I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 75


__ADS_3

Happy Reading


***


Sudah beberapa hari ini Dika dan Danu memperhatikan gerak gerik Damar . Mereka tau kalo Damar sudah bisa meluluhkan hati Rinda meski Damar belum mengungkapkannya pada mereka berdua.


" Malam kita ngumpul ya !". ajak Dika.


" Tempat biasa kan Dik...Warkop nya pak Didin ?". sambar Danu.


" Iyalah mana lagi , kan cuma di warungnya pak Didin yang harganya masih bersahabat dan bisa ngutang lagi....iya ngga?".


" Kamu gimana Dam , jangan bilang gak bisa ya...kita bukan 3 D lagi kalo kamu gak ada , seperti sayur tanpa asem...hambar rasanya ".


" Kok asem sih Dik...bukannya garam ya ?". begitu saja dipermasalahkan oleh Danu.


" Kan sayur asem Dan , udah gak usah dibahas ,gitu aja kamu bikin pusing...gimana Dam jawab pertanyaan Adinda?".


" Oke aku ikut gak masalah.......tapi aku antar Rinda pulang dulu ya...boleh?". jawab Damar akhirnya.


" Boleh dong sayang...apa sih yang engga buat kamu ". ucap Dika membuat perut Damar dan Danu mual seketika.


" Dih Najis Dik ". Damar bergidik ngeri.


Disinilah mereka , di markas kesayangan..mana lagi kalo bukan warkop Pak Didin. Karena sudah menjadi langganan lebih dari tiga tahun lamanya, mereka seperti keluarga , Danu Dika dan Damar menganggap Pak Didin seperti Ayah mereka.


Begitu juga sebaliknya Pak Didin tentu saja tidak mau menganggap mereka bertiga seperti anaknya...bisa tekor Pak Didin kalo ketiganya minta gratisan terus.


" Apa kabar Pak Didin...sehat Pak ?". sapa Dika...sok akrab...siapa tau kan dibolehin ngutang lagi.


" Alhamdulillah sehat , lebih sehat lagi kalo kalian bayar utangnya ". jawab Pak Didin sambil bercanda..


" Pak Didin mah gitu , padahal kami sudah menganggap Pak Didin seperti Ayah kita loh...masak tega nagih utang du tanggal tua gini ". sambung Danu.


" Itu sih kalian ,kalo Bapak sendiri mah ogah punya anak modelan kayak kalian...tampang sih oke , tapi isi dompetnya gak oke ".


" Pak Didin ini suka bener kalo ngomong , lagian belum 100 ribu utangnya kan Pak...sabar nunggu tanggal muda ". Damar ikut bersuara.


" Seriusan Pak , gak mau jadiin kita anak ?". Dika masih saja menggoda Pak Didin


" Maaf gak minat tuh ".


Hahaha......akhirnya mereka tertawa bersama.


" Pesan seperti biasa Pak Didin ".

__ADS_1


" Siap atuh ".


" Pak...kita kan jadi pelanggan sudah lama, gak ada rencana gitu buat ngasih THR buat kita - kita ?".tanya Damar.


" Tenang nanti Bapak kasih hadiah kalo kalian menikah ".


" Itu mah lain Pak, orang kondangan itu wajib ngasih amplop , gak cuma datang trus numpang makan gratis, yang aku minta kan THR Pak ...beda jurusan ".


" Iya nanti Bapak kasih kalo lebaran , kopi secangkir ,semangkuk mie plus gorengan bala - bala dua....gimana , baik kan Bapak ?".


" Jiahhhhh....Pak Didin pelit sekali....kaos kek , sarung kek...apa kolor juga lumayan ".


" Kalian ini , ya udah nanti Bapak kasih kaos , Bapak punya kaos baru banyak ,tapi ada gambar orangnya ".


" Gambar orang juga gak apa - apa Pak....emang kaos merk apa Pak ?".


" Gak ada merknya , orang itu kaos partai ".


" Hahhh ". mereka bertiga cengo...sedang Pak Didin tertawa puas.


" Oh ya Dik , Dan...aku mau ngomong, sebenarnya aku sudah melamar Rinda...maaf kalo aku sudah mendahului kalian ". Damar menunggu reaksi dari Dika dan Danu...semenit ,dua menit..kok mereka biasa saja.


" Kalian tidak marah ?" .


" Ngapain marah Dam...santai aja kali , kami sudah tau kok ". jelas Dika.


" Kata siapa kita jomblo , ya Dan ?".


" Jadi kalian ..???


" Ya kami juga sudah punya pasangan , aku dan Dika malah akan jadi saudara ipar, Dika dapat kakanya , aku dapat adiknya ".


" Jadi calon Dika lebih tua dong ?".


" Mana ada tua , mereka cuma selisih 5 menit saja...kayak Upin dan Ipin ". Dika tidak terima calonnya dikatakan tua oleh Damar.


" Makanya ngomong yang jelas, jadi calon kalian kembar gitu ?".


" Seratus buat Damar ".


" Tapi kita bisa barengan kayaknya , aku duluan baru kalian...jadi kita bisa saling bantu ". saran Damar.


" Setuju ".


" Aku juga setuju ,tak apalah aku belakangan , sekalian ngumpulin modal dulu biar banyakan ". Danu yang ngalah.

__ADS_1


" Dah malam nih...kita pulang yuk , bayar dulu Dam , besok aku ganti ". ucap Dika.


" Aku sekalian Dam ". Danu ikutan.


" Woooiii....siapa yang ngajak juga.". Dika dan Danu sudah kabur duluan.


" Dibayar apa kasbon nih ?" tanya Pak Didin.


" Aku bayar Pak , nih ".


" Alhamdulillah, Bapak doakan semoga acara yang akan nak Damar lakukan lancar ". Doa Pak Didin tulus.


" Aamiin...terima kasih doanya Pak ".


*


*


Pak Hartono kalang kabut ketika Aqil memberitahunya bahwa kerja sama yang akan mereka jalankan dibatalkan.


Tentu saja ia tidak terima , paginya ia dan putrinya, Anggia...mendatangi kantor Abhisek.


" Kami ingin bertemu dengan Pak Abhisek ".


" Apa sudah ada janji Pak ?". tanya receptionis.


" Belum , bilang saja Pak Hartono yang ingin bertemu !".


" Sebentar ya Pak , saya hubungi dulu Pak Aqil , asisten beliau ".


Pak Hartono menurut , ia harus jaga imejnya sebagai seorang pimpinan perusahaan.


Setelah menghubungi Abhisek akhirnya Pak Hartono diperbolehkan masuk ke dalam untuk menemui Abhisek.


Anggia berjalan angkuh untuk memperlihatkan pada karyawan disana bahwa dia adalah seorang anak pimpinan perusahaan.


Saat di meja Resma mereka saling pandang , dalam hati mereka.. masing - masing saling menghina.


" Kamu mau bertemu dengan Pak Abhi ". kata Anggia merasa sok akrab dengan Bos perusahaan itu.


" Ap....". ucapan Resma terpotong karena kehadiran Aqil.


" Pak Hartono sudah datang...mari ikut saya ". Aqil membawa Pak Hartono dan Anggia je ruangan Abhisek tanpa memperdulikan Resma .


Aku ini sebenarnya dianggap apa sih di perusahaan ini , seharusnya yang mengantar tamu itu kan aku....tapi aku malah terus dikacangin seperti ini....Resma gak tau lagi gimana caranya mendekati Abhisek yang selalu saja bisa menghindarinya.

__ADS_1


Bersambung


***


__ADS_2