
Happy Reading
***
Ayna berjingkrak senang melihat tespeck yang baru saja ia gunakan bergaris dua , itu tandanya ia sudah hamil.
" Alhamdulillah terima kasih Ya Allah terima kasih, akhirnya kamu datang juga sayang ". Ayna tak berhenti mengecup tespeck itu dan juga mengelus perutnya masih datar.
Ia sengaja melakukannya setelah Abhisek pergi , agar tidak kecewa ketika hasilnya negatif . Seringnya membaca artikel dan novel ia jadi curiga ketika sudah sebulan ia terlambat datang bulan.
" Ini yang dinantikan aku dan Suamiku , pasti dia senang sekali, aku akan buat kejutan buat dia ".
Dengan semangat empat lima , ia mulai berdandan, rencananya ia akan menemui Abhisek di kantor nya.
" Aku naik motor saja biar engga kena macet ". Ayna bersenandung manis sambil menuruni tangga.
" Eh non Ayna sudah bangun ?" sapa Bi Nani .
" Iya Bi ".
" Non mau pergi ?? bukannya kata den Abhi enon kurang enak badan ya ?".
" Sekarang sudah engga Bi , nih lihat sehat kan ". Ayna berdiri memperlihatkan ke Bi Nani bahwa ia memang baik - baik saja.
" Syukurlah Non , emm non kok kelihatannya happy banget , habis dapat lotre ya ?".
" Hahaha...Bi Nani ini kekinian juga tau happy lagi , ini lebih dari lotre Bi , aku beritahu ya tapi janji jangan kasih tau Mas Abhi dulu ya , ini rahasia kita ....aku hamil Bi ". Akhirnya Ayna memanggil suaminya dengan sebutan Mas , dan itu membuat Bi Nani tersenyum manis.
" Alhamdulillah Bibi ikut senang Non , sehat selalu ya Non ". doa tulus dari sang Bibi.
" Terima kasih doanya Bi , sekarang aku mau keluar dulu , mau ke kantor Mas Abhi ".
" Hati - hati di jalan ya Non !".
" Siappp Bi ". Ayna ke garasi mengeluarkan motornya , ia pun tak lupa berpamitan pada pak satpam.
Ayna merasa aneh dengan motornya, benar saja ketika ia mencoba untuk menghentikan motornya tapi rem nya blong , Ayna panik ,ia berteriak minta tolong, beruntung ia menjalankan motornya dengan pelan.
" Aaaaaaaa.......". Bruk.....Ayna memejamkan matanya , tapi tubuhnya tidak terlalu merasakan sakit , sepertinya ia tak terjatuh ke aspal tapi ia merasakan meninidih sesuatu.
" Kau mau menutup matamu terus, badan ku sakit semua ini kamu jadikan alas ". suara itu seperti pernah Ayna dengar, ia pun perlahan membuka matanya.
" Ka..kamu ??". Mata Ayna membulat melihat seseorang yang telah lama meninggalkannya.
" Hemm....masih ingat rupanya padaku ".Orang yang menolong Ayna itu adalah Zaky sahabatnya dari kampung .
" Tentu saja aku ingat Zak, kamu sahabat tersayangku sama seperti Mimi ....kapan kamu pulang ?".
__ADS_1
" Sudah seminggu lebih , motor kamu kenapa?".
" Ah iya ". Ayna menepuk keningnya." Terima kasih sudah menolongku , aku engga tau kenapa, tadi tidak bisa aku hentikan sepertinya rem nya blong".
" Tangan mu luka Ay, sebaiknya kita ke rumah sakit dulu !".
" Hanya luka kecil Zak , tidak apa- apa ".
" Jangan begitu , sekalian aku juga mau periksa tadi kan ketiban kamu , siapa tau aku hamil ". ujar Zaky bercanda.
" Hahaha...yang benar saja , kamu sudah bisa melucu sekarang Zak , ya udah ayo ,aku akan bertanggung jawab karena kamu juga terluka karena ku ".
" Naik mobil ku saja Ay , di depan ada bengkel, kita bawa dulu motor mu kesana!". Ayna menurut ,ia mengikuti langkah Zaky yang membawa motornya ke bengkel.
Suasana di dalam mobil menjadi canggung. Ayna tak tahan yang akhirnya membuka obrolan.
" Bagaimana kabar mu Zak ?".
" Kabar ku buruk setelah mendengar kamu sudah menikah dari Mama , aku pulang kampung waktu itu ". ucapan Zaky membuat Ayna sedikit tercubit hatinya.
" Dan gimana Kabar mu Ay , ah sepertinya kamu baik - baik saja dan sangat bahagia ". tambah Zaky lagi.
" Kamu tidak senang sahabatmu ini sudah menikah Zak ?".
" Senang ,tapi akan lebih senang jika aku yang jadi suami kamu , mungkin aku terlambat menyatakan cintaku ,tapi ini lebih baik dari pada aku pendam terus , sakit rasanya melihat kamu menjadi milik orang lain , kamu cinta pertama ku Ay ". jelas Zaky , bibir Ayna terdekat mendengar ungkapan cinta sahabat kecilnya ini.
" Tidak perlu minta maaf Ay , aku juga akan bahagia jika kamu juga bahagia ".
" Zak ....kamu kok ada disini , kerja atau...?".
" Aku baru saja meeting di luar , akan kembali ke kantor , di jalan tadi aku lihat wanita cantik sedang kesusahan mengendalikan motornya, ternyata itu kamu ".
" Kamu juga pandai menggombal sekarang ".
" Iya , aku juga menyesal kenapa gak dari dulu aja aku gombalin kamu dan nyatain cinta , jadi gak ikhlas melihat kamu makin cantik kayak gini Ay ". Meski begitu Ayna tetap salah tingkah dipuji Zaky , pipinya jadi merona. Baru kali ini ia mendengar Zaky memuji lawan jenisnya.
" Apa di luar negeri kamu juga seperti ini , pasti banyak gadis yang terjerat olehmu?".
" Tidak , kalo yang mengejarku banyak sih , tapi kan aku sudah bilang hatiku hanya untuk mu tapi sayang aku terlambat kamu sudah jadi milik orang , boleh aku rebut gak Ay ?". canda Zaky padahal ia serius.
" Kamu...makin lucu aja...". Ayna terkekeh.
Pulang dari rumah sakit , Zaky mengajak Ayna mampir ke cafe dahulu dan itu harus , karena Zaky tak mau ditolak , ucapan terima kasih katanya sekalian merayakan pertemuan mereka kembali.
" Mimi pasti membunuhku jika dia tau kita berdua makan tanpanya ".
" Iya benar, dia berjanji akan mengunjungiku kesini , tapi belum nyampe juga sampe sekarang ".
__ADS_1
" Nanti biar aku yang ajak dia kesini , aku antar ya Ay, biar tau alamat kamu , jadi kalo aku mau main sama Mimi gak perlu banyak tanya lagi ". karena alasan itu Ayna akhirnya mau diantar sampai rumah , ia tak jadi ke kantor Abhisek .
Di kantor Abhisek marah - marah setelah mendapat kiriman foto dan video sang istri bersama seorang pria .
" Katanya sakit, ini kenapa malah ketemuan sama cowok lain sih ....Ayyyy.....apa yang kamu lakukan sayanggg....arrgghhh..".
" Bos ". panggil Aqil.
" Apa !!!". sambar Abhisek.
" Wuihhh ketus amat Bos , bentar lagi ada meeting dengan ....".
" Batalkan, pikiranku lagi ruwet engga konsen ". potong Abhisek.
" Ada masalah Bos ?".
" Ini Bang lihat ? Aqil melihat sederet pesan yang diterima Abhisek di HP nya.
" Jangan terlalu percaya Bos , selidiki dulu , aku tau gimana Ayna ".
" Aku percaya pada istriku ,tapi tidak dengan pria ini , mereka kelihatan akrab....dan aku cemburu Bang , Ayna milikku , aku engga suka dia tersenyum ke orang lain ".
Yaelah, Bucin akut nih Bos...gumam Aqil." Palingan teman Bos , senyum kan ibadah masak ketemu orang dijutekin , tanya aja dari pada menduga- duga , jadi suudzon kan ".
" Aku pulang Bang ". Abhi menyambar jas nya yang tergeletak di kursi...lebih baik pulang dari pada tidak tenang pikirannya.
" Lah malah pulang , maksud aku nanya nya entar kalo urusan kantor sudah selesai ". cetak Aqil.
" Bos nya siapa Bang , terserah Bang Aqil deh mau lanjutin meeting tapi tanpa aku ,atau ikutan pulang ?". tawar Abhisek.
" Seriusan boleh pulang , tapi jangan potong gaji ya !". Aqil tentu saja memilih pulang , jarang - jarang kan kesempatan ini , mumpung si Bos nya lagi khilaf.
" Tenang aja ".
Valentine kebingungan melihat Bos dan asistennya keluar bersama katanya akan pulang padahal masih jam kerja.
Bersambung...
***
Mampir ke karya aku yang lain ya 👇
__ADS_1