
Happy Reading
***
" Ayo Kia , kita masuk !". ajak Arjun , melihat Kia yang berdiri mematung di sebelah mobilnya.
" Kok rame ya Jun ?". Kia jadi ragu , soalnya terlihat banyak orang di rumah Arjun.
" Oh , itu Bunda ngundang keluarga Om Reyhan sama Om Aqil ".
" Gak usah takut , mereka semua baik kok...nanti gue kenalin elo ke mereka , mereka juga bawa anak- anaknya ".
" Om Reyhan kakak tiri Bunda, kalo Om Aqil asisten Ayah di kantor , tapi sudah seperti keluarga sendiri ". Arjun bercerita sambil berjalan.
Pintu memang terbuka lebar...ketika Arjun dan Kia berdiri di pintu , semua mata tertuju pada sosok yang baru mereka lihat.
" Hey Kak....salam kenal , aku Amisha, adek tercantiknya kak Arjun , Kakak pasti Kak Kia ya , ayo aku kenalin sama yang lain !" Kia hanya mengangguk dan tersenyum ,lalu tanpa ragu Amisha menarik tangan Kia masuk ke dalam .
" Ini Azka sama Zaka , anaknya Om Reyhan kakak Bunda dan Tante Rosa ...ini Syahrul yang minta dipanggil Arul , katanya biar sama inisial depannya A kayak nama aku , itu adek Arul namanya Sayna , mereka berdua anak Om Aqil dan Tante Valent ". sudah seperti tour guide Amisha mengenalkan mereka satu persatu.
" Yang lagi rebutan mainan itu adek kembar aku , adek Kak Arjun juga...yang cewek namanya Aisha dan yang cowok Akash ".
" Dek...jangan berantem terus , kenalin ini calon kakak ipar kalian , kak Kia namanya ".si kembar rebutan untuk bersalaman dengan Kia.
" Gimana hemm ?". bisik Arjun pada Kia.
" Adek lo lucu - lucu Jun..mereka semua hangat ".
" Apa gue bilang , keluarga gue baik kan ".
Kia begitu senang berada di tengah- tengah keluarga Arjun dan saudaranya , mereka semua menerima kehadirannya dengan baik.
" Sudah datang sayang ?" Ayna mencium dan memeluk Kia .
" Sudah Bunda ". Makin hangat hati Kia , perlakuan seorang ibu padanya, yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
" Siapa nih ?" tanya Abhi.
" Calon mantu Yah....cantik kan ?". Arjun yang menjawab.
__ADS_1
" Hemmm cantik , tapi lebih cantik istri Ayah..". ucap Abhi sambil memeluk Ayna dari samping.
" Mulai deh...banyak anak - anak nih Bos , gak usah tebar kebucinan ". celetuk Aqil.
" Iri tanda tak mampu.....suami mu Val...pengin disayang juga ". Kebiasaan mereka sejak dulu ,saling membalas ucapan....seperti kucing san tikus.
Kalo Reyhan jangan ditanya , dia memang irit bicara sejak dulu.
Ayna juga mengenalkan Kia pada keluarga Reyhan dan juga keluarga Aqil.
Makan malam bersama keluarga Arjun , Kia berasa menjadi bagian dari keluarga itu.
Ia hampir menangis , mengingat keluarganya jarang berkumpul bersama , apalagi untuk sekedar makan bersama. Tapi ia buru - buru menetralkan hatinya, Kia menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan , agar orang disekitarnya tidak tau.
Tapi tanpa ia sadari Arjun melihat itu semua. " Makan yang banyak Ki , kamu terlalu kurus ". Arjun pun mengambilkan beberapa lauk dan menaruhnya ke piring Kia.
Benar dugaannya , perhatian Kia jadi teralihkan....ia kini memandangi piringnya yang dipenuhi makanan gara - gara ulah Arjun.
" Junnn...kebanyakan ini , kalo engga habis gimana ?". menatap ke piringnya , gak enak kalo gak habis , apalagi ini malam pertama ia diundang makan bersama keluarga Arjun.
" Aku bantu sayang ". ucapan spontan Arjun membuat para orang tua tersedak berjamaah..Arjun pun hanya nyengir saja.
" Gak apa - apa lah Bang , jadi laki emang harus memanjakan wanitanya..., Bang Aqil juga Bucin sama Kak Valent, lebih parah lagi ". Ayna tau bagaimana Aqil memperlakukan Valent , lebih parah dari pada Abhi, posesifnya bukan main....ia terimbas omongannya sendiri yang suka meledek kebucinan Abhi.
" Iya deh , gak bakalan menang kalo ngelawan emak - emak ".
Makan malam selesai, para orang tua berkumpul sendiri , sedang anak - anak juga ikut memisahkan diri , mereka berkumpul di depan Televisi.
Arjun membawa Kia ke kamarnya...ia ingin menunjukkan ruang pribadinya pada Kia , gadis pertama yang telah mencuri hatinya .
" Kak...ingat jangan tutup pintunya !" tegur Ayna.
" Iya Bun...Arjun tau batasan kok , pantang megang sebelum halal ". jawab Arjun
Aqil mengangkat jempolnya , " Ingat juga , masih bocah, belum cukup umur, jangan coba - coba ya Ar !".
" Tenang Om Aqil , iman Arjun kuat kok...gak tau kalo si imam ".
Mereka tertawa mendengar ucapan Arjun , tapi Ayna dan Abhi percaya , putranya tidak akan melakukan hal yang merugikan dirinya apalagi sampai merugikan orang lain.
__ADS_1
" Ini kamar elo Ar...gak ada warna lain apa !".
" Namanya juga kamar cowok Kia , nanti kalo elo sudah jadi bini gue , boleh deh elo rubah semau elo , asal jangan warna pink aja , geli dah".
Muka Kia bersemu merah..." Elo ngomong istri mulu dari tadi , elo gak takut Jun ,kalo orang tua elo ngira itu beneran ".
" Gue gak main - main Kia , emang gue serius mau jadiin elo istri gue nanti , semoga saja doa gue diijabah sama Allah, niat baik ..seharusnya elo aminkan Kia !".
" Gue tanya sama elo Ki , kamu suka ngga sama gue ?".
" Boleh jawab besok ngga ?".
" Sekarang Kia !".
" Kasih waktu berfikir lah Jun ...2 x 24 jam ya ".
" Lo kira tamu bermalam harus lapor Rt setempat hem ...".
Hahaha ....tawa Kia pecah , dan ia menyadari itu, sejak bersama dengan Arjun..ia selalu bisa tersenyum bahkan bisa tertawa lepas.
" Jawab sekarang neng Kia !".
" Eemmm yang jujur apa bohong Jun ?".
" Lo lama dah Ki , gue cium baru tau rasa entar , jangan nguji iman gue dah !".
" Lah katanya tadi kuat imannya ".
" Itu kan tadi , sekarang beda , kelamaan berdua sama elo bisa beda cerita loh Ki ".
" Iihhh serem juga...iya nih gue jawab , sama elo itu nyaman Jun , gue bisa tetawa lepas kayak tadi, terus terang elo sudah nyuri hati gue , jujur gue sayang sama elo, ditambah kehangatan keluarga elo ... Keluarga yang gue impikan Jun , dan gue berharap menjadi bagian dari keluarga elo...". Kia hampir saja menangis mengatakan itu...ia kembali teringat bagaimana keadaan keluarganya .
" Gue janji Ki , elo akan menjadi bagian dari hidup gue dan keluarga gue , tunggu umur gue cukup ya Ki , gue akan langsung melamar elo !".
" Gue akan tunggu janji elo Jun ".
" Ayo kita turun, gue cuma mau nunjukin kamar masa depan elo Ki....jangan sampai salah kamar nanti...adikku banyak soalnya !".
Kia memukul Arjun , mereka tertawa bersama sambil turun kebawah.
__ADS_1
Bersambung