
Happy Reading
***
Abhisek menerima ajakan Papi Ammar untuk makan malam di rumahnya. Tak perlu banyak bujukan untuk membawa serta istrinya kesana , mendengar Papi Ammar yang mengundangnya dengan senang hati Ayna menyanggupinya meski ada sedikit perasaan tidak enak jika bertemu dengan Mami Soraya.
Turun dari mobil Abhisek langsung menggegam erat tangan istrinya. Ayna menarik tangannya, ia berhenti sejenak.
" Ada apa sayang?" Abhi tak mau melepas genggamannya.
" Apa tidak apa- apa aku kesini , nanti Mami Soraya bagaimana ?".
" Tidak akan terjadi apa - apa padamu selama ada aku , percayalah !". Abhisek kembali menarik tangan Ayna lembut dan membawanya kembali berjalan menuju rumah Orang tuanya.
Rupanya Papi Ammar lah yang menyambut kedatangan mereka , rupanya ia sengaja menunggu anak dan menantunya ini di ruang tamu sambil membaca berita di koran.
" Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam ".
" Papi ". ucap Abhi , karena Papi Ammar lah yang membukakan pintu.
" Masuklah !".
" Aku jadi tersandung Papi sampai menyambut kedatanganku ". Abhi terkekeh.
" Tersanjung sayang ". ralat Ayna.
" Eh iya salah ". balas Abhi lagi kembali terkekeh menggoda Papinya.
Pluk...sentil Papi di kening Abhisek. Abhisek mengaduh padahal tidak sakit .
" Dasar anak nakal , kamu mau meledek Papimu , sudah untung disambut sama CEO besar ,malah gak bersyukur kamu ". Canda Papi Ammar.
" Kamu dengar Yang , hebat loh kita sampai seorang CEO sampai membukakan pintu buat kita , apa pembantunya sibuk semua Pi , atau ini kerjaan sampingan Papi ?". Ayna hanya tersenyum mendengar kelakar suaminya.
" Gimana kabar Papi , sehat kah ?" tanya Ayna setelah mencium tangan mertuanya itu.
" Alhamdulillah Papi sehat , terima kasih sudah menanyakan keadaan Papi, kamu memang menantu idaman, beruntung bocah tengil itu mendapatkanmu ".
" Ayna juga beruntung mendapatkanku Pi , Muda tampan kaya dan sangat mencintainya , dimana lagi bisa menemukan suami paket komplit seperti aku ". seperti biasa Abhi membanggakan dirinya sendiri.
" Cih sombong sekali kamu anak muda ".
" Bukan sombong Pi ,tapi kenyataan ".
" Apa kamu menyesal menikah dengan bocah gemblung ini Ay ?". Ayna malah tertawa mendapat pertanyaan dari Papi Ammar.
" Iya Pi , menyesal ....tapi sedikit sih , banyak engganya....sayang Pi kalo ditolak...uangnya kan banyak bisa diporotin...".
__ADS_1
" Sayang...kok gitu jawabnya , gak asik nih ".
Papi Ammar tertawa, baru kali ini Abhisek melihat ayahnya begitu lepas tertawanya. Ia makin cinta pada Ayna , ia bersyukur bisa membawa Ayna masuk menjadi bagian keluarga nya , ada kebahagiaan tersendiri bagi nya dan juga sang Papi.
" Ay , gimana kabar calon cucu Papi ?".
" Alhamdulillah, berkat doa Papi dia sehat selalu".
" Syukurlah, satu atau dua Ay ?". tanya Papi lagi.
" Satu Pi ".
" Maksud Papi , Papi kepingin cucu kembar gitu ?" .tanya Abhi.
" Papi mah berapa aja sedikasihhnya sama Allah, tapi kalo dapat cucu kembar Papi juga makin senang , cucu Papi jadi banyak ". jelas Papi Ammar.
" Ohhh...soal itu gampang Pi , tenaga ku masih kuat untuk memenuhi permintaan Papi , setelah Baby ini lahir aku dan Ayna akan terus lembur untuk membuatnya lagi ".
" Mas ". mata Ayna sampai melotot...
" Apa sayang , jangan sekarang ya , nanti aja dirumah , berapun ronde yang kamu minta pasti aku turutin ". Abhi mengedipkan matanya nakal.
" Benar kata Papi , anak Papi ini memang otaknya rada gesrek Pi ".
" Hahaha...kamu baru sadar sekarang Ay ".tawa Papi Ammar kembali menggema.
Tanpa mereka duga , Mami Soraya mendekat ...Abhi sudah bersiap jika sesuatu terjadi , tapi Mami Soraya malah langsung memeluk Ayna.
" Maafin Mami Ay , maafin Mami ". Ayna tak salah dengar kan Mami Soraya meminta maaf dan mau memanggil namanya.
Papi Ammar dan Abhisek pun menganga tak percaya apa yang sedang mereka lihat.
Yang sebenarnya terjadi adalah........
Malam itu Mami Soraya masih merenungi sikap suaminya akhir - akhir ini. Butiran air mata terus saja mengalir tanpa permisi.
" Apa yang harus Mami lakukan lagi supaya Papi percaya ".
" Aku sudah tidak berkumpul lagi dengan teman - temanku , aku juga sudah tidak berpergian kemana - mana , bahkan aku juga tidak berbelanja barang - barang mewah lagi ".
Mami Soraya terus meracau berbicara sendiri. sampai akhirnya ia tertidur. Dalam mimpinya ia ditinggal sendirian di jalanan....Ia baru saja diturunkan dari mobil oleh Papi Ammar.
" Turunlah , aku sudah tidak mau lagi bersamamu , aku melepasmu agar kamu bebas sesukamu, jangan pernah kembali ke dalam hidupku dan anaku Abhisek, dia sudah bahagia dengan Istrinya, aku tau kamu tidak bisa menerima Ayna menjadi menantumu , maka jangan salahkan aku jika aku lebih memilih Abhi dan Ayna dari pada dirimu ".
" Mami gak mau Pi , Mami mau terus sama Papi ".
" Menolak Ayna berarti juga kau menolak hidup dengan ku , tidakkah kamu lihat Abhisek begitu mencintai Ayna , kau sudah melalaikannya sejak kecil kenapa sekarang kamu mengusik kehidupannya hanya demi egomu saja ".
" Aku akan terima dia sebagai menantuku Pi ". ucap Mami Soraya mengiba...ia pun menangis sesenggukan.
__ADS_1
" Sudah terlambat , aku sudah memberi kesempatan padamu berulang kali ".
" Aku bersungguh - sungguh Pi ..percayalah ".
" Maaf " ucap Papi setelah melajukan mobilnya meninggalkan Mami Soraya yang terus mengejar mobil itu sampai terjatuh..banyak orang disana ...tapi tak ada yang perduli.
Dengan tertatih Mami Soraya berjalan tanpa alas kaki, sepatunya tak tau tertinggal dimana , ia tadi melepasnya asal karena sudah untuk berlari , ia meringis karena kedua lututnya terluka.
Telapak kakinya juga mulai terasa perih karena tak biasa menyentuh aspal secara langsung. Ia terus berjalan , lalu berhenti di sebuah mini market, ia ingin membeli sandal , makanan dan minuman...lari membuatnya sangat haus dan lapar.
Setelah mengambil apa yang ia butuhkan , segera ia pergi ke kasir untuk membayarnya. Berbagai kartu kredit yang ia serahkan tak ada gunanya.
" Maaf bu...ini gak bisa digunakan semua , kalo ada uang cash saja bu ".pinta si kasir.
Muka Mami Soraya pucat pasi...kenapa di dompetnya tidak ada satu lembarpun uang cash.
" Aku tidak jadi belanja Mbak...maaf ". Mami Soraya keluar menahan malu , ia masih sempat mendengar ejekan pelayan mini market itu.
" Sok sok an pake kartu kredit, uang cash juga gak punya , miskin aja belagu ".
" Kita harus waspada , gayanya aja pake baju mahal , takutnya modus buat nutupin profesinya sebagai pencuri ". kata yang lain.
Baru kali ini Mami Soraya mendapat perlakuan seperti ini...ia berhenti di gang kecil ,lalu badan ya merosot sampai duduk di bawah...ia sudah tak perduli lagi meski tempat itu kotor.
" Papiiii......hiks...hiks...". tangisannya sampai membawanya terbangun dari mimpi.
Mami Soraya berkali - kali mengucek matanya , baru ia sadar ini adalah kamarnya.
" Alhamdulillah , semuanya hanya mimpi ". ucapnya lega....ia bergegas mandi dan berganti baju , ada yang ingin ia pastikan hari ini.
Mami Soraya shock ,bukan karena semua kartunya di blokir , tapi karena salah satu mimpinya menjadi kenyataan.
" Aku gak mau Papi meninggalkan ku, sebelum mimpi itu menjadi nyata , aku harus berubah, aku harus minta maaf pada Abhi dan Ayna , salahku sudah terlalu banyak, terutama pada putraku ".
Mimpi Mami Soraya membawanya kembali ke jalan yang benar....jangan tersesat lagi ya Mi...
Kalo tersesat lagi coba tanya sama google Maps....😀
Mami : Author ngeledek nih 😤
Author : engga Mi...kan malu bertanya sesat di jalan.
Mami : Iya deh , jangan jadiin Mami orang jahat lagi ya thor , lelah hayati tau..
Author : Oke Mamsor....eh Maksud ane Mami Soraya 👍
Bersambung
***
__ADS_1