasil mencegah tangan Resma menyentuh tas plastik itu. " Maaf Bu , gak bisa ".
" Enak saja panggil ibu , aku bukan ibumu dan aku tidak setua itu !".
" Maaf Mbak, saya sudah ditunggu sama Pak Abhi ". ucapnya sopan.
" Ini lagi ...Mbak ,katrok sekali...panggil nona, lihatlah penampilanku , sini biar aku saja yang bawa masuk ke dalam , aku kan sekretarisnya!".
" Ini sudah menjadi tugas saya non ". sang OB pun kekeh mempertahankan tugasnya , ia harus patuh pada pimpinan yang memberi amanat padanya , ketimbang pada wanita yang sok berkuasa , padahal hanya sekertaris baru yang belum resmi jadi karyawan tetap.
" Kamu ngeyel amat sih , apa mau uang , katakan saja berapa ?".
" Saya gak mau uang haram non , gak berkah ". ucapan sang OB membuat Resma naik darah , hari gini masih ada orang nolak duit.
" Sombong sekali kau , gaji gak seberapa juga ". Resma mengeluarkan uang seratus ribu berjumlah lima lembar . Ia tunjukkan ke muka sang OB agar tergiur dengan sogokkannya.
" Ini perintah langsung dari Pak Abhi, bahwa saya sendirilah yang harus mengantar makanan ini pada beliau..".
" Kamu tidak mau mengikuti perintah saya ?? apa masih kurang uang yang keluarkan ini ?".
" Untuk apa saya terima uang yang tidak seberapa ini jika saya harus kehilangan pekerjaan saya ...sekali lagi maaf , Saya tidak mau menerima uang anda nona ".
" Ihhh lama...". Resma kembali menarik tas plastik itu , jadilah drama tarik menarik hingga terdengar suara yang menghentikan keduanya.
" Berhenti !!!". teriak Abhisek.
Abhi menunggu sudah cukup lama , perutnya ini benar- benar sangat lapar , sedangkan OB yang ia suruh tak datang juga.
" Kan aku suruh beli di kantin perusahaan bukan ke Gelora Bung Karno , kenapa lama...apa dia muterin perusahaan dulu baru kemari.....Ck , menyebalkan ".
Ia baru ingat kenapa tak menelpon Aqil saja...efek lapar membuat otaknya tak bisa berfikir dengan baik.
Setelah menelpon Aqil , Abhi kaget ...ternyata OB suruhannya sudah kembali dari tadi. Ia pun hendak mengeceknya, tapi begitu membuka pintu pemandangan yang pertama ia lihat adalah cekcok antara Resma dan OB itu.
Kini ia tau ,kenapa makanan yang ia tunggu belum sampai juga ,ternyata semua itu ulah Resma, sekertaris barunya itu.
__ADS_1
" Pak , bawa kesini !". Resma terpaksa melepas tangannya dari tas plastik itu , ia menelan ludahnya ketika melihat tatapan Abhi yang begitu tajam menusuk, seakan akan mau menelannya
hidup- hidup.
" Maaf Pak Abhi , niat saya hanya un.....".Mulut Resma belum menutup....ia pun menahan malu , karena OB tadi mentertawakan dirinya yang tidah dihiraukan oleh Abhi.
Brakkkk!!!!! pintu kembali tertutup dengan cukup kencang.
Setelah memberikan uang tip , Abhi langsung kembali masuk ke ruangannya tanpa menggubris ucapan Resma .
" Apa lihat - lihat ...
Resma tidak tau lagi bagaimana caranya bisa mendekati Abhi , masuk ke ruangannya saja sampai saat ini tidak bisa. Ia juga pusing dengan segala perintah Om dan Tantenya yang tiada hari tanpa lelah menerornya.
*
*
Hari ini Aqil begitu bahagia bisa melepas masa lajangnya dan juga terbebas dari perintah Bos nya yang menyebalkan itu.
" Selamat ya Kak Valent , semoga cepat isi , biar anakku ada temannya ". Ayna memeluk Valent juga memberikan selamat padanya.
" Selamat juga ya Bang , semoga kalian menjadi keluarga samawa ".
" Aku gak dipeluk juga Ay ?". goda Aqil memancing amarah pria di sampingnya itu.
" Mau aku batalin tiket bulan madunya Bang ?". ucap Abhi menanggapi candaan Aqil.
" Eitttss jangan dong , gitu aja marah , lagian Ayna nya juga gak akan peluk aku , jangan jadi borok sikutan Bos....Sudah ngasih ditarik lagi ..".
" Kebiasaan deh...udah ayo turun , tuh yang ngantri banyak ". lerai Ayna.
" Aku belum naikin kamu loh Yang , masak sudah disuruh turun " . bisik Abhi ke Ayna.
Mata Ayna membulat , bagaimana bisa otak suaminya itu sampai mikir ke arah sana...Ayna langsung mencubit perut suaminya itu.
" Bucin nya gak usah dipertontonkan disini , nanti perhatian tamu pindah ke kalian , yang lagi nikahan kan aku dan Valent..".
" Bos nikmati saja hidangan yang sudah tersedia !". perintah Aqil...kapan lagi kan bisa memerintah Bos nya.
" Tentu saja , kalo bisa akan aku bawa pulang juga....kadoku kan yang paling mahal ". jawab Abhisek.
__ADS_1
" Dih ,perhitungan sekali suami kamu itu Ayna ".
" Siapa ??? ini...kan Bos Bang Aqil , gimana sih ".
" Silahkan kalian kalo mau ribut terus, oh ya aku mau foto dulu sama Kak Valent....Bang Aqil minggir dulu sana !".
" Hahhh , yang benar saja Ay , seharusnya kamu berfoto dengan Valent dan juga dengan diriku , yang jadi suaminya Valent ".
" Gak mau , maunya sama Valent aja ".
" Ngalah aja Bang...cewek dilawan ". ejek Abhi.
Aqil auto minggir ,tak berani melawan emak - emak apalagi sedang hamil ditambah istri sang Bos, bisa panjang urusannya.
Yang melihat itu pada tertawa cekikikan, bahkan orang tua Aqil dan juga mertuanya pun ikut tertawa ....sang pengantin pria disingkirkan oleh tamu undangan...miris juga nasib Aqil.
Beberapa pose sudah mereka lakukan. " Sudah Ay , gak lagi , nanti nyesel sampai di rumah ". sindir Aqil.
" Sudah Bang , aku lelah dan lapar ...ayo Mas ,kita ambil makanan dulu ".
" Gaspol Bang , biar cepet nyusul aku ...oh ya cuti nya seminggu ya gak boleh nambah , aku potong gaji nanti ".
" Iya Bos...iya....dikit - dikit ngancem ".
Ayna kalap , ia mencoba banyak makanan , meski sedikit - sedikit tapi akhirnya menjadi bukit , ia duduk bersandar karena kekenyangan ...laper mata nih bumil....Abhisek hanya mengelus dadanya...mau melarang tak berani.
" Kenyang hemmm ?".
" Iya Mas...begah rasanya ".
" Lain kali gak boleh gitu sayang , berlebihan itu dilarang ".
" Iya Mas ...iya....namanya juga kepengen , takut si dede ngiler nantinya..". alesan Ayna.
" Kita pulang , masih bisa jalan engga ?".
" Emang kalo gak kuat jalan , Mas mau gendong ?".
" Engga kuat sayang , maafin Mas ya , Mas rangkul aja ya ". lebih baik jujur memang gak kuat menggendong istrinya yang beratnya bertambah banyak itu , Abhi pun tak berani mengatakan istrinya gemuk , bisa perang dunia ketiga nanti .
Ayna sadar , dirinya memang bertambah berat badannya , jika ia tidak sedang hamil , suaminya ini pastilah kuat menggendongnya.
__ADS_1
Bersambung
***