
Happy Reading
***
Sejak malam itu, ketika Abhisek dan juga Zidni mabar di rumah Ayna , mereka jadi sangat akrab. Zidni tak lagi canggung dengan Abhisek, bahkan kadang ia memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
Tentu saja Abhisek merasa senang, sudah ada dukungan dari orang terdekat Ayna. Ayna sendiri tidak ambil pusing , ia hanya akan mengikuti alurnya saja. Kalo jodoh ya gimana lagi , bohong juga jika ia tidak akan luluh dengan segala kelakuan Abhisek meski terkadang menyebalkan, tapi sekaligus membuatnya selalu rindu dengan pemuda itu.
Hari ini sangat bersejarah bagi Ayna , perjuangannya mendapat gelar usai sudah .Ibu juga sudah datang untuk menghadiri wisudanya.
Abhisek berada di urutan terdepan , ia tak mau ketinggalan moment bersejarah dari sang kekasih ,meski sampai sekarang Ayna belum mau mengakuinya.
" Ibu , duduk disini bu ?:.
Abhisek mengakrabkan diri pada ibu Ayna, yang menurutnya adalah calon ibu mertuanya.
Yaelah Bhi , belum juga dapat restu sudah manggil ibu mertua aja ...
Zidni hanya tersenyum tipis melihat kelakuan calon kakak iparnya , yang hampir sebaya dengannya.
" Eh nak Abhi , terima kasih , sini duduk di sebelah ibu ". Dengan senang hati Abhi langsung duduk di sebelah ibu Ayna.
Papa Hasan, Mama Lina dan juga Reyhan hadir disana. Abhisek masih sedikit punya rasa cemburu pada Reyhan , tapi ia tau Reyhan pun sudah merestui , ketika melihat bagaimana perjuangan Abhi untuk mendapatkan Ayna.
Mereka berfoto bersama , Abhisek tak membiarkan Reyhan berfoto berdua dengan Ayna, ia selalu saja menyela.
Bahkan Zidni pun tak ia ijinkan foto berdua dengan kakaknya.
Ibu tersenyum bahagia , ia melihat betapa banyak yang menyayangi putrinya saat ini.
" Terima kasih nak Abhi , sudah menyayangi anak ibu ". Ibu mengusap bahu Abhi.
" Sama - sama Bu , sudah masuk kriteria suami idaman belum bu ?". tanya Abhisek.
" Banget nak Abhi , dua jempol pokoknya ".
__ADS_1
ibu mengangkat dua jempolnya.
" Udah bisa direstui dong kalo aku meminang Ayna bu ?". udah terlanjur ,langsung aja melamar siapa tau kan diterima ...pikir Abhisek.
" Hahaha...nak Abhi ini lucu ya , ibu restui nak ,tapi tergantung sama Ayna nya , kan yang mau dilamar dia , kalo ibu mah pasti gak nolak dapat suami tampan kayak kamu ?".
" Ibu ternyata asik orangnya, berarti ibu sudah setuju ya , fix...gak boleh ingkar ya bu ".
Sangat menyenangkan bersama keluarga mu Ay , semuanya natural penuh keikhlasan dan kasih sayang, sungguh beruntung jika aku bisa menjadi bagian dari keluarga mu.
Abhisek teringat bagaimana Maminya sibuk dengan arisan dan teman sosialitanya. Abhisek kecil lebih dekat dengan sang Papi.
Mata Ayna berbinar melihat kedatangan Mama Arini dan Papa Radit, orang tua dari Riko .
" Ma , Pa...terima kasih sudah mau datang ".
Mama Arini langsung memeluk mantan menantunya ini.
" Selamat sayang ".
" Selamat Ay , kapan mau bergabung ke perusahaan Papa , Papa sudah ingin pensiun nak ?".ucap Papa Radit.
Pak Samhadi mendekat beserta sang putra Alvi. Alvi membawa seikat bunga mawar merah dan juga boneka beruang besar.
Mata Abhisek terus menatap ke arah Ayna yang sedang diberi selamat oleh Ayah dan anak itu.
" Selamat Ay , kamu hebat ".
" Terima kasih Pak, ini juga berkat bimbingan Pak Samhadi ".
" Selamat Ay , hadiahnya cukup ini dulu... untuk seserahan nanti menyusul kalo kamu sudah bilang Yes " . canda Alvi meski sebenarnya ia serius.
Semuanya tertawa , tapi tidak dengan Abhisek. Apaan , seserahan....Ayna milikku , kamu gak bakalan diterima....Aku sudah dapat restu dari ibu....bikin kesal saja , ngapain pake datang kesini , gak diundang juga , merusak pemandangan...gerutu Abhi.
Ayna sekilas melirik ke arah Abhi , ia ingin tertawa melihat muka Abhi yang ditekuk karena kesal, Ayna tau itu. Seringkali bersama membuat ia tau banyak tentang Abishek....jika mood nya sedang jelek seperti sekarang ini.
__ADS_1
" Boleh foto berdua Ay , buat kenang - kenangan, apa sekalian foto prewed aja ya ". pinta Alvi.
" Kamu itu Al...cari kesempatan aja ".
" Dukung Alvi dong Pa , katanya mau jadiin Ayna mantu , ya harus gigih berusaha dong , pantang kendor ". jelas Alvi.
" Foto wisuda aja ya kak, untuk foto prewed Ayna belum siap ". gurau Ayna tak ingin menyakiti perasaan Alvi.
" Ya ya baiklah...sepertinya anakmu ditolak lagi Pa ?"adunya ke Pak Samhadi.
" Yang sabar nak..ayo lebih semangat lagi ".
Setelah acara selesai mereka semua pergi ke restaurant Reyhan.
Abhisek menarik tangan Ayna untuk masuk ke dalam mobil nya.
" Kamu bersama ku Ay !".
" Boneka Beruang nya dibuang saja ya Ay , aku bisa belikan kamu yang lebih besar dari ini.
" Jangan Bhi ".
" Kenapa, kamu menyukai pemberi boneka itu ?".
" Gak gitu , kita harus menghargai semua pemberian dari orang Bhi , jangan begitu ah mukanya, jelek tau ".
" Itu semua karena kamu , kamu tau kan aku sangat cemburu ".
" Iya tau , kan kamu denger sendiri aku gak ada rasa sama dia , bahkan dengan halus aku menolaknya ".
" Tetap saja, aku masih cemburu"..
Susah sekali membuat mood nya kembali ceria.
Ayna mengusap dadanya .
__ADS_1
Bersambung ...
***