
Happy Reading
***
Pagi ini....setelah drama semalam yang membuat Abhi benar- benar muak dengan kelakuan Rengganis.
" Kamu sakit Ay ?". tanya Abhi sambil memegang kening Ayna .
" Tidak tau , aku hanya merasa lelah dan mengantuk saja ". Setelah memasak untuk suaminya , Ayna kembali merebahkan badannya.
" Maafkan aku ya sayang , semalam aku begitu bersemangat, tapi masak iya kamu sampai kelelahan begini , padahal aku hanya main dua ronde saja semalam ".
Bibir Ayna mencebik..." Au ah , yang sore ngga kamu hitung....aku ijin gak kerja ya hari ini ".
" Tidak - tidak , kamu tidak boleh di rumah sendirian, aku gak tega ".
" Kan ada Bibi ".
" Bibi mah gak masalah , yang jadi masalah masih ada mahkluk astral di rumah ini , aku takut kamu diapa - apain sama dia, mending kamu ikut aja, nanti istirahat di kantor, aku akan lebih tenang ".
" Baiklah ".
" Ayo ganti baju , aku bantu sini ". Abhi membantu Ayna untuk berdiri , ia pun mengambilkan pakaian untuk sang istri.
" Suami idaman ". ucap Ayna tersenyum melihat kelakuan suaminya yang manis itu.
" Pasti dong ".
" Bantu itu yang ikhlas Bhi , gak usah pake pegang- pegang, nanti ada yang bangun aku lagi yang disalahin ".
" Cuma pegang sayang , upah bantuin pake in baju ...dah ayo kita sarapan!".
Mereka sarapan berdua tanpa gangguan. " Bi Nani , apa Rengganis sudah bangun ?" tanya Ayna pada Bu Nani , wanita paruh baya yang membantunya membersihkan rumah .
" Maksud Nak Ayna wanita yang tidur di kamar tamu ya ?". Ayna mengangguk, sedangkan Abhisek tentu saja tak perduli , ia malah senang acara makannya tidak ada yang mengganggu.
" Sepertinya tadi Bibi lihat dia sudah rapi ".
" Mungkin dia mau pergi dari rumah ini , kan janjinya cuma sehari...sudah sayang, jangan bicarakan dia , bikin nafsu makanku berkurang ". sela Abhi.
" Apanya yang berkurang , kamu sudah menghabiskan dua piring nasi ".
__ADS_1
" Eh iya, masakanmu memang the best deh , sampai gak berasa kalo aku sudah menghabiskan dua piring nasi ".
" Kami berangkat Bi ". Bibi mengangguk sambil tersenyum, ia merasa senang selalu dipamitin sepasang suami istri itu , seperti menjadi orang tua mereka.
Tanpa mereka tau , Rengganis sudah duduk manis di dalam mobil Abhisek.
Abhisek mengelus dadanya , capek rasanya harus bersitegang dengan wanita tak tau malu itu. Ayna juga gak ambil pusing dengan kelakuan Rengganis ,toh Abhi sudah jadi miliknya. Untung tak lama Aqil datang membawa mobilnya.
Abhisek menarik tangan Ayna untuk masuk ke dalam mobil Aqil." Bos ". panggil Aqil .
" Bang Aqil , aku numpang mobil mu ya , nanti aku kasih tip , buruan jalan Bang !".
Rengganis yang tadinya senang berubah panik , ia sudah membayangkan akan duduk berdua dengan Abhi . Ia pun buru - buru keluar dari mobil Abhisek, namun karena terlalu panik takut ditinggal, pintu itu jadi susah dibuka .
" Abhiii...tunggu, jangan tinggalkan aku ..".
" Yaaa ditinggal, gimana nih , apa aku bawa mobil Abhi aja ya , tapi kalo dimarahin Mama bagaimana...ah itu urusan entar yang penting sekarang aku harus nyusul Abhi ke kantornya , aku gak akan biarkan mereka berduaan !". beruntung bagi Rengganis, Abhisek lupa mengambil kunci mobilnya setelah tadi pagi ia panaskan.
" Ada apaan sih Bos ?" Tanya Aqil penasaran.
" Ada mahluk jadi - jadian ngikutin kita Bang ". jawab Abhisek asal.
" Jadi merinding nih , beneran Ay ?".
" Ohhh...kenapa Bos , dikejar cewek cakep malah kabur ".
" Kalo cakep buat Bang Aqil aja , aku mah ogah ...cukup Mbak Ayna saja yang ada di hatiku ".
" Bucin...". ceplos Aqil.
" Biarin...inget ya Bang , jangan sampai tuh si Rengginang masuk ke ruangan aku , kalo Bang Aqil lalai , aku potong gaji pokoknya !".
" Hah...gak bisa gitu lah Bos...dan apa tadi Rengginang, Hahaha.....bisa aja nih suami kamu Ay ".
Ayna ikut ngakak , mendengar Abhi mengganti nama Rengganis menjadi Rengginang.
Aqil benar - benar menjaga agar Rengganis tidak masuk ke ruangan Abhi , meski ia tau Abhi sudah mengunci pintunya.
Rengganis akhirnya berdiam diri di ruangan Aqil, terpaksa menuruti kemauan pria itu , melawan pun ia tak kuasa , karena semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak, ia pun terlelap sampai siang hari.
Menjelang siang , Ayna sudah terbangun dari tidurnya di kamar yang ada di ruangan Abhisek. " Aku lapar Bhi ".
__ADS_1
" Aku mau meeting dengan klien siang ini di luar, mau ikut sekalian kita makan siang ?".
" Cuss lah ".
Abhi , Ayna dan Aqil sudah berada di restoran sambil menunggu seseorang yang akan meeting dengan mereka.
" Loh , Kak Alvi, ternyata kakak yang mau bekerja sama dengan perusahaan kami ?".
" Hay Ay , apa kabar , makin cantik aja kamu ". sapa Alvi , membuat Abhisek waspada. Abhi langsung menatap tajam ke Aqil.
Aqil sendiri hanya mengangkat bahunya , ia pun berbisik ke Abhi...." Profesional Bos ! "....ucapnya tanpa beban.
Abhi sendiri tak tau karena yang membuat kesepakatan adalah Aqil .
Tau begini aku lihat dulu dengan siapa kerja samanya ...batin Abhisek.
" Dia istriku Pak Alvi ". ucap Abhi menarik pinggang Ayna agar merapat ke badannya.
" Saya tau itu , dan saya hanya mengagumi mahkluk ciptaan Tuhan yang indah ini...tak masalah kan Pak Abhi?".
" Kita segera ke topik utama saja biar cepat selesai, setelah itu kita makan siang bersama !". sela Aqil , agar ketegangan itu tidak berlanjut.
" Gimana kabar kamu Ay ?". Alvi.
" Baik Kak , kakak dan pak Samhadi apa kabarnya?". Tanya Ayna balik.
" Alhamdulillah kami baik , cuma Beliau agak sedikit kecewa sih , soalnya kamu gagal jadi menantu Papa ".
" Ehemmm ". Abhisek tak tahan , istrinya berbicara akrab dengan lelaki lain.
" Ah sepertinya ada yang cemburu, kalo begitu saya pamit , Pak Abhi , Pak Aqil semoga kerja sama ini berjalan dengan baik, dan Ay ...aku pulang ya ".
" Oh ya satu lagi , Pak Abhi jika anda sampai membuat Ayna menderita , saya pasti akan merebutnya dari sisi mu ". ancam Alvi.
" Terima kasih atas perhatiannya Pak Alvi , dan saya yakinkan pada Anda , bahwa Ayna akan bahagia bersama saya , dia akan menjadi milikku selamanya ".
" Oke baik...saya pegang janji anda...permisi , terima kasih atas jamuannya!".
Ayna mengelus tangan suaminya, meredakan amarah Abhisek yang sepertinya akan meledak.
Sabarrr ...sabar sayang....ucapnya.
__ADS_1
Bersambung
***