
Happy Reading
***
Ceklek...
Pintu ruangan Abhisek terbuka , masuklah Mama Soraya dengan anggun di sebelahnya ada gadis cantik seumuran Abhisek.
" Pagi Bhi ?".
ucap Mama Soraya melewati Ayna tanpa melihatnya sedikitpun.
Sebagai rasa hormat , Ayna bangun dari duduknya dan membungkukkan badannya . Sedangkan sang gadis menoleh sebentar dengan tatapan merendahkan lalu berbalik dan menyapa Abhisek.
" Hai Bhi ?".
sapa gadis itu.
" Pagi Mi , ada apa pagi - pagi sudah kesini Mi ?".
" Hei kamu gak sopan sama Mami ..Bhi , dan kenapa gak kamu balas sapaan Rengganis , kamu gak lupa kan sama dia , temanmu dari kecil ".
" Ck...Hai Nis, gimana kabar mu?".
Bukannya menjawab, Rengganis malah menghampiri Abhisek.
" Mau apa kamu ?".
" Mau peluk kamu Bhi , kangen berat aku ".
Rengganis merentangkan tangannya.
" Stop...berhenti disitu ,jangan mendekat !!".
" Tapi aku kangen Bhi ".
rengek Rengganis manja.
Dih , kegatelan ...datang -:datang mau nyosor aja kayak soang....sindir Ayna dalam hati , tapi ia pura - pura sibuk dengan pekerjaannya tak memperdulikan , padahal telinganya ia pasang lebar - lebar untuk mendengarkan drama pagi ini.
" Tapi aku tidak ".
ucap Abhisek sesekali melirik ke arah Ayna , tentu saja ia takut Ayna marah padanya, padahal belum tentu itu terjadi.
Hahaha...syukurin ,emang enak ditolak ...dasar ganjen ...ucap Ayna tanpa suara , ia tersenyum mengejek Rengganis.
" Bhi kamu gak boleh gitu loh sama Rengganis , Mami itu sudah sreg sama dia ,kalo dia jadi istrimu nanti, dia calon mantu idaman Mami , apalagi kita tau keluarganya sederajat sama kita ".
bela Mama Soraya...sengaja mengencangkan suaranya agar Ayna mendengarnya.
Hadeh nih emak - emak , gak usah teriak kali ,kupingku juga belum budek...Ck...lagi - lagi harta yang diunggulkan , nasib orang miskin mah begini, tersindir terus, sabar Ay ..sabarrr...
" Apaan sih Mi , aku gak akan mau menikah dengan Rengganis, dia sudah seperti adikku ".
" Tapi aku suka kamu Bhi , aku gak mau jadi adikmu, aku mau jadi istrimu ".
" Mimpi !!".
sarkas Abhisek.
Ayna makin ngakak...tapi tetap dalam hatinya.
Rengganis memanyunkan bibirnya.
" Tanteee ".
" Kamu gak boleh begitu Bhi , Mami tidak suka ".
Mami Soraya lalu menoleh ke arah Ayna ..
" Heh kamu , kalo ada tamu ya di bikinin minum ,jangan diam saja , cepat buatkan minum buat aku dan Rengganis!".
perintahnya kasar ke Ayna.
__ADS_1
Ayna mengangguk lalu bangkit hendak menjalankan perintah Mami Bosnya itu.
" Gak usah Ay , kamu kerjakan lagi saja pekerjaanmu , Mi..sudah ku bilang dia bukan OB !".
" Sudahlah Bos, gak apa - apa , sekalian saya juga mau keluar ".
Mendingan keluar , pusing kepala kalo terus berada di ruangan ini...batin Ayna.
" Ay ". panggil Abhi ,matanya menatap sendu ke arah Ayna yang terus berjalan ke arah pintu.
" Itu tandanya dia tau diri Bhi , biar gak mimpi setinggi langit ". ucap Mami Soraya dengan intonasi keras.
Setelah menutup pintu Ayna bernafas lega.
" Sombong amat...dikira anaknya paling cakep apa , trus aku ngejar - ngejar anaknya gitu , gak tau aja kalo anaknya yang kesengsem sama aku , ngatain mulu kerjaannya...Cih ".
gerutu Ayna melewati Valentine.
" Husssttt Ay...kenapa, tuh mulut komat kamit kayak baca mantra ?". tanya Valent.
" Iya baca mantra sihir , biar bisa ngilang ".
" Dih sewot amat Mbak ".
" Gimana gak sewot ,tuh emaknya si Bos mulutnya kayak bon cabe level 100 tau ngga ".
" Ngomongnya setinggi langit , ngrendahin orang lain , dia kira anaknya itu tampannya selangit ".
" Maksud kamu Pak Abhi ?".
Ayna mengangguk.
" Wah kalo dia memang tampannya selangit sih Ay ". kata Valent.
" Eh ". bener juga kata Valent pikir Ayna.
" Ah sudahlah , aku mau jadi OB dulu untuk sementara ".
Hah....terus Valent terkikik geli melihat Ayna yang masih saja terus menggerutu menuju pantry.
" Bhi , Mami gak suka dengan asisten kamu itu , ganti saja !".
" Apa ganti dengan Rengganis aja ya Bhi , dia akan menetap disini ".
" Iya Tan, usul yang bagus , aku mau Tan ...Bhi ".
" Aku nya yang gak mau , Mami kenapa sih ,ini urusan perusahaan , Mami gak usah ikut campur deh , berantakan bisa , dan untuk kamu Nis, cari kesibukan lain jangan ganggu kehidupan ku ".
" Ya udah kalo usul Mami tidak kamu pakai "
" Bhi , Rengganis kan baru nyampe lagi di kota , jadi dia sudah lupa jalanan disini , kamu antar ya buat keliling- keliling ".
" Mi...Mami gak lihat aku sedang kerja , kenapa gak Mami aja , Mami kan jago kalo soal jalan- jalan sama menghabiskan uang ".
" Kamu ini kenapa sih Bhi , ini gak mau itu gak mau , nanti malam pulang , Mami sama Papi diundang makan malam , gak ada penolakan lagi !".
" Iya baik, tapi aku mohon Mami sekarang pulang , jangan ganggu kerjaan ku!".
" Ayo Nis , kita pulang , kita shopping- shopping!".
" Aku boleh disini saja tidak Tan ?".
" Gak boleh !". tolak Abhi .
Seperti waktu itu , Mami Soraya pulang ketika Ayna sudah membawa minuman yang dibuatnya.
" Dasar lelet ".
ucap Mami Soraya berlalu meninggalkan ruangan Abhisek diikuti oleh Rengganis dengan langkah berat ,karena ia masih ingin bersama Abhisek.
Ayna hanya mengangkat bahunya...masa bodo lah , mau marah ya biarin aja.
Begitu masuk , Abhi langsung mengunci pintu ruangannya.
__ADS_1
" Ay , kamu jangan dengerin kata Mami ya ".
" Aku gak ada hubungan apa - apa dengan Rengganis, aku hanya mencintaimu ".
" Iya iya , aku percaya kok, sekarang kerja ya , itu pintu kenapa dikunci ".
" Aku gak mau ada yang masuk lagi , nanti ganggu kita yang lagi berduaan ".
ucapnya cengengesan , Abhi malah duduk bersimpuh di depan Ayna ,setelah menarik Ayna untuk duduk di sofa.
" Bhi , ini dikantor , jangan ngadi - ngadi deh ".
Abhi kemudian merebahkan kepalanya di pangkuan Ayna.
" Sebentar saja Ay , aku lelah , apalagi dengan sikap Mami ku ".
Tak tega Ayna membiarkannya, ia pun mengelus kepala Abhi penuh kasih sayang.
Berasa emak lagi nenangin anaknya nih ...Ayna tersenyum tipis...
*
*
Paginya Ayna begitu terkejut ketika sang Ibu menelponnya agar segera pulang kampung.
" Zid kamu jaga rumah ya , awas jangan main mulu , apa mau ikut pulang saja sama Embak ?".
" Gak bisa Mbak , aku masih ada ujian ini ".
" Ya udah Mbak tinggal dulu ".
" Hati- hati Mbak , salam buat ibu dan nenek ".
" Iya ".
Di dalam perjalanan Ayna menelpon Aqil untuk minta ijin. Sekalian mengambil cuti ,beruntung ada tanggal merah pas sebelum weekend .
Ayna bisa lumayan lama berliburnya.
Melihat kedatangan cucunya , nenek terlihat sehat kembali, mungkin rindu yang dalam pada Ayna , sehingga nenek sampai sakit , apalagi setelah kakek pergi meninggalkannya tahun lalu.
Di kantor Abhi uring - uringan ,karena Ayna tak pamit padanya.
" Dia ijin untuk apa Bang, kenapa tak memberi kabar padaku , HP nya susah dihubungi dari tadi ...arrgghhh ".
" Ijin mau pulang kampung aja pamitnya Bos , sekalian ambil cuti katanya ".
" Kenapa kamu ijin kan !".
" Itu karena Ayna belum pernah mengambil cuti Bos , masak saya larang , itu kan Hak dia ".
Aqil tak mau disalahkan...enak saja...katanya.
" Kenapa mendadak sekali sih ".
Abhi masih penasaran .
" Apa mungkin dia pulang mau dikawinkan paksa sama juragan seperti yang ada di sinetron itu kali ya Bos ".
Aqil menyiramkan bensin ke Api.
Pikiran Abhisek sudah tidak bisa terkontrol lagi.
" Siapkan mobil Bang , kita susul Ayna !".
" Tapi ada rapat entar siang Bos ".
" Cancel aja , aku gak mau kehilangan kekasih hatiku , bisa gila aku bang memikirkannya ".
Salah ngomong nih.....Aqil terpaksa mengikuti perintah sang Bos.
Bersambung....
__ADS_1
***