I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 84


__ADS_3

Happy Reading


***


Tanpa sadar Kia berlari menuju gerbang , senyumnya begitu manis pagi ini ,semanis pangeran yang datang menjemputnya hari ini.


" Nungguin abang ya dek ??? goda Arjun , melihat Kia yang datang terburu - buru ke arahnya.


" Ih mana ada ". elaknya.


" Ķok bisa sampe ke rumah gue sih Jun...gak kesasar tadi?". tanya Kia cukup heran , Arjun kan tidak tau alamatnya , pikir Kia.


" Kesasar ?? tidak akan , kan sudah gue bilang, gampang buat gue buat nyari alamat elo Ki , apalagi masih di bumi ...ke luar angkasa pun pasti gue temuin ".


" Mulai ngelantur deh..".


" Buruan naik , nanti terlambat ! ".


" Stopppp !". belum juga naik, Kia dikejutkan oleh suara Arjun.


" Apalagi ???".


Arjun turun , mengambil helm ,lalu ia pakaikan ke Kia.. sungguh perlakuan yang menurut Kia Romantis abis...Kia sendiri sampai kikuk dibuatnya.


Bagaimana tidak , wajah tenang Arjun begitu dekat di matanya , bahkan hembusan nafas Arjun pun terasa di wajah Kia....pipi Kia mengeluarkan semburat merah.


Klik..


" Sudah , sekarang kepala aman terlindungi ". " Pegangan ya Ki...takut elo jatuh , gak lucu kan kalo sampai di sekolahan gue tengok ke belakang elonya gak ada ".


" Ya jangan ngebut lah ".


" Engga ngebut gak seru Ki......Berangkaaaaaaatttttt !!!!!!".


Sampai di sekolah tentu saja kedatangan dua remaja ini membuat heboh...si ratu telat masuk sebelum gerbang ditutup...apalagi dia datang dengan diantar pangeran tampan yang terpintar satu sekolahan.


Membuat iri...pasti., ada yang menyayangkan kenapa Arjun lebih memilih gadis yang rating nya cukup buruk di sekolah, kenapa tidak memilih aku aja...mereka menunjuk pada dirinya sendiri.


Tapi tidak bagi adik kelas...mereka menatap dua pasangan itu sebagai pasangan yang cocok....best couple lah ,istilah kata anak jaman now. Cantik sama tampan....mereka langsung mengidolakan Kia dan Arjun.


" Gak mampir ke ruangan Bapak dulu Ki ?". Bertemu dengan Pak Bono sang guru BP, guru favorit Kia...Pak Bono pun menegur Kia.


" Eh...selamat pagi Pak...maaf Pak Kali ini Kia alpa dulu ya , nikmati hari bapak tanpa Kia, selamat bertugas Pak Bono....".


" Awal yang baik Ki...konsisten ya ". Teriak pak Bono...Kia pun mengangkat Jempolnya , dan menengok Pak Bono sekilas , lalu kembali berjalan bersama Arjun.


Bagus Arjun...kamu membawa kebaikan pada Kia , Senyum Pak Bono terlihat sekilas di bibirnya.


Tanpa mereka tau, Kia sudah seperti anak bagi pak Bono , di dalam ruangannya , Kia lebih sering curhat padanya , dari sinilah Pak Bono tau bahwa Kia sebenarnya anak baik , ia hanya kurang kasih sayang dan perhatian.


Tatapan tajam kembali Kia dan Arjun dapatkan dari Cecil dan Raga.

__ADS_1


Untuk Emon, ini bahan gosip terhangat buat dia...


" Hai teman - teman semuanya....minta perhatiannya..!!". .Tok..tok..tok....Emon maju di depan kelas dan mengetok meja , ia meminta perhatian semua teman - temannya....sudah seperti kampanye aja dia.


" Diam ya semuanya....!!!.".


" Gue mau nanya....siapa yang mau makan gratisssss ???".tanya Emon.


" Aku mau..mau..mauuuuu ". teriak semuanya kecuali dua orang yang tengah panas hatinya.


" Fix ...berarti semuanya mau...yang gak mau ya sudahlah derita ditanggung sendiri ".


" Emang siapa yang mau traktir Mon ?" tanya Edi.


" Elo Mon ?". Rudi ikut bertanya.


" Gak mungkin Emon lah , medit nya gak ketulungan gitu....bisa hujan duit kalo Emon mau traktir ". Malah mereka tanya jawab sendiri.


" Emang bukan gue....yang akan traktir kalian adalahhhh....mereka !!! tunjuknya pada Arjun dan Kia.


Hahhh......Kia dan Arjun spontan bertanya....


" Kok gue sih Mon ?". Kia tak terima siapa yang nawarin ,siapa juga yang harus nanggung bebannya.


" Ya kalianlah....kan kalian yang baru jadian , PJ.. PJ...Pajak Jadian , setuju gak teman - teman ?"


SETUJUUUUUUU.....Kompak semuanya.


" Oke , gue traktir nanti istirahat di kantin ". jawab Arjun.


" Berapaan nih Ar ?".


" Terserah ".


" Boleh sekenyangnya Ar ? ".


" Boleh ".


" Boleh bungkus juga dong ?". Si Emon ngelunjak , memanfaatkan keadaan yang sangat menguntungkan bagi perutnya.


" Boleh....elo bungkus sama gerobaknya sekalian Mon !". Arjun mengiyakan semua permintaan Emon.....Emon berjingkrak kegirangan....makan besar hari ini...ucapnya kencang.


*


*


Akash melempar tasnya asal di sofa...ia langsung merebahkan badannya di sofa tersebut.


" Ihhh Kak Akash, mandi dulu apa ..jorok ih !".


" Bodo !".

__ADS_1


" Ngomongnya ....bilangin Bunda nih !". ucap Aish kembaran Akash .


Aish suka kebersihan , perfeksionis anaknya....sedang Akash berbanding terbalik , cuek dan semaunya.


Tapi untuk kepintaran Akash lah pemenangnya , namun dia sering sakit sejak kecil.


" Sana...dasar tukang ngadu ".


Aish menghentakkan kakinya , sambil memanggil sang Bunda.." Bundaaaaaa ". Akash sampai menutup kedua telinganya.


" Toa masjid sama mulutmu sebelas dua belas Aish , kalah malah, kencengan suara kamu ". ledek Akash.


" Ada apa sih , pulang - pulang kok bikin heboh ". Ayna datang dari dapur setelah mendengar teriakan putri bungsunya.


" Akash Bun , jorok gak mau mandi dulu terus dia ngatain mulut Aish kaya toa masjid...marahin Bun !". Aish benar - benar mengadu..


Begitulah namanya juga anak usia 8 tahun , meski kembar kadang tak sejalan.


" Sudah jangan diterusin , Akash gimana kabar Oma dan Opa ?". Ayna melerai pertengkaran keduanya.


Kini Aish sudah berbaring di pangkuan Ayna , Akash mendekat dan menggeser kepala Aish sedikit. " Berbagi Aish...ini Bunda kita bersama, jangan dimonopoli !".


" Oma Soraya sehat , kalo Opa Ammar biasalah namanya juga orang sudah tua , tapi tetap saja tak mau istirahat , ada aja yang dikerjakannya ".


" Kalian senang menginap disana ?".


" Senang Bunda ". jawab Aish.


" Aku tidak , Oma Soraya lebih sayang ke Ais...apa - apa Aish , belanja yang diajak juga Aish". adu Akash.


" Belanja itu urusan wanita , ya jelaslah Oma ngajaknya aku , kan aku yang cewek , kamu mana tau soal belanja ?". ucap Aish.


" Emang kamu tau , engga juga kan...paling juga yang kamu pilih baju sama mainan...benar kan tebakanku ". Akash gak mau kalah...keduanya sudah berdiri dari pangkuan Ayna.


Sebelum perang terjadi , Ayna sudah mengultimatum kedua anak kembarnya.


" Bisa engga sih sehari saja kalian tidak berantem..?". Ayna tetap berkata lembut.


" Engga ". jawab keduanya kompak.


" Oke , kalo begitu " Ayna beranjak dari duduknya...diamnya sang Bunda lebih menakutkan dari pada tidak diberi uang jajan. Kan kalo Bunda gak ngasih uang jajan , masih banyak yang bisa mereka mintain uangnya buat jajan.


" Bundaaaaa ". " Kami minta maaf , Bunda jangan marah ". keduanya memeluk Ayna.


" Bunda susah nafas nih , Bunda sayang kalian , jadi jangan berantem lagi ya, Bunda sakit melihatnya "


" Iya Bunda ".


" Sekarang kita makan , Bunda sudah masakin makanan kesukaan kalian...ayo sayang ".


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2