
Happy Reading
***
Aqil membawa Abhisek pulang ke rumah milik Abhi sendiri.
" Ini rumahku dengan Ayna Bang ".
" Ya , tenangkan dulu hatimu di dalam sana !".
" Baik Bang ".
" Bos , saran saya jangan beritahu Nyonya Soraya jika Bos ingin menyusul Ayna ke kampungnya, buat jaga- jaga Bos ".
" Ya bang, aku tak akan memberi tau Mami ".
" Masuklah, siapa tau memori Bos bisa kembali , mengingat di rumah ini banyak kenangan Bos dengan Ayna ".
" Bang Aqil tidak mampir dulu ?".
" Tidak , aku ada urusan dengan Valent, aku pergi dulu Bos ".
Sampai di pintu ternyata Abhi sudah disambut oleh Bi Nani dengan mata yang berkaca - kaca.
" Den Abhi ...aden sudah sehat ?".
" Sudah Bi , terima kasih sudah menjaga rumah kami, aku mau ke kamar dulu Bi ".
" Silahkan den , Bibi akan masak buat den Abhi ".
Bibi membiarkan saja Abhi mencari kamarnya sendiri , tapi entah seperti ada yang menuntun langkahnya, Abhi berjalan tepat ke kamar miliknya dan Ayna.
Saat masuk kamar pikirannya langsung tenang, aroma inilah yang dirindukannya. Abhi mengamati setiap foto kebersamaannya dengan sang istri.
Ia melangkah ke lemari pakaian, mengambil satu baju Ayna, untung saja Ayna tak membawa semua bajunya. Membawa baju itu ke kasur , Abhi berbaring disana sambil mendekap baju Ayna dan sesekali menciuminya menghirup aroma sang istri yang tertinggal di baju itu.
Sungguh Abhi sangat merindukan Ayna , ia mengingat terakhir kali tidur dan mendekap Ayna di rumah sakit waktu itu dan ia menginginkannya lagi.
Sekelebat ingatannya ada yang kembali , bagaimana ia dan Ayna bergumul di kasur itu , membuat sesuatu tiba- tiba menegang....si otong kangen sama soulmatenya ternyata...
" Ay.....aku merindukan mu, jangan pernah berfikir untuk menjauh apa lagi pergi dariku , aku pasti sangat mencintaimu , lihat meski ingatanku belum kembali tapi otak dan hatiku hanya berisi tentang mu Ay ". lirih Abhi sampai ia pun terlelap ke dalam mimpi.
Menjelang malam Abhi mulai bangun dari tidurnya karena suara Hp yang tak berhenti berdering.
Mami Soraya ....gumam Abhi.
" Ap....". Belum juga Abhi berucap , Mami Soraya sudah memotong ucapannya.
" Halo...Halo Abhi...Abhi...ini kamu kan nak , dimana kamu , Mami khawatir jam segini kok kamu belum sampai rumah , kamu baik - baik saja kan , kenapa tak memberi kabar ke Mami nak ?". cerocos Mami Soraya .
" Abhi baik - baik saja Mi , ini Abhi tadi ketiduran , sepertinya Abhi tidak pulang Mi , Abhi mau menginap disini ".
__ADS_1
" Menginap ?? , menginap dimana , kamu kan punya rumah Bhi , pulang saja jangan bikin Mami khawatir ".
" Ini juga di rumah , rumah Abhi sendiri malah ".
Abhi di rumahnya sendiri , jangan - jangan dia sudah kembali ingatannya....ini tidak bisa dibiarkan , rencanaku belum berhasil, kali ini tidak boleh gagal , mumpung Papi gak ada di rumah....batin Mami Soraya.
" Apa kamu mengingat sesuatu nak ?" tanya Mami Soraya was - was.
" Tidak Mi , Abhi hanya ingin tidur disini saja kok Mi , boleh kan Mi ?".
" Syukurlah " ucap Mami Soraya tanpa sadar.
" Apa Mi , apa yang Mami ucapkan ?".
" Mami tidak ngomong apa- apa, kamu salah dengar , Mami bersyukur kamu baik - baik saja , ya sudahlah kalo kamu mau menginap di sana akan Mami ijinkan , tapi janji besok kamu harus pulang ya Bhi !". Hampir saja.....kata Mami Soraya.
Mami kira aku tidak dengar , jadi Mami mau aku hilang ingatan selamanya , agar Mami bisa memisahkan aku dengan Ayna , itu tidak akan terjadi Mi ...baiklah aku juga bisa bersandiwara di depan Mami....tekad Abhi.
" Terima kasih Mi ". Abhi lalu memutuskan sambungan telponnya.
Setelah membersihkan diri , ia lalu turun , sepertinya perutnya lapar , mualnya juga tidak terlalu ia rasakan, mungkin efek dari mencium aroma dari baju Ayna.
" Mau makan den ?".
" Iya Bi , masak apa Bi ?".
" Ini yang biasa dimasak Non Ayna , makanan kesukaan den Abhi ".
Heiiiggghhh.....cukup keras , Bi Nani sampai terkekeh.
" Oh maaf Bi , aku kenyang sekali , Bau yang ditinggalkan Ayna membuat perutku nyaman tidak mual lagi ".
" Ngga apa - apa den ......Apa aden sering mual ?".
" Iya Bi...tapi anehnya kalo dekat dengan Ayna ,mualku reda Bi ".
" Itu berarti den Abhi sangat mencintai Non Ayna sampai - sampai Non Ayna yang hamil tapi den Abhi yang mengidam ".
" Benarkah seperti itu Bi ?" Bi Nani mengangguk.
Fix...anak dalam kandungan Ayna seribu persen adalah benihku , aku tak ragu lagi sekarang...Abhi tersenyum , semangat untuk menyusul Ayna makin menggebu.
" Apa ini Bi ?". Bi Nani memberikan surat yang Ayna titipkan waktu itu.
" Ini Den surat dari Non Ayna ".
" Terima kasih ".
Abhi kembali menuju kamarnya untuk membaca surat dari Ayna. Ia duduk di tepi ranjang...perlahan ia buka surat itu dan mulai membacanya....
*Teruntuk suamiku tersayang ..
__ADS_1
Assalamualaikum mas Abhi semoga mas sudah dalam keadaan benar - benar sehat....Aamiin .
Maaf mas , aku pulang tanpa meminta ijin darimu , aku juga bukannya menyerah dan meninggalkan kamu Mas , tapi nenek dalam keadaan yang tidak baik - baik saja...aku takut jika sesuatu terjadi padanya .
Mas , tentang hubungan kita ...aku pasrah , aku serahkan semuanya sama Tuhan , aku siap jika sampai akhir nanti Mas Abhi tidak mengingatku , dan finaly akan memilih berpisah denganku , aku akan terima semuanya dengan ikhlas.
Aku percaya , jika memang kita berjodoh , pasti Mas Abhi akan kembali padaku .
Titip salam buat Papi Ammar ya Mas , maaf belum bisa menjadi menantu yang baik buat beliau.
Mas jaga kesehatan ya....dan bahagia selalu meski tanpa kami.
Salam sayang dari kami....Istrimu dan calon buah hati kita....
" Tentu saja kamu jodohku Ay , dan aku akan kembali mengejarmu, tunggu aku Ay !". Abhi bertekad akan kembali mendapatkan istrinya meski harus melawan Mami Soraya.
*
Beberapa ini Gandi selalu datang membawa makanan ke rumah Ayna. Ia juga bersikap sangat sopan , agar mendapat perhatian Ayna.
" Ini Ay untuk pengajian nanti malam !".
" Terima kasih, tapi seharusnya tak serepot ini , Bang Gandi setiap hari selalu membawa makanan buat acara pengajian nenek ". ucap Ayna.
" Aku tidak repot Ay , senang bisa membantu keluargamu , karena sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri ...kamu panggil aku apa Ay , kenapa tak panggil Mas seperti biasanya ".
Akunya yang gak mau jadi bagian dari keluarga mu , enak saja kalo ngomong , bilang aja modus pengin ketemu aku , memang ngeselin nih orang...Ayna mulai pusing menghadapi tingkah Gandi yang sepertinya tak punya rasa malu.
" Eh itu Bang , soalnya aku manggil suamiku Mas , jadi biar beda aja gitu " .
" Tapi aku lebih nyaman ketika kamu memanggilku Mas Ay....kesannya kita sangat dekat gitu .". jelas Gandi.
" Ya udah kalo gak mau , aku gak usah manggil aja biar gampang ". balas Ayna santai.
" Gak gitu juga Ay , panggilah sesukamu aku tak akan marah ".
" Maaf Bang , aku mau istirahat dulu ya , Bang Gandi mau pulang apa masih mau disini ?"..
" Sebenarnya masih kepingin ngobrol sama kamu Ay....kangen ". lirih Gandi sangat pelan mengatakan kata kangen.
" Aku panggilin Zidni ya buat nemenin Bang Gandi ngobrol ".
" Gak usah Ay , aku mau pulang saja , nanti malam kesini lagi buat pengajian ". mending pulang , ngapain ngobrol sama Zidni , gak bisa lihat wajah cantik Ayna....gumam Gandi.
" Silahkan Bang !". Cepatlah pulang sana.......
Gandi kira akan ditahan sama Ayna...eh ternyata Ayna lebih dulu meninggalkannya sendiri diruang tamu yang masih beralaskan tikar. Gandi dengan terpaksa menyeret kakinya keluar dari rumah Ayna .
Itu diusir namanya Bang Gandi....gak peka ihhh...
Bersambung...
__ADS_1
***