
Happy Reading
***
Abhisek kehilangan selera makannya setelah melihat interaksi antara Ayna dan Reyhan.
Apalagi tadi dia mendengar....
* Flasback on *
" Gimana kabarnya Ay , sehat ?".
" Alhamdulillah sehat Bang , Abang juga gimana?".
" Alhamdulillah sehat juga , jadi orang sibuk ya sekarang, Mama nanyain tuh ".
" Ah iya , Mama sama Ayah gimana Bang , maaf akhir - akhir ini memang sibuk banget soalnya ".
" Keduanya sehat , cuma rindu katanya , lama kamu gak ke rumah ".
" Iya , sampein maafku ke Mama dan Ayah ya Bang !".
" Iya , tapi janji kamu harus menengok mereka ".
Ayna mengangguk.
" Ayna janji Bang , mungkin minggu ini Bang ".
" Ini siapa , kamu gak kenalin ke Abang , Ay ?".
Reyhan melihat ke arah Abhisek , ia tau sejak tadi pria muda di depannya memandangnya dengan penuh tanya.
Ayna menepuk jidatnya.
" Ayna sampe lupa , kenalin Bang ...ini Bos tempat Ayna bekerja ".
" Bos...kenalin ini Abang Reyhan ".
Reyhan dan Abhisek pun berjabat tangan.
" Reyhan ".
" Abhisek ".
Keduanya menyebutkan nama masing- masing.
" Kamu masih terlalu muda untuk jadi Bos , benarkan ucapan saya , umurmu juga mungkin masih dibawah Ayna ?".
Reyhan menelisik penampilan Abhisek .
" Terima kasih atas pujiannya Bang...".
Abhisek tersenyum smirk....merasa diremehkan oleh Reyhan.
Dia Bos berondong Bang....tapi otak dia terlalu encer , masih muda sudah lulus kuliah...bisik Ayna di telinga Reyhan....membuat Reyhan menarik kata - katanya tadi , ia kira Abhisek naik jabatan karena pemberian dari orang tuanya.
Abhisek curiga apa yang dibisikkan Ayna ke Reyhan.
" Rupanya kamu pemuda berbakat ya ".
puji Reyhan , Abhisek pun tersenyum jumawa , jadi ia tau Ayna barusan pasti telah memujinya.
" Kenapa gak kerja di perusahaan Riko saja Ay !".
" Tidak ah Bang , aku lebih suka tantangan ...gak mau lah pake KKN , warga negara yang jujur aku tuh ".
" Apanya yang jujur , kamu juga dibantu sama Pak Samhadi , kamu kira Abang gak tau ".
" Hehehe...pokoknya intinya beda Bang ".
Reyhan sampai gemas dan mengacak kepala Ayna.
Mereka berdua terus berbincang melepas rindu....tanpa mereka sadari ada seseorang yang menahan kecemburuannya .
__ADS_1
Apa - apaan , Mama ..Ayah....Ayna sudah sedekat itu dengan pria ini...lalu siapa lagi itu tadi , Riko....ya Riko...kenapa sainganku banyak sih....gerutu Abhisek di dalam hati.
" Ya sudah lanjutkan makanmu , biar Abang gratisin ".
" Eh jangan Bang , ini Bos ku yang traktir kok , sayang nanti uang dia gak kepake ".
" Kalo mau gratisin lain kali aja Bang , kalo aku bawa temen - temen aku ".
" Kalo kamu bawa semua temen - temen kamu , bisa tekor Abang...Ay ".
Canda Reyhan...hanya dibalas oleh tawa Ayna.
" Abang lanjutin kerja dulu ".
* Flasback of *
Mendengar Ayna mau main dan akan bertemu dengan orang tua Reyhan , menambah rasa kesal Abhisek.
Ayna yang sedari tadi cuek akhirnya sadar ketika sang Bos cuma mengaduk - aduk makanannya.
" Bos, gak dimakan...apa kurang enak ?".
" Hemm ".
" Jawab yang bener apa , hemm ...apaan itu ?".
" Selera makanku tiba- tiba menghilang?".
" Kenapa....apa mau aku suapin?".
ucap Ayna asal...tapi ditanggapi lain oleh Abhisek.
" Boleh...ayo suapi aku sekarang !".
What....ni bocah minta ditampol apa...Ayna mulai jengah.
" Ayo Ay, suapi ...".
hilang sudah wibawanya di depan Ayna tapi ia tidak perduli, yang Abhisek dapat perhatian dari mbak tercintanya ini.
" Tapi apa gak malu Bos ".
Tapi Abhisek malah pindah tempat duduk ke samping Ayna , ia pun mengarahkan tangan Ayna untuk mengambil makanan dan menyuapkannya ke mulutnya sendiri.
" Eemmm...kok jadi tambah enak ya Ay ".
" Coba lagi ".
Begitu terus ucapan Abhi sampai senua isi di piring habis.
" Kayak habis nyuapin bocah balita ".
sindir Ayna...tapi tak digubris Abhisek.
" Sekarang kita pulang!".
Setelah membayar, Abhi kembali menarik tangan Ayna.
" Aku pulang sendiri saja Bos ".
" Engga bisa , tunjukkan dimana kamu tinggal ".
Abhisek cukup heran penampakan rumah Ayna yang cukup besar , bukankah dia dulu sampai butuh kerja paruh waktu..
" Kamu ngontrak rumah sebesar ini Ay ?".
" Tidak , ini rumahku ".
" Mau mampir dulu ?".
basa basi Ayna.
" Ya , dengan senang hati ".jawab Abhi.
__ADS_1
Kirain aku bakal nolak...pikir Ayna.
" Maaf Bos, duduk di teras aja ya , takut ada fitnah ".
Abhi menurut...tak lama Ayna kembali dengan secangkir teh hangat.
" Minum Bos !".
" Ay...aku mohon panggil aku Abhi seperti biasanya , aku merasa jauh jika kamu terus memanggilku Bos, telingaku jadi sakit ".
Hufttt....hembus nafas Ayna.
" Baiklah , tapi jika kita hanya berdua, oke ".
" Oke ".
" Maaf Ay , jangan tersinggung ya...kok bisa kamu tinggal di rumah sebesar ini..dan sepertinya kamu tinggal sendirian ?".
" Ceritanya panjan Bhi...".
Ayna berfikir haruskah ia menceritakan masa lalunya kepada Abhi....mungkin ada baiknya dia cerita agar Abhi tau siapa dirinya.
" Sebenarnya ini rumah suamiku ".
Deg...jantung Abhisek seperti berhenti berdetak mendengar kata suamiku.
" Tepatnya mantan suamiku ".
" Lalu dimana suami kamu Ay , aku tidak melihatnya...apa dia belum pulang kerja ".
Bibir Abhisek cukup bergetar menanyakan itu , ia takut menerima kenyataan yang mungkin akan sangat menyakitinya.
" Dia tidak akan pulang Bhi...tiga tahun lalu suamiku meninggal seminggu setelah kita menikah , dia kecelakaan saat kita merencanakan bulan madu ".
ucap Ayna sendu kembali mengingat kejadian itu.
" Maafkan aku Ay, kamu jadi mengingat kejadian pahit itu...maafkan aku !".
" Tidak apa- apa Bhi...itu sudah lama kok ".
" Kamu jadi tau kalo aku sekarang janda ".
" Apa masalahnya dengan Janda , aku tetap menyukaimu !" ucap Abhi spontan.
Ayna melihat ke Abhi , apa dia salah dengar dengan ucapan Abhi barusan.
" Ya Ay...aku sangat menyukaimu , aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu, saat kamu menolongku....I LOVE YOU MBAK !".
" Kamu terlalu capek Bhi , sebaiknya kamu pulang beristirahatlah ".
" Tidak Ay....aku benar- benar mencintaimu , kau tau sungguh tersiksa rasanya saat jauh darimu dan tidak bisa melihatmu , aku tidak main - main ".
" Bhi , kamu tau kan statusku apa...mana mungkin juga keluargamu akan menerimaku , kamu masih sangat muda , carilah gadis yang seumuran denganmu , aku terlalu tak pantas buat kamu !".
" Tapi aku tetap maunya kamu Ay ".
Abhi sampai berjongkok di depan Ayna yang sedang duduk.
" Kamu pikirkan dulu , tidak usah menjawab sekarang, tapi besok kamu harus jawab iya padaku !".
" Itu namanya pemaksaan , gak usah nyuruh untuk berfikir kalo ujung- ujungnya kamu yang nentuin jawabnya ...".
Abhi senang ketika tawa kecil keluar dari mulut Ayna.
" Nah gitu ,terus tersenyum, jadi makin cantik deh...".
" Aku pulang ya , mimpi in aku , dan ingat besok aku tagih jawabanmu, satu lagi aku tidak mau mendengar kata tidak...oke ".
ucapnya lalu pergi dari rumah Ayna.
Bersambung...
***
__ADS_1