
Happy Reading
***
Brakk .....Pintu ruangan Abhi terbuka dengan kasar , Abhi kaget , ia sampai terlonjak dari tempat duduknya.
Mulutnya bersiap untuk memarahi si pembuka pintu, tapi urung melihat yang datang adalah Maminya tercinta.
" Setelah membuat Mami malu , kamu kabur entah kemana , apa mau kamu Bhi ?".justru Mami Sorayalah yang malah memarahi Abhisek.
" Siapa yang buat malu sih Mi , Abhi mah gak mau apa - apa , yang Abhi mau cuma satu biarkan Abhi memilih calon pendamping hidup aku, dan Mami berhenti menjodohkanku apalagi dengan Rengganis gadis manja itu ".
" Kamu berani menolak keinginan Mami , Bhi ".
" Tapi ini hidupku Mi , aku yang menjalani bukan Mami ".
" Tapi Mami sudah pilihkan gadis yang baik buat kamu, dia cantik ,kaya , berpendidikan...kurang apalagi ?".
" Baik menurut Mami bukan Abhi , Mami mau tau kurangnya dia dimana?". " Kurangnya karena aku sama sekali tidak ada respect sama Rengganis apalagi untuk cinta padanya , hatiku sudah mencintai orang lain Mi ?".
" Siapa dia , apa dia pantas menjadi bagian dari keluarga kita , katakan pada Mami ?". Mami Soraya mengikuti arah pandang mata Abhi , yaitu meja kerja Ayna.
Sontak Mami Soraya membulatkan matanya. " Jangan bilang kamu menyukai bawahanmu itu , oh ya kemana tuh anak , kerja kok keluyuran bisa bikin bangkrut perusahaan kalo gitu caranya , kamu terlalu lembek Bhi , jadi besar kepala dia ".
" Sudahlah Mi , sebaiknya Mami pulang , aku tidak konsentrasi kerja kalo Mami terus mengomel disini !". Abhisek mengusir Maminya dengan cara halus.
" Baik Mami akan pulang, tapi kamu harus ke rumah malam nanti , Mami akan tetap me jodohkanmu dengan Rengganis, itu keputusan Mami ".
" Kalo Mami suka sama Rengganis, Mami saja yang menikah dengannya !". teriak Abhi sebelum Maminya kembali membanting pintu.
Brak...Pintu kembali ditutup dengan kasar .Lama- lama pintuku rusak kalo Mami nutupnya sekasar itu terus, gerutu Abhi.
Abhi mengelus dadanya , ia pun menghembuskan nafasnya kasar...tidak tau lagi bagaimana caranya memberi pengertian pada Maminya , tidak seperti Papi Ammar yang selalu berpihak padanya.
Mungkin inilah waktu yang tepat untuk memberi tahu Mami tentang pernikahan ku dengan Ayna , agar Mami berhenti menjodohkanku dengan Rengganis....Baiklah nanti malam aku bongkar semuanya....gumam Abhi.
" Ayna mana sih kok belum datang juga ".
Sementara Ayna masih di dalam pantry , tadi saat dia datang masih ada Mami Soraya di dalam ruangan Abhi , Ia memilih menghindar tidak ingin terlibat dengan urusan Ibu dan anak itu, apalagi mendengar suara Mami Soraya yang sedang marah - marah itu , Ayna tak mau terkena imbasnya lagi.
Kringgggg....
Ayna : Assalamualaikum ya Bhi ?
Abhi : Waalaikumsalam, dimana kamu sayang ?".
Ayna : Di hatimu, hahaha....jangan marah dulu ,aku sudah disini sedari tadi.
__ADS_1
Abhi : Disini dimana , aku belum melihatmu.
Ayna : Aku di pantry, apa Mami mu sudah pulang ?".
Abhi : Hem...iya ...sekarang cepatlah kemari !".
Tuutttt.....telepon diputus oleh Abhi.
Seenaknya saja main tutup...gerutu Ayna.
Tok tok tok....Ceklek.
" Gak disuruh masuk nih " kepala Ayna melongok ke dalam.
" Masuk aja , pake ketok pintu segala sih ".
" Aku kan orangnya sopan dan santun , sebelum yang punya ruangan mengijinkan masuk mana aku berani, siapa tau lagi berduaan sama gadis kan bisa ganggu aku ".
Tuk...bibir Ayna diketuk dengan jari Abhisek.
" Kalo ngomong tuh jangan asal , enggak akan dan enggak akan pernah , cukup kamu satu untuk ku sekarang dan sampai ajal memisahkan kita ".
" Ohhh....so sweet , manis sekali suamiku ini ". " Loh kok dikunci pintunya?".
" Biar gak ada yang ganggu, taruh dulu makanannya di meja Ay !".
" Ini mau makan , tapi makan kamu dulu hehehe ". Abhi terus saja menarik tangan Ayna menuju kamar pribadinya di belakang rak buku.
" Tapi ini di kantor Bhi ...". Ayna tentu saja khawatir takut ada yang mengetahuinya.
" Siapa perduli , cuma sebentar sayang ". Ayna tentu saja tidak bisa menolak keinginan suaminya.
Aqil yang diluar mencoba membuka handle pintu, tapi sia - sia pintu itu tak bergerak sama sekali. " Sialan nih Bos sama istrinya pasti lagi enak - enak nih , bikin aku ngiler aja......aakkhhhh Tuhan kapan hambamu ini dapat jodoh !". teriak Aqil meski tidak kencang.
Malam ini Abhi benar - benar membawa Ayna ke rumahnya. Abhi menggenggam tangan Ayna erat , mencoba saling menguatkan.
" Apapun yang terjadi jangan pernah berfikir untuk meninggalkan ku, kamu janji Ay ?".
Ayna mengangguk " Kita berjuang bersama Bhi ". Bibir Abhi tersungging manis mendengar jawaban sang istri.
Di dalam ternyata sudah ada Mami Soraya dan Papi Ammar serta keluarga Rengganis.
" Kenapa kamu mengajak orang lain Bhi , ini kan pertemuan keluarga ". ucap Mami Soraya menyambut kedatangan Abhi dan Ayna.
" Mi , duduklah...dengarkan dulu apa yang akan Abhi katakan !". kata Papi Ammar menarik istrinya untuk kembali duduk. " Bhi , Ay duduklah !".
Abhi sama sekali tak melepas genggaman tangannya, semua itu tak luput dari pandangan semua yang ada di ruang tamu.
__ADS_1
" Sebelumnya perkenalkan dia istriku, Ayna namanya ". jelas Abhi tanpa basa basi.
Semua kaget terkecuali Papi Ammar. " Kamu jangan bohongin Mami Bhi , ini gak lucu tau ".
" Memang gak lucu Mi , tapi aku berkata yang sebenarnya , kami sudah menikah dua hari yang lalu di kampung Ayna ".
Rengganis langsung menangis , " Aku gak mau kalo perjodohan ini batal Ma Pa...aku mau menikah dengan Abhi ".
" Iya nak , kamu akan menikah dengan Abhi ". ucap Mamanya Rengganis menenangkan putrinya.
" Maaf Tante Om , saya tidak bisa , cari saja pria yang masih lajang buat putri Tante " . balas Abhi.
" Gimana ini jeng, saya gak mau tau ya kalo sampai rencana ini gagal ". Mamanya Rengganis tetep kekeh melanjutkan perjodohan ini.
" Benar Pak Ammar, apalagi saya sudah memberi tau semua orang bahwa anda akan jadi besan saya , mau ditaruh dimana muka saya nanti kalo sampai gagal ". Papanya Rengganis ikut berbicara.
" Maaf Pak Roni , ini semua diluar kuasa saya , anak saya berhak menentukan kebahagiaan nya , dan itu bersama Ayna ". jelas Papi Ammar.
" Apa Papi tau semua ini ?". Melihat Papi Ammar mengangguk, Mami Soraya makin meradang . " Teganya kalian menikungku , sampai kapanpun aku tak akan merestui pernikahan kalian ".
" Kau pasti dibodohi oleh wanita ini Bhi , dia hanya mau hartamu saja , lebih baik ceraikan dia sekarang, Mami akan memaafkan mu ". ucap Mami Soraya lagi.
" Tidak akan dan tidak akan pernah Mi ".
" Kau lihat , gara - gara dirimu anakku yang penurut sekarang membangkang , dasar wanita tak tau diri , tidak mengaca ....upik abu mau jadi putri , jangan ngimpi ".
" Ayo Ay , kita pergi dari sini !".
" Tunggu Bhi , kamu boleh kok tidak menceraikannya, aku rela menjadi istri kedua mu ". Rengganis tiba - tiba bangkit mencegah Abhi yang akan pergi .
" Wanita gila , cari saja pria yang mau punya istri dua , maaf aku tidak ". Abhi pun tak menghiraukan mereka lagi , terus menarik istrinya untuk segera menjauh dari sana.
" Bhi jangan pergi , aku mencintaimu ". Rengganis mulai mengamuk.
" Sebaiknya kita bawa pulang Ma...takut kumat dia ". Papa Roni berbisik pada istrinya.
" Kami pulang dulu jeng , tapi ingat kami tetap akan menagih janji jeng Soraya ". Setelah mengatakan itu keluarga Rengganis meninggalkan rumah Pak Ammar meski Rengganis terus saja meronta menolak untuk pulang.
" Aku cinta padamu Bhi...I Love you..." teriak Rengganis.
" Sudahlah Mi , biarkan Abhi dengan pilihannya...Ayna anak yang baik , Papi sudah mengenalnya ".
" Tidak Pi , Mami akan buat mereka berpisah ".
Bersambung
***
__ADS_1