
Happy Reading
Bocil jangan ikutan baca ya....🙏😉
***
Arjun membalikkan badan Kia agar menghadapinya, terlihat sekali kegugupan Kia. Bagi Kia ini pertama kalinya ia sangat intim bersentuhan dengan seorang lelaki , begitupun dengan Arjun , tapi Arjun lebih bisa mengontrol kegugupannya.
" Kamu gugup Ki ?".
" Hmm iy iya...sedikit , kamu?".
" Aku , sama sedikit juga ". padahal jantung keduanya berdegup dengan kencang seakan mau melompat dari tempatnya.
" Aku menginginkanmu malam ini Ki , boleh ya ". Kia seperti terhipnotis oleh tatapan mata Arjun , ia mengangguk pelan.
Arjun mulai memberanikan mencium bibir Kia perlahan lalu ********** , Kia pun membalas meskipun keduanya terlihat kaku.
" Maaf ini pertama kalinya bagiku menyentuh wanita , kamu wanita pertama dan terakhir yang akan aku jamah , kita sama - sama belajar ya sayang !". Kia mengangguk, tersenyum karena ia tau Arjun tidak berbohong , karena ia merasakan Arjun pun masih agak kaku dalam menciumnya.
Mereka kembali berciuman, semakin lama semakin panas , secara otomatis mereka terlihat sangat mahir , rupanya belajar dengan praktek langsung lebih cepat mereka pahami.
Arjun dengan cepat melepas bathrobe yang dipakai Kia , ia pun melempar handuk yang sedari tadi menutupi adik kecilnya , yang sekarang sudah tìdak kecil lagi karena sudah mengembang dengan sempurna.
Kia tampak malu , tangan kanannya menutupi asetnya yang ada di atas sedangkan tangan kirinya menutup asetnya yang ada di bawah.
" Buka Ki , jangan ditutupi !".
" Ak aku malu , lampunya kenapa tak dimatikan dulu ".
" Sengaja , agar aku bisa melihat seluruh tubuhmu dengan jelas ". Arjun pun menarik tangan Kia untuk tidak menutupi kedua asetnya.
" Jun ".
" Iya sayang ".
" Kenapa kamu liatnya seperti itu ". Kia ingin menutup kembali asetnya , tapi dengan cepat Arjun menepisnya.
__ADS_1
" Aku sedang mengagumi keindahan tubuh yang akan menjadi milikku, kamu juga lihatlah , ini juga akan menjadi milikmu Ki ". Arjun menunjuk ke arah miliknya yang sudah berdiri tegak , dengan malu - malu Kia pun melihatnya , ia bergidik ngeri...sakit engga ya , gumamnya.
Arjun kembali menyerang Kia , ia membuat milik Kia siap untuk menerima miliknya.
" Sakit Jun ".
" Maaf , boleh aku teruskan ?".
" Iya teruskan saja , sudah terlanjur sakit jadi sekalian saja ".
" Aku akan pelan , akan sakit diawal , tapi akan hilang nanti jika sudah berjalan , yang kudengar seperti itu ". Kia mengkode Arjun untuk meneruskan pergerakannya.
Benar kata Arjun , sakit itu tergantikan dengan kenikmatan...Kia sudah mencapai pelepasannya, tiba - tiba Arjun menarik miliknya , lalu mengambil sesuatu dalam saku celananya.
" Apa yang kamu pakai Jun , apa kamu tidak mau punya anak dari aku ?". Kia sedikit kecewa ketika melihat Arjun akan memakai alat kontrasepsi.
" Bukan begitu , hanya aku takut kamu belum siap , dan kuliah mu belum selesai ".
" Aku siap lahir batin Jun , kalo tidak mana mau aku kamu nikahin , atau jangan - jangan kamu yang belum siap menjadi seorang Ayah " Kia agak kesal , kenapa Arjun tak bertanya terlebih dahulu sebelum membobolnya , malah memutuskan dengan pikirannya sendiri.
Melihat Kia yang hendak bangun , Arjun langsung panik...bisa gawat nih si junior belum menyemburkan laharnya bisa pusing tujuh keliling nih kepala ,ucapnya dalam hati.
Kia pun tak tega , karena ia juga sudah dipuaskan oleh suaminya itu , sekarang giliran dia yang harus memuaskan suaminya.
Ternyata Arjun tak cukup sekali melakukannya, hingga mereka berdua sama - sama kelelahan dan bangun kesiangan.
" Sarapan dulu sayang..nih makanannya sudah datang!". Arjun dan Kia sudah rapi , Kia menunggu makanan datang ,perutnya sudah meronta dari tadi.
" Ini namanya makan siang bukan sarapan lagi !". gerutu Kia.
Arjun terkekeh..." Maaf , aku terlalu semangat untuk membuatmu cepat hamil ".
" Tapi gak sampai segitunya Jun , paginya kamu bilang cuma sekali tapi tetap saja kamu nambah lagi ".
" Iya iya maaf , salahin tubuh kamu yang membuat aku candu...on terus bawaannya ". Kia mendengus mendengar ucapan Arjun.
" Sayang...ganti panggilan kamu ke aku dong , masak sudah suami istri kamu manggilnya masih Jan Jun bae....".
__ADS_1
" Emmm...apa ya , aku bingung, gimana kalo panggil Mas ?". usul Kia.
" Engga mau ah , panggil aku sayang , coba Ki !".
" Iya sayang ".
" Ohhh manis sekali ".
" Yang , kita pulang apa menginap disini lagi ?".
" Sehari lagi , aku mau bebas ngapain kamu tanpa gangguan , habis itu kita langsung pergi honeymoon ".
" Baik , aku ngikut kemanapun kamu pergi ".
" Istri pintar " , ucap Arjun sambil mengusap kepala Kia.
" Habis ini kita ngapain Yang ?".
" Mau ngapain lagi , ya bikin adonan lah ".
" Kita mau buat kue ?".
" Bukan sayang, kita mau lanjutin bikin anak...ayo cepat habiskan makanan kamu ".
" Arjunnnnnnn !". teriak Kia akhirnya memanggil nama suaminya, gara - gara dengan tiba - tiba Arjun mengangkat tubuhnya.
" Gak sopan sayang panggil nama suami seenaknya ".
" Aku masih lapar ".
" Habis kamu lama makannya , nanti aja dilanjutkan makannya , kita olahraga siang dulu sebentar..".
Arjun benar - benar kecanduan.....seharian ia mengurung Kia di kamar hotel....bahagia...Arjun sangat bahagia , dan dia berharap kebahagiaannya ini akan bertahan selamanya.
Mampir lah dulu ke karya othor yang lain...
Nantikan karya batu othor ya....😊
__ADS_1
***