
Happy Reading
***
Rengganis bangun dari tidurnya ketika pintu mobilnya Di ketok dari luar oleh hansip yang sedang ronda malam.
" Neng , kok tidur di mobil , eneng sebenarnya mau kemana, tersesat atau ingin berbuat jahat di lingkungan ini ". Rengganis cukup takut juga ada tìga orang hansip yang tengah menginterogasinya.
" Eh engga Pak , saya memang tadi sedang nyari alamat teman saya , teman saya bilang suruh nunggu saja di sini, tapi sampai larut malam begini teman saya tak kunjung datang juga , karena lelah dan mengantuk jadi saya ketiduran Pak ".
" Apa eneng bisa menunjukkan identitas nya !".
" Bisa Pak ". Rengganis terpaksa menunjukkan KTP nya.
" Terima kasih sudah membangunkan saya Pak , dan maaf bila saya menganggu lingkungan sini ". Rengganis menampakkan wajah memelasnya .
Dan benar saja ketiga hansip itu pun tak tega , mereka membiarkan Rengganis pergi dari tempat itu.
" Sialan...ini gara - gara mereka, baiklah sepertinya aku harus lebih kejam kali ini " ,seringaian di bibir Rengganis sangatlah menakutkan , jiwa psikopatnya pun muncul.
Sampai di rumah Rengganis melampiaskan kekesalannya , ia mengamuk melempar apapun di kamarnya hingga kedua orang tuanya menyuntikkan obat penenang, barulah Rengganis tertidur.
Pagi ini Abhisek terlihat lebih segar dan ceria , ia turun lebih dahulu membiarkan sang istri yang sedang mengganti bajunya.
" Aden senyum terus ?". sapa Bi Nani.
" Amunisinya penuh Bi , dari sore aku mengisinya, makanya pagi ini semangatnya membara ".
" Ohh...seperti non Ayna kemaren juga gitu senyam senyum sendiri, katanya mau ngasih kejutan buat aden ".
" Kejutan apa Bi , perasaan Ayna juga bilang gitu ,jadi penasaran ".
" Jadi belum dikasih tau den ?".
" Belum...apa Bi kasih tau aku!".
" Jangan , nanti non Ayna marah , biar dia saja nanti yang ngasih tau ,disiapin aja jantung nya den takut lompat karena kaget ".
" Apanya yang lompat Bi ?".
" Kodok non yang lompat ". jawab Bi Nani disusul kekehan Ayna dan Abhi.
" Katanya mau kasih kejutan Yang ". tanya Abhi antusias.
__ADS_1
" Sarapan dulu , lagian sudah engga mood lagi , habis orangnya yang mau dikasih kejutan pake acara ngambek lagi , terus ditambah mogok ngomong , biarin aja penasaran ".
" Kok gitu si Yang , kan aku ngambek juga karena kamu ".
" Iya nanti dikasih tau , sekarang sarapan dulu keburu dingin...gak usah ngambek lagi !".
" Nyebelin kamu Yang ". Bi Nani tersenyum melihat pasangan muda ini, meski bertengkar tapi mereka masih sayang - sayangan .
Setelah makan Ayna beranjak dari duduknya. " Mau kemana Ay ?".
" Ke atas , ngambil tas aku sama punya kamu ".
" Biar aku saja , aku tau kamu masih lelah karena melayaniku dari sore kemaren ".
Ayna mendengus, Abhi lebih dulu mengecup kepala sang istri sebelum naik ke atas .
" Sekalian jam tangan aku Mas...ada di laci kayaknya " . teriak Ayna.
Abhi turun dengan tergesa , ia menyodorkan tespeck yang ia temukan ketika sedang mencari jam tangan Ayna.
" Ay...ini apa ?". ucapnya bergetar.
Ayna melihat yang dipegang Abhi lalu tersenyum. " Ini kejutan yang ingin aku berikan padamu ".
" Ini ada garis merah dua itu artinya aku ...". Ayna meraih tangan Abhi ke perutnya ďan mengusapnya perlahan. " Disini ada calon anak kita Mas ".
Abhi tak kuasa menahan kebahagiaannya ...ia memeluk Ayna , mengangkatnya dan memutarnya.
" Cubit aku Ay , cubit...ini bukan mimpi kan ?". Ayna tidak mencubit ,tapi malah menggigit bibir Abhisek.
" Auwwhh....sakit sayang ". lalu Abhi mencium Ayna bertubi - tubi , seluruh wajahnya tak satupun terlewatkan dari sentuhan bibir Abhisek...lalu bibir Abi turun ke perut Ayna.
" Anak Ayah mau apa hemm ?".
" Gak mau apa - apa Yah ".
" Kalo Bunda nya kepingin apa ?".
" Bunda juga belum kepingin apa - apa , tapi janji ya kalo aku pengin sesuatu kamu harus siap mendapatkannya !".
" Siap Buandaku sayang .....Benar kata bibi kejutannya buat jantungku hampir melompat ".
" Selamat ya den mau jadi Pamud ". ucap Bi Nani ...Ayna tertawa geli , pasti suaminya tidak tau apa yang diucapkan oleh Bi Nani.
__ADS_1
" Pamud ...apa itu Bi ?". benar feling Ayna , Abhi langsung menanyakannya.
" Ih aden mah kurang jauh maennya , istilah gitu aja tidak tau ". ledek Bi Nani.
" Iya bener Bi , padahal sekolah sampai luar negeri , tapi gitu aja tidak tau.". tambah Ayna.
" Memang kamu tau artinya Ay ?".
" PAMUD itu PAPA MUDA " jawab Ayna dan Bi Nani bersamaan.
Ohhh....Abhi mengangguk- angguk tanda mengerti " Bibi gaul juga ya Ay ".
" Kan sudah pernah aku bilang , Bi Nani mah bukan kaleng - kaleng...iya kan Bi ".
" Berarti maennya jauhan saya ketimbang den Abhi non ".
" Hahaha iya Bi ". Abhi tak perduli ditertawakan dua wanita beda usia di depannya ini, karena yang penting hari ini adalah hari yang paing membahagiakan baginya.
" Kita mampir ke rumah sakit ya Ay , kita cek keadaan kamu dan baby oke !".
Abhi bersyukur , istri dan calon anaknya sehat semuanya. Ia membeli banyak makanan lalu dibagikannya pada anak- anak jalanan dan orang- orang yang mereka temui di jalan
Rengganis sendiri masih terkurung dalam kamarnya. Ia akan kembali ke mengamuk jika sudah sadar , kedua orang tua Rengganis terpaksa menyuntikkan obat penenang kembali
Selama hampir setengah bulan ia terkurung. Kini ia sudah siap untuk melancarkan aksinya
" Diantara kalian harus ada satu yang mati supaya bisa merasakan artinya kehilangan....aku akan bahagia jika kalian menderita...bersiaplah" .
*
Brak !!! lagi...pintu ruangan Abhi seperti didobrak , dibuka dengan kasar ...tersangkanya siapa lagi kalo bukan Mami Soraya.
Abhi dan Ayna bersamaan memegang dadanya, Ayna sudah pasrah menerima hinaan dan cacian dari mertuanya itu.
" Gak usah diambil hati ya dek...anggap saja nenekmu lagi tausiah " ucap Ayna lirih pada bayi dalam perutnya.
Abhi melirik ke arah istrinya?, Ia tau Ayna yang paling akan terluka dengan ucapan Maminya.
Ia memutar otak agar Maminya tak membuat stress Ayna dan bayinya.
Dan....
Bersambung
__ADS_1
***