I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 23


__ADS_3

Happy Reading


***


Ayna terus mondar mandir tak jelas.


Pikirannya tak tenang...ia duduk terus berdiri , berjalan ke depan lalu duduk lagi.


" Katanya suruh nunggu , jangan tidur duluan , lah sekarang belum balik- balik juga, kemana Mas Riko ya ".


" Atau jangan - jangan......ah semoga tidak ".


" Aku tidak boleh berfikiran buruk dulu....aku percaya dengan Mas Riko, tapi ini sudah larut malam".


Handphone Ayna berbunyi nyaring...dengan cepat Ayna langsung menerima panggilan itu.


" Assalamualaikum...Ya Mas ?".


" Waalaikumsalam...maaf apakah benar ini keluarga dari bapak Riko ?".


tanya seseorang dari seberang telpon.


" Iya Pak eh Mas...ini siapa ya , kok Hp suami saya ada pada anda ?".


" Jadi anda istrinya , kami dari kepolisian mau mengabarkan bahwa bapak Riko kecelakaan Bu , sekarang sedang dirawat di rumah sakit Medika ".


" Kecelakaan Pak.....Ya Allah Masss, baik pak saya segera kesana ".


Panik , itulah yang dirasakan Ayna , ia menyambar tasnya juga jaket untuk menutupi tubuhnya.


Ayna memilih naik ojek , ia takut tidak fokus jika menggunakan kendaraan sendiri.


Masuk rumah sakit dan menanyakan pasien yang baru saja masuk karena kecelakaan.


" Apa bapak yang tadi menelpon saya?".


tanya Ayna pada polisi yang berdiri di luar pintu UGD.


" Ibu istrinya pak Riko ?".


Ayna mengangguk .


" Terima kasih atas informasinya pak ".


" Sama - sama Mbak ".


Melihat Ayna yang masih begitu muda , pak polisi pun mengganti panggilannya ke Ayna menjadi Mbak.


" Bagaimana keadaan suami saya ?".


" Sebentar kita tunggu dokternya?".


Tak lama dokter pun keluar , Ayna langsung menyambut dokter itu dengan pertanyaan beruntun.


" Dok..suami saya bagaimana , tidak apa - apa kan dok ?".


" Begini Mbak , kondisi suami anda belum sadar , kita lihat apa dia bisa melewati masa kritisnya ".


penjelasan dokter membuat badan Ayna langsung lemas.


" Apa saya boleh melihatnya dok ?".


" Silahkan Mbak ".


Sebelum masuk ruangan Riko , Ayna terlebih dahulu menghubungi Mama Arini dan Papa Radit , orang tua Riko....melalui handphone Riko.


" Mas , kenapa jadi begini , cepat bangun Mas , katanya kita mau honeymoon ".


Ayna menangis sesenggukan.

__ADS_1


Malam itu juga kedua orang tua Riko datang .


Ayna menyambut kedatangan mertuanya dengan derai air mata.


" Nyonya ".


panggilnya ke Mama Arini....Ayna tak berani menyebut Mama , karena Mama Arini pernah melarangnya.


" Bagaimana kejadiannya ?".


Mama Arini bertanya dengan ketus.


padahal semua terjadi bukan karena salah Ayna.


" Ma...".


Papa Radit menenangkan istrinya.


" Ayna gak tau persis kejadiannya , tadi Mas Riko cuma pamit mau ke rumah Sania setelah mendapat telpon dari anda nyonya ".


" Kok bisa gak tau , katanya kamu istrinya ...apa jangan - jangan kamu yang menyebabkan Riko kecelakaan!".


tuduh Mama Arini.


" Astagfirullahaladzim , saya tidak seperti itu nyonya ".


" Sudah kamu pulang saja , biar saya yang akan menjaga Riko !".


" Tapi saya ..".


" Saya bilang pulang ya pulang !".


bentak Mama Arini.


Ayna memilih pergi dari tempat itu , ia tidak ingin membuat keributan , lebih baik mengalah.


Tapi Ayna tidak pulang , ia berbelok menuju tempat ibadah , ia melaksanakan sholat sunah dan berdoa.


Orang tua Riko menanyakan keadaan anaknya pada dokter yang sedang memeriksa Riko.


Mama Arini cukup kaget mendengar Riko menyetir dalam keadaan pengaruh obat ...itu yang membuat konsentrasi Riko buyar , karena menahan hasrat yang menggebu sambil menyetir mobil hingga terjadilah kecelakaan itu.


" Pa , jaga Riko sebentar , Mama ada perlu !".


" Mau kemana Ma ?"


" Nanti Mama jelaskan ".


Ternyata Mama Arini mendatangi kantor Papa Sania.


Ia ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi semalam.


Kebetulan sekali sekertaris Papa Sania sedang tidak ada di tempat...Mama Arini menghentikan langkahnya untuk masuk ke ruangan Papanya Sania, setelah ia mendengar dua orang yang sedang berbicara.


" Gimana ini Pa ?:.


Sania begitu shock ketika mendengar Riko kecelakaan, ia langsung mendatangi Papanya di kantor.


" Gimana apanya ?".


" Riko Pa , Riko....dia Kecelakaan ".


" Lalu apa hubungannya dengan kita San ?".


" Aku takut karena kita memberikan obat perangsang makanya Riko jadi kecelakaan ".


" Jangan bicara sembarangan, kita tidak salah , coba saja Riko mau menginap di rumah kita , pasti kan dia tidak akan mengalami kecelakaan " .


Papa Sania tidak mau mengakui kesalahannya.

__ADS_1


" Iya juga sih, rencana kita jadi gagal , tapi kalo dia sampai cacat gimana Pa , Sania gak mau punya suami cacat ".


" Apa kamu sudah menengok Riko ?".


" Belum Pa , Sania malas kalo harus nungguin orang sakit ".


" Kamu harus kesana San , pura - pura saja kamu peduli, biar Mama dan Papa nya Riko makin suka sama kamu , kita harus memanfaatkan keadaan ".


" Emang Papa mau punya menantu cacat , kalo Sania sih gak mau ".


" Cacat gak masalah , kamu bisa manfaatin hartanya, kamu juga bisa nyari lagi suami yang sehat ".


Papa Sania memberikan ajaran yang sesat pada putrinya.


Mama Arini yang berada di balik pintu kaget ketika ada seseorang yang memanggilnya.


" Bu , ada yang bisa saya bantu ?".


ternyata sekertaris Papa Sania.


" Eh...saya mau masuk ".


Mama Arini langsung menyerobot masuk sebelum dilarang oleh sekertaris itu.


" Kalian....benar - benar biadab , aku akan menuntut kalian ".


ucap Mama Arini menunjuk ke arah Sania dan Papanya...lalu berlalu pergi.


" Aduh Pa...tante Arini pasti mendengar apa yang kita bicarakan ".


Sania begitu takut.


" Tenang saja , tidak ada buktinya ".


Meski was - was , Papa Sania berusaha untuk tenang.


Mama Arini kembali ke rumah sakit.


Ayna yang melihat kedatangan Mama Arini langsung berdiri , ia takut diusir kembali.


Tapi apa yang terjadi, Mama Arini langsung menubruk dan memeluk Ayna dengan erat, ia menumpahkan penyesalannya pada menantu yang tidak diakuinya itu.


" Nyonya ".


ucap Ayna lirih lalu membalas pelukan mertuanya.


" Maafkan Mama Ay , maafkan Mama ".


" Ma..af.....ada apa ini nyonya ?".


Tentu saja Ayna kaget begitu Mama Arini terus mengucapkan kata maaf padanya.


" Mama Ay , panggil aku Mama !".


" Ma..ma....ada apa Ma ?".


Ayna mengurai pelukannya lalu menuntun Mama Arini untuk duduk.


" Riko tidak salah memilihmu, kamu gadis baik, Mama bersalah padamu , kalo saja Mama tidak memaksa Riko untuk pergi ke rumah Sania pasti kecelakaan ini tidak akan terjadi , semua salah Mama ".


" Semua sudah takdir Ma , jangan menyalahkan diri Mama sendiri ".


" Ini semua gara - gara keluarganya Sania , Mama akan menuntut mereka ".


Mama Arini menceritakan apa yang ia dengar tadi di kantor Papa Sania .....


Ayna tak percaya , ia sampai menutup mulutnya , mereka ternyata tak main - main dalam merencanakan untuk menghancurkan rumah tangganya.


Bersambung..

__ADS_1


Boleh yang mau kirim Hadiah atau Vote......ditunggu 😊


***


__ADS_2