I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 85


__ADS_3

Happy Reading


***


Kia terkejut bukan main ketika ada yang menarik tangannya begitu kuat. Ia tak sempat berteriak karena mulutnya dibekap.


Tadinya ia ijin pada guru untuk ke toilet , karena saat ini masih jam pelajaran , makanya suasana sekitar sekolah cukup sepi , anak - anak sedang berada di kelas semua .


Sampai di halaman belakang, Kia berhasil lepas dengan cara mengigit tangan si pelaku.


" ......Aaaaarrrggghhh sakit Kia !".


" Salah sendiri main bawa orang seenaknya tanpa ijin ". Kia kesal begitu melihat siapa yang menariknya tadi.


" Kalo ijin , elo mana mau ketemu sama gue Ki !".


" Emang betul , buat apa coba gue ketemuan sama elo , gak ada urusannya kan Ga ".


Raga mengusap wajahnya kasar, " Bisa gak sih elo itu ngomongnya gak usah ngegas kalo sama gue Ki !".


" Gak bisa ".


Raga makin frustasi, susah sekali menghadapi Kia , tapi ia heran , Kok sepertinya Arjun begitu mudahnya akrab dengan Kia , dan bisa jadian dengan gadis galak ini...dan ini yang membuatnya nekat membawa paksa Kia ke taman belakang sekolah.


" Gue hanya mau ngomong sama elo Ki ".


" Tapi gue gak mau ngomong sama elo Raga !".


" Sebentar aja Ki ".


" Ya udah...buruan , gue sibuk !"


" Elo beneran udah jadian sama Arjun Ki ? ".


Mata Kia memicing " Kalo iya kenapa ?? gak ada hubungannya kan sama elo Ga ?".


" Ada , tentu saja ada ....gue yang lebih dulu ngasih perhatian sama elo , tapi elo gak pernah peduli , malah sekarang elo jadian sama Arjun , bocah ingusan itu !". Raga meluapkan kekesalannya.

__ADS_1


" Gini ya Ga , kemana hati kita tertuju kan kita gak pernah tau dan gak bisa milih ". suara Kia melembut, ia tau menghadapi Raga tidak harus dengan kemarahan.


" Tapi dia masih bocah Ki , lihat gue Ki ...apa yang kurang di diri gue dibanding Arjun ?".


" Gue paling gak suka banding - bandingin orang Ga, elo ya elo...Arjun ya Arjun...elo dan Arjun jelas punya kelebihan dan kekurangan masing - masing.....sudahlah , intinya gue gak bisa milih elo Ga !".


" Kenapa dengan mudahnya elo langsung terima dia , padahal gue sudah menyatakan suka ke elo berulang kali ".


" Ga , kamu gak paham juga...aku mau masuk , terlalu lama ijin nanti dicariin sama bu guru l, lagi pula gue lelah menjelaskan sesuatu yang sudah jelas ". Kia balik badan , ingin meninggalkan Raga disana.


Tapi tangannya dicekal oleh Raga " Ki...beri Gue kesempatan...".


Dengan gerakan cepat , Kia menghempaskan tangannya, lalu ia berlari sekencang mungkin.


" Gue gak akan nyerah Ki...sebelum janur kuning melengkung, pasti gue tikung ". tekad Raga , ia tak mengejar Kia yang terus berlari tanpa menengok lagi ke belakang.


Hoss..Hoss..nafas Kia terengah - engah...


" Kamu itu ke toilet ngapain sih Kia...lama banget, jangan - jangan kamu pingsan , terus kenapa tuh nafas sampai ngos- ngosan gitu ?".


" Habis lihat penampakan Bu ". jawaban yang terlintas di otak Kia.


Tapi lain tanggapan teman - temannya...terutama Emon...pria penakut itu langsung duduk mepet ke arah Edi .


" Dih sonoan apa Mon...panas tau !".


Emon masih bergidik takut. Tangan Edi tak lelah mendorong Emon agar menjauh.


" Ediiii ??? Emonnn ??? ngapain berisik ?".


" Emon bu , mepet - mepet mulu , kan gerah ".


" Emon takut Bu , habis Kia pake cerita horor sih ". Emon membela diri.


" Dih , elo laki bukan sih Mon , gitu aja takut , gimana kalo elo yang lihat penampakan beneran....kencing di celana lo ". sambar yang lain.


" Iiihhhh amit - amit jabang bayi deh , gue mending liha artis sinetron azab...dari pada lihat penampakan ".

__ADS_1


" Dih GR , paling juga setannya yang takut lihat elo Mon , kan satu frekuensi....".


Hahahaha...seisi kelas tergelak bersama.


Bu guru baru sadar , kalo ada satu muridnya yang belum masuk kelas.


" Raga mana nih , belum balik juga, ada yang mau nyusulin ke toilet ?". hening tak ada yang menjawab.


Kringggg.....Kringgggg....bel berbunyi...sontak semuanya berucap...


ALHAMDULILAH......


" Kita lanjut nanti , kalian istirahat dulu !".


Tanpa di komando , mereka semua ngacir ke kantin .


Kalo sudah soal makanan...rasa takut Emon menghilang entah kemana, ia sudah sampai duluan ke kantin.


Ia kalap....memesan semua menu yang ada disana .


" Tenang Pak , Bu....ada raja minyak yang akan bayar semua ini , dia traktir kami sekelas ". teriak Emon , yang melihat keraguan para pedagang disana , takut diutangi sama Emon.


" Nih orangnya...minta aja bayarannya sama Arjun ya Pak Bu ".


Arjun pun mendekat ke para pedagang ," Hitung saja Pak Bu , apa yang dimakan teman - teman saya ".


" Jun , biar gue bantu bayarnya , fifty fifty ya..". Kia gak enak kalo Arjun sendirian yang menanggungnya....Apalagi melihat teman laki - laki nya yang rata - rata gak ingat dosa, mentang - mentang di traktir semuanya di pesan.


" Gak apa - apa sayang , itung - itung nafkah dari calon suami ". ucap Arjun, membuat Kia yang kini bergidik ngeri.


" Omongan lo Jun....gak disaring ".


" Sekarang elo mau pesan apa , biar abang yang melayani ?".


" Tapi elo beneran ada uangnya Jun ?".


" Ada sayanggg...sudah tenang saja , kalo gak masih kurang duitnya nanti kunci motor aku tinggal ". canda Arjun.

__ADS_1


Hari itu semuanya percaya kalo Arjun dan Kia jadian....banyak yang mendukung....apalagi setelah mereka disogok traktiran.


__ADS_2