
Happy Reading 👍
Mohon dukungannya ya 🙏
***
Hubungan Ayna dan Pak Riko berjalan dengan baik , meski Ayna tetap menjaga jarak aman terhadap Riko .
Ia cukup membentengi dirinya agar tidak terlalu jatuh cinta terhadap dosen nya itu.
Riko tak mempermasalahkan nya , yang penting Ayna ada waktu buat nya jika ia ingin bertemu, lambat laun pasti Ayna akan cinta mati kepada nya....begitu pikir Riko.
Karena Ia merasa tak ada wanita yang akan bisa menolak pesonanya.
Bahkan beberapa kali ada mahasiswi nya yang dengan terang - terangan mengungkapkan rasa suka padanya.
Ia sendiri heran kenapa Ayna biasa saja terhadapnya , padahal dia sudah menjatuhkan harga dirinya untuk mengungkapkan cintanya terlebih dahulu.
" Maaf Ay , nanti malam kita tidak jadi dinner, aku ada keperluan keluarga ".
Riko sudah tidak bersifat formal lagi , dia menggunakan kata aku untuk menunjukkan dirinya.
Hari ini Ayna tidak ke restoran karena Riko tadi mengajaknya ke suatu tempat.
" Ya Mas , gak apa- apa...santai saja ".
Jadi aku bisa bekerja nanti malam ...batin Ayna.
" Kamu tidak marah ?".
Riko merasa kecewa melihat tanggapan Ayna yang biasa- biasa saja .
Seperti tidak mempermasalahkannya, bahkan ia terlihat begitu senang karena Riko membatalkan acaranya.
" Kenapa harus marah Mas , kan Mas ada keperluan penting, jadi aku tidak boleh egois ".
jawabnya Ayna enteng.
" Kalo begitu aku ganti besok malam saja ya".
" Eh gak usah Mas ".tolak Ayna cepat.
" Kenapa?".
Dahi Riko mengernyit heran, bukankah para wanita suka diajak makan malam berduaan bersama pasangannya, kenapa malah wanitanya ini menolak.
" Ya gak kenapa- napa Mas, Aku tau Mas kan orang sibuk, jadi lebih baik Mas pakai buat istirahat saja di rumah ".
Jawaban Ayna membuat Riko tersentuh.
Ohhh dia memikirkan kesehatanku ternyata , aku kira dia gak suka berduaan denganku ...batin Riko.
" Hemmm baiklah, sampai jumpa besok pagi ...aku pulang dulu , itu makanannya kamu habiskan !.
Riko menyambangi tempat kos Ayna , seperti biasa ia membawa banyak makanan.
" Lain kali gak usah sebanyak ini , Mas pikir aku kuda Nil ".
bibir Ayna mengerucut.
" Ha..ha..ha..mana ada kuda nil secantik ini , kalo ada biar Mas kandangin di kamar Mas ".
" Sudah sana pulang!".
" Kamu ngusir Mas nih ?".
" Kan Mas yang mau pulang sendiri, tadi juga udah pamitan ".
" Nginep disini boleh tidak Ay ?".
Riko tersenyum penuh makna dengan menaik turunkan alisnya.
" Boleh ".
Mata Riko berbinar , pertanyaan candaan ternyata dijawab serius oleh Ayna.
Asyiiikkkk.....gumamnya.
__ADS_1
" Tapi tidurnya gak disini, tuh bareng Pak Slamet di depan !".
Ayna menunjuk ke pos Satpam.
" Kirain......udah ah mending pulang aja daripada disuruh nemenin bandot tua.....dadah sayangku ...I love you ".
" Love you too ".
Ayna terkikik geli sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Riko yang mulai menjauh.
Ayna kembali ke kamarnya....ia kaget melihat para teman - temannya tengah asyik menikmati makanan dari Riko.
" Astagfirullahaladzim......".
Ia sampai mengusap dadanya.
" Hay Ay , ayo dimakan , mumpung masih hangat.". Ucap Nida .
" Hah....gak salah nih , itu makanan punya siapa, belum ijin juga sama yang punya ".
gerutu Ayna melihat tingkah teman - temannya.
" Kelamaan Ay kalo ijin dulu , lagian lama sekali pak Riko pamitannya.". tambah Suci.
" Teman - teman ku memang ahklaknya bagus semua... monggo dianjutkan mba !"
" Tentu saja, dengan senang hati ".
Ha.ha.ha...mereka tertawa bersama.
*
*
Riko sebenarnya malas memenuhi undangan Mamanya , karena ia tau ujung- ujungnya pasti urusan perjodohan.
Sampai di apartemen, Hp nya berbunyi, Riko berdecak, bukan telpon dari Mamanya yang ia harapkan tapi telpon sang pujaan hati.
Tapi tetap dia harus mengangkatnya agar sang Mama tidak marah .
Tanpa mengucapkan salam , Mama langsung ke inti permasalahan.
" Assalamualaikum dulu Ma."
" Waalaikumsalam ".
" Iya Ma , nih makanya Riko sudah pulang , Riko mau istirahat dulu Ma ".
" Janji ya Rik, kalo kamu bohong, Mama gak mau ketemu kamu selamanya ".
ancam Mama Riko.
" Ya Allah Ma , sampai segitunya, iya iya Riko usahain datang ".
" Oke Mama tunggu, kamu istirahat sana biar kelihatan makin ganteng entar malam ....Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam ".
Hufffttt....Riko membuang nafasnya kasar ...
merebahkan tubuh lelahnya , sejenak kemudian ia pun terlelap ke dalam mimpi.
Riko menjalankan mobilnya setelah mendapat notifikasi pesan dari sang Mama.
" Bukannya ini restoran Reyhan, tempat Ayna bekerja ". ucapnya.
" Tenang Rik....Ayna kan lagi gak kerja, semoga gak terjadi apa - apa ".
Riko berbicara sendiri, menenangkan hatinya yang cukup resah.Takut terjadi salah paham.
" Ada yang bisa saya bantu Mas ?".
tanya bang Dika menyambut kedatangan Riko.
" Reservasi atas nama Ibu Arini ".
" Baik , mari ikut saya !".ajak bang Dika.
__ADS_1
Riko diarahkan masuk ke ruang VIP yang sudah di pesan Mamanya.
Riko mencium Mama Arini dan Papa Radit juga tak lupa menyalami om Jaya dan tante Mia.
" Kamu makin tampan dan gagah Rik ".
Om jaya menyanjung Riko.
" Terima kasih Om ".
" Tunggu sebentar ya , bintangnya belum datang ini ".
" Iya jeng , mungkin terjebak macet , maklum tadi dia ada pemotretan ". kata Tante Mia.
" Sibuk ya jeng ".
" Iya , maklum masih belum ada yang Ia urusi katanya , nanti kalo sudah punya suami pasti dia akan nurut kalo disuruh mengurangi aktifitas ".
" Harus begitu dong , biar jadi istri idaman ".
Riko mulai jengah ketika Mama Arini dan tante Mia membahas soal rumah tangga yang pasti akan menyangkutkan namanya.
Sementara itu...
" Ay , bantu aku membawa makanan ini ke ruang VIP yuk, banyak sekali ini ".
pinta Rinda.
" Orang kaya ya Rin, pesannya gak kira- kira ".
" Iya nih , tapi kayaknya acara dua keluarga gitu deh, seperti akan membicarakan pernikahan ".
" Sok tau ".
" He.. he..he..kira - kira aja....kan biasanya begitu kalo ada pertemuan dua keluarga malam - malam gini ".
" Ayo buru ah , nanti kita kena tegur lagi ".
Mereka berdua pun mengetuk pintu , setelah dipersilahkan mereka lalu masuk.
Deg...mata Riko bersitatap dengan mata Ayna.
dengan cepat Ayna mengalihkan pandangannya, dan bersikap setenang mungkin agar tidak mengacaukan suasana dan mengecewakan Reyhan.
Selagi menata makanan masuklah seorang gadis cantik berpakaian modis.
" Maaf aku terlambat ".
" Gak apa - apa sayang , Riko ini Sania ...cantik kan pilihan Mama , calon istri idaman nih Rik , selevel lagi dengan kita!".
" Hai Rik....".
" Hai juga San ".
Sania hendak mencium pipi Riko , tapi Riko menghindar dengan memundurkan badannya...
Ia tak mau Ayna melihat itu.
Sania cukup kaget dengan penolakan Riko, tapi ia tak ambil pusing , ia memang biasa melakukan hal itu karena pergaulannya yang cukup bebas.
Sania pun langsung mendekat dan mencium kedua orangtuanya, lalu ia duduk di samping Riko , di kursi yang sedari tadi dikosongkan untuknya.
" Kita makan aja dulu ya jeng , baru kita bicarakan tentang perjodohan anak kita ".
Orang tua Sania mengangguk setuju .
" Tuan , Nyonya ....kami permisi dulu ".
Ucap Ayna , segera menarik tangan Rinda .
Riko menatap kepergian Ayna dengan hati cemas.
Bersambung.....
Terima kasih sudah mampir 😘
***
__ADS_1