
Happy Reading
***
Mendengar putranya sudah sadar dari komanya, Papi Ammar dan Mami Soraya bergegas mendatangi rumah sakit meski ini sudah larut malam.
Ceklek....Mereka berdua masuk , dan Mata Mami Soraya langsung menangkap sosok yang masih tidak ia sukai.
Melihat Ayna di dalam ruangan itu , mulut Mami Soraya gatal untuk bersuara , tapi sebelum Mami Soraya mengucapkan katanya lebih dulu dipatahkan oleh Papi Ammar.
" Jangan macam - macam , dan jangan buat keributan !". ucap Papi Ammar tegas dan matanya pun menatap tajam ke arah Istrinya itu. Mami Soraya mendengus kesal , ia tidak bisa memaki perempuan itu.
Ayna hanya berdiri lalu membungkukkan badannya tanda hormat kepada mertuanya, kemudian ia duduk kembali , tak sepatah katapun yang terucap dari bibirnya.
" Sayang...Abhi kamu sudah sadar nak , Mami merindukanmu ". Mami Soraya langsung memeluk Abhi bergantian dengan Papi Ammar.
" Apa ada yang masih sakit Bhi ?". tanya Papi Ammar, Abhisek menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya ada yang mengganjal di hati Papi Ammar, kenapa Ayna duduk menjauhi suaminya ini. tapi setelah Abhi bertanya ,terjawablah sudah rasa penasarannya.
" Pi , apa benar aku sudah menikah ?". tanya Abhisek.
" Apa maksudmu nak , benar kamu sudah menikah , dan dia istrimu ". Papi Ammar menunjuk ke arah Ayna.
" Maaf Pi , Abhi lupa semuanya ". ucap Abhi lirih lalu menundukkan kepalanya.
Hah apa.....Abh**i lupa dengan Istrinya , ternyata semesta mendukungku , tidak usah susah payah akhirnya mereka akan berpisah juga...ha..ha..ha...rasakan itu wanita miskin....Mami Soraya bersorak dalam hatinya , tapi ia memasang muka ikut prihatin .
" dok , apa yang terjadi ?".
" Karena benturan itu , kemungkinan besar putra anda terkena amnesia Pak ". Papi Ammar menghembuskan nafasnya kasar, kasihan sekali anak dan menantunya ini , pasti Ayna yang paling menderita , dilupakan oleh suami.
" Tapi jangan patah semangat Pak , kemungkinan untuk mengingat kembali masih ada kok Pak, meski kita tidak tau kapan itu akan terjadi ".
" Bhi , kamu tidak mengingat Ayna sama sekali?". Abhi menatap ke Ayna yang duduk jauh disana , walau mulutnya menolak rapi hatinya tidak , ia rindu dengan sosok itu.
" Sudahlah Pi , jangan dipaksa , kasihan anak kita, biarkan dia istirahat dulu. !". Kalo bisa selamanya kamu jangan mengingatnya Bhi , Mami tidak sudi menjadi mertuanya.
" Tidak bisa begitu , mereka kan bar..".
" Ini sudah larut malam, kita bicarakan lagi besok !".
" Benar Pak...sebaiknya pasien beristirahat supaya cepat pulih ". kali ini dokter mendukung ucapan Mami Soraya.
__ADS_1
" Baiklah kalo begitu ". Abhi merebahkan dirinya dibantu sang Papi , dokter pun sudah keluar dari ruangan Abhisek.
" Kamu pulang saja sana , lagi pula kamu juga tidak dibutuhkan di sini!". Mami Soraya mengusir Ayna.
Tak ingin berdebat , Ayna pun melangkah pergi, ia hanya berpamitan pada Papi Ammar. " Pi..aku pulang dulu ". ucapnya lirih , sambil melihat ke arah Abhisek.
" Hati - hati di jalan Ayna , biar supir kami yang akan mengantarkan mu !". Ayna menurut.
" Tu...tunggu , tak bisakah dia tetap disini !" ucap Abhisek. Entah perasaan apa yang dirasakannya saat ini , ia menolak disentuh Ayna tapi ia tak rela jika Ayna meninggalkannya.
Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menjauhkan wanita itu dengan putraku .
" Kamu harus istriharat Bhi , kasihan juga jika dia tetap disini , besok biar dia kesini lagi , menurutlah dengan Mami agar kamu cepat sehat ". dab cepat melupakan wanita kampung itu...ucap Mami Soraya dalam hati , masih sulit ia untuk menyebut nama Ayna.
Mami Soraya mendekati Ayna, ia pun berkata dengan lembut ." Pulang lah biar Abhi kami yang jaga ".
" Dan tidak usah balik kesini lagi , anakku sudah melupakanmu !". bisik Mami Soraya agar tak terdengar oleh suaminya.
Langkah Ayna sungguh berat ,tapi ia berjanji untuk kembali menemui suaminya. " Seperti janjiku padamu Mas , aku tak akan meninggalkanmu meskipun kamu yang memintanya ".
Paginya seperti biasa Ayna pergi ke kantor dahulu , rencananya sore hari ia akan kembali menjenguk suaminya.
Kali ini ia harus memastikan tak ada Mami Soraya di dalam sana. " Suster , pasien di dalam apa ada yang menemani ?".
" Tidak ada Nona , dari siang dia hanya sendirian ". Begitulah Mami Soraya kata sayang ,tapi tetap saja ia lebih mementingkan teman - teman sosialitanya.
Ayna mengintip dulu , setelah dirasa aman barulah ia masuk.
" Ngapain kamu kesini ?". Abhisek rupanya kesal karena semalam Ayna lebih memilih untuk pulang ketimbang menemaninya.
" Menjenguk suamikulah siapa lagi ". Ayna mencoba acuh dengan sifat jutek Abhisek.
" Jangan mendekat !".larang Abhisek.
Tapi Ayna tak perduli , ia malah duduk di samping Abhisek. " Mas sudah makan ?".
" Kamu bisa lihat sendiri kan , pake nanya lagi ". jawabnya Abhi ketus.
Ayna malah terkekeh, suaminya ini dalam mode ngambek. " Sini aku suapin ya ".
" Gak mau, gak enak makanannya ".
Dih bocah , bener - bener deh , kok aku bisa ya jatuh cinta sama bocah labil kayak gini sih....Ayna membatin. " Bukan itu Mas , nih aku bawa makanan dari rumah , masakanku sendiri dijamin sehat dan bergizi ".
__ADS_1
" Aakkkk...buka mulutnya Mas !".
" Bagaimana rasanya ?" ucap Ayna lagi.
" Lumayan daripada makanan rumah sakit , tidak ada rasanya ". mau bilang enak , gengsi dong..tapi dalam hati Abhisek senang bukan main , ia pun merasa makanan ini familiar di lidahnya.
" Kalo begitu habiskan , besok aku masakin lagi menu yang lain ". Ayna tersenyum, akhirnya tandas juga . " Kamu lapar banget ya Mas , sampai habis semuanya ".
" Kamu gak ikhlas ngasih aku makanan ".
" Ya Allah, sensi amat sih , masak gak ikhlas buat suami sendiri sih Mas , membuat suami senang kan pahala ".
" Setelah ini aku pamit ya Mas , besok aku kesini lagi ".
" Mau kemana , katanya aku suami kamu ,tapi malah kamu tinggal, gak mau jagain ".
" Bukan gak mau Mas , nanti kalo ada Mami Soraya datang gimana ?".
" Kenapa , apa kamu takut dengan Mami aku , atau hanya alasan kamu saja ".
" Baiklah , aku gak jadi pulang ".
Seorang suster masuk " Permisi , maaf nona saatnya tuan Abhisek mandi ".
" Biarkan saya saja suster ". Suster pun kembali keluar dari ruangan Abhisek.
" Mau di lap saja apa mandi ?". tawar Ayna.
Abhi menyeringai " Aku mau mandi saja , gerah rasanya sudah lama tak mandi ". Abhi ingin tau apa yang akan dilakukan oleh wanita ini yang katanya adalah istrinya .
Dengan lembut Ayna membantu Abhi turun dan memindahkannya ke kursi roda. Ayna lalu membawanya ke kamar mandi.
Ayna membantu Abhi duduk di closet , kemudian melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh suaminya dan hanya bagian bawah yang menutupi si otong yang tidak ia buka.
Abhi menurut saja....ia kira Ayna pasti akan menyuruhnya mandi sendiri...tapi perkiraannya ternyata salah.
Buat Ayna biasa saja karena Abhi adalah suaminya , tapi bagi Abhi yang ingatan nya belum kembali tentu saja ia salah tingkah, tubuhnya dilihat seorang wanita.
Tahan Bhi ...Tahan, jangan bangun ya tong , jangan bikin aku malu , ayo bekerja samalah...doa Abhi semoga si otongnya tidak berulah.
Ayna tersenyum miring , si otong mulai terlihat mengembang , karena sentuhannya dan Ayna tau akan hal itu.
Sial....sentuhannya membuatku merasakan sensasi yang luar biasa....bahkan si otong pun bereaksi dengan cepat. Abhi menahan gejolak dalam jiwanya, yang meronta minta di bebaskan..
__ADS_1
Bagaimana ya selanjutnya.....Niat mau mengerjai tapi Abhisek malah kejebak sendiri ...senjata makan tuan euy.....
Bersambung...