
Happy Reading
***
Abhisek masih saja tertawa sedari tadi. Ayna sampai kesal bahkan memukulnya berulang.
" Ihh seneng banget sih ngetawain orang ".
" Seneng lah , lucu tau Ay , aku gak bisa bayangin tuh ketika si Rengginang buka mata , kantor sudah sepi ...ha.ha..ha...". Abhi sangat senang saat Aqil memberi tahu bahwa si Rengganis tertidur di ruangannya , bahkan ketika ia akan pulang pun gadis itu sama sekali belum menunjukkan mau bangun dari tidurnya.
" Bang Aqil juga , jahat banget ngga mau bangunin , kasihan dia mungkin saja sedang ketakutan sekarang ".
" Salah sendiri tidurnya kayak kebo , kamu itu ya Yang , masih aja perduli dengan dia , jangan lupa dia bercita - cita mau jadi madumu ".
" Biar dia mau , kalo kamu nya gak mau memperistri Rengganis ya itu tidak akan terjadi, benarkan kataku ?". bela Ayna.
" Terserahlah , sudah jangan bicarakan dia , biarkan saja dia bermalam di kantor , kalo bisa gak usah kesini lagi , lebih baik sekarang kita urus urusan kita ". Abhi mulai memeluk istrinya, membaringkan Ayna tanpa melepas pelukannya.
" Aku tau apa mau kamu ".
" Hebat istriku bisa menebak dengan benar , ayo sayang kita bikin dede bayi ! ". Ayna mendengus , tak usah ditebak juga pasti suaminya akan minta jatah dan itu tak pernah ia lewatkan satu malam pun.
Setelah pergulatan panas itu , mereka tak langsung tidur, berbicara dari hati ke hati itulah yang selalu mereka lakukan untuk menambah kehangatan cinta mereka.
" Ay berjanjilah padaku , jangan pernah tinggalkan aku apapun yang terjadi ". ucap Abhisek lembut.
" Hemm iya , kamu juga harus janji tidak akan punya istri dua ".
Abhi terkekeh " Hahaha...iya , hanya kamu yang bisa membuat hati ini bergetar sejak dulu , satu aja gak habis- habis masak nambah sih ".
" Ishh...janji gak usah gombal melulu ".
__ADS_1
" Iya janji sayanggg ...., kau tau Ay ternyata buat dede bayi itu sangatlah menyenangkan , tau begini sudah dari dulu aku menikahimu ".
" Aku nya yang gak mau ". Abhi kaget mendengar jawaban Ayna.
" Kok gak mau , apa kamu sekarang menyesal menjadi istriku Ay ?" Abhi sangatlah takut menunggu jawaban Ayna.
" Siapa yang menyesal , kamu pikir aja , dulu kamu itu masih bocil , sekolah aja belum lulus masak mau mikirin nikah sih...ingusmu saja mungkin masih meler waktu itu...hiyyyy " Ayna bergidik, mengejek suaminya.
" Hey , aku gak ingusan ya Ay...enak saja , suami mu ini dari dulu sudah tampan tak terkira ,mengerti!". Abhi pun menggelitik perut istrinya.
" Hahaha...iy ..iya...aku percaya...sudah Bhi , hentikan ...aku gak kuat..".
" Kenapa hemmm ...gak kuat...punyaku belum masuk lagi loh Yang ". canda Abhi.
" Hah...hah...berhenti Bhi , ini geli sekali..sudah ...sudah....".
" Aku mencintaimu Ay , jangan tinggalkan aku meski aku yang meminta ". Abhi kembali memeluk Ayna posesif.
" Tidak ada apa - apa , ayo kita tidur , kamu pasti lelah !".
" Bhi ...".
" Apa sayanggg, mau lagi ya ...bilang saja , aku siap kok begadang sampai pagi ". Abhi mengerlingkan matanya.
Ayna langsung menarik selimut menutupi seluruh badannya.. Abhi pun tersenyum melihat itu, ia menyibakkan selimut lalu mencium kepala Ayna dalam - dalam, kemudian ia kembali memeluk istrinya dengan erat seakan takut terpisahkan.
I love you my wife...bisik Abhi pelan , setelah itu ia menyusul istrinya terlelap menuju alam mimpi.
Sementara itu , Rengganis mulai mengerjapkan matanya. ia masih belum sadar kalo dirinya masih berada di dalam ruangan Aqil.
" Hoaammm....nyenyak sekali tidur ku, eh tunggu , ini ....aku masih di ruangan Bang Aqil, Hah..jam 10 , sialan..jahat banget mereka engga bangunin aku ".
__ADS_1
Perut Rengganis berbunyi tanda ia butuh asupan . " Pantas saja perutku berbunyi, aku melewatkan makan siang dan malam ".
" Bagaimana ini , aku sangat lapar, aku cari makan dulu baru pulang ke rumah Abhi ".
Rengganis keluar, tak ada rasa takut dalam hatinya. Satpam di depan pun menyapanya , tapi tak digubris oleh Rengganis , ia tetap berjalan lurus tanpa ekspresi. Kejadian itu malah membuat para satpam berfikir kalo mereka bertemu dengan mahkluk astral.
" Hiyy serem...kalian merinding ngga?". kata salah satu dari mereka.
" Iya bulu kudukku juga berdiri , ditegur juga engga jawab , manusia bukan ya ...tapi kakinya napak kok ". sambung yang lain.
" Udah ah gak usah diomongin , jadi horor nih , mending kita gantian patroli ".
Rengganis meringis , bagaimana mungkin ia dikira hantu. " Semuanya matanya buta , cakep gini dikira setan.....ini semua gara - gara Bang Aqil , awas saja besok aku aduin sama tante Soraya ".
Setelah mengisi perutnya , Rengganis berencana kembali ke rumah Abhisek. Namun sial baginya Rengganis tak diperkenankan masuk ke dalam , sang satpam tak berani melanggar perintah ßi empunya rumah.
" Bukain Pak !".
" Maaf nona, nanti saya yang dipecat , mau makan apa anak dan istri saya ". kata pak satpam.
" Bapak gak kasihan sama saya ?". Rengganis mencoba merayu.
" Kasihan sih , tapi apa daya non , saya hanya seorang bawahan ".
" Saya aduin ke tante Soraya loh !". sekarang Rengganis mulai mengancam karena tak urung dibukakan pintu.
" Silahkan non , saya tidak takut, yang gaji saya kan tuan Abhisek ".
Dengan mengepalkan tangan Rengganis memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri. " Aku engga terima , aku balas kalian, kalo gak bisa mendapatkan Abhi, maka Ayna juga gak boleh dapetin Abhi , kalian gak boleh bahagia , kita akan sama - sama menderita ....ha..ha..ha..". ucap Rengganis , terlihat seringaian di bibirnya .
Bersambung
__ADS_1
***