
Happy Reading
***
Siang mulai tiba, Resma menunggu kesempatan untuk menawari makan siang .
Office boy dan office girl dari tadi bolak balik bisa masuk ke ruangan Bosnya itu. Ada yang membawa makanan , cemilan ataupun sekedar minuman , tapi kenapa dia yang seorang sekertaris tidak boleh sama sekali untuk masuk ke ruangan itu...bahkan ada juga karyawan biasa pun diperbolehkan, apalagi Aqil dengan leluasa keluar masuk dari sana.
" Ini kenapa sih , hanya aku saja yang gak boleh masuk ke sana....ah mungkin Abhi hanya menjaga perasaan istrinya saja , besok kalo istrinya gak ikut pasti ia akan memperbolehkan aku masuk kesana , bahkan mungkin disuruh menemaninya...hihihi...". Resma tertawa cekikikan membayangkan ketika ia bisa berdua dengan Abhisek.
Tak lama pintu terbuka Abhi keluar bersama Ayna dan juga Aqil. Resma reflek berdiri. Tak sia - sia ia sudah dandan tadi , pokoknya ia harus terlihat selalu cantik di depan Abhisek.
" Bapak mau makan siang?".
" Sudah tau tanya ". jawab Abhi masih cuek tak menengok ke Resma.
" Saya boleh ikut Pak , saya kan masih baru jadi belum kenal daerah sini !". ucap Resma tanpa malu .
" Urus dia Bang , aku tunggu dibawah bersama istriku , ayo sayang kita duluan !". Abhi tak menghiraukan permintaan Resma , ia melenggang pergi dengan menggandeng tangan Ayna.
Resma sudah berdiri hendak mengejar Abhisek. Aqil langsung menghalanginya . " Kamu bisa makan di kantin, di sini karyawan kan banyak ,kamu punya mulut kan...tanyalah pada mereka , kalo kesasar minta antar satpam, kami mau rapat sekalian makan siang , jadi kamu gak perlu repot - repot memikirkannya !".
" Tapi Pak , saya kan sekertaris disini ,seharusnya kalo ada rapat saya diajak ".
" Tidak perlu , sudah ada aku , kerjaan kamu ngurus yang di kantor saja ".
Abhi melangkah lebar " Ck...malah bikin repot , ku pikir lulusan luar negeri bagus, ternyata zonk...".gerutu Aqil...dia jadi gak enak sama Abhi , karena dialah yang menerima Resma kerja di sana.
Resma menghentakkan kakinya beberapa kali , kesal bercampur lapar , perutnya pun sudah berbunyi , dengan angkuh ia meminta salah satu OB untuk mengantarnya ke kantin.
Di mobil Ayna tak bisa menahan tawanya, sejak masuk ke mobil ia terus saja tertawa.
" Sudah Yang jangan tertawa terus , nanti perutmu sakit ". Abhi mengelus perut Ayna yang ikut terguncang ketika Istrinya itu tertawa
__ADS_1
" Senang ya Ay habis ngerjain anak orang ". Aqil pun ikut tertawa.
" Senang lah , Bang Aqil gak lihat tadi mukanya , Abang juga sepertinya senang juga , kan Bang Aqil juga ikut andil mengerjai dia ".
" Aku nyesel Ay sudah terima dia , maafin saya ya Bos , apa saya pecat aja sekarang ".
Abhi akan membuka mulutnya tapi sudah disambar Ayna. " Eh jangan Bang , kasihan kan baru sehari, tunggulah minimal satu bulan lah ".
Abhi sebenarnya ingin membantah ucapan istrinya , karena dia juga sudah merasa tak nyaman dengan sekertaris barunya itu ....tapi apa daya , wanita lebih berkuasa di atas segalanya.
" Ternyata kamu belum puas mengerjai dia Ay..". Aqil langsung tau yang ada di pikiran Ayna.
" Ha..ha..ha...Bang Aqil top markotop , tebakan anda benar Pak asisten ". jawab Ayna mengacungkan dua jempolnya.
" Kamu sekarang jadi usil ya Yang ". Abhi hanya tersenyum tipis .
" Bawaan bayi Mas ".
Aqil ingin tertawa , bayi gak berdosa dibawa - bawa padahal ia tau..itu murni keinginan Ayna , untuk memberi peringatan pada wanita yang ingin menggoda suaminya.
" Mas aku ke toilet sebentar ya ".
" Aku antar Yang !".
" Gak usah , nanti kalo rekan kerja Mas datang kan gak enak , aku cuma sebentar kok ".
" Baiklah , hati - hati , langsung hubungi aku kalo ada apa - apa !". " Hp kamu selalu stay ya Yang !".
" Aku cuma ke toilet Mas , bukan ke luar kota ". Ayna langsung bergegas ke toilet.
Seorang pelayan mengantar tamu Abhi. Seorang lelaki paruh baya bersama seorang wanita cantik mungkin seumuran dengan Abhisek.
" Maaf Pak Abhi saya sedikit telat karena tadi menjemput anak saya dulu di kampus ".
__ADS_1
" Oh tidak masalah Pak Hartono , kami juga belum lama sampai disini...silahkan duduk ". mereka pun berjabat tangan.
" Kenalkan ini putri saya Pak Abhi , sengaja saya ajak karena nantinya dia yang akan meneruskan usaha saya , sambil belajar dan mohon Pak Abhi bersedia membagi ilmunya untuk putri saya !".
" Anggia ". ucapnya malu- malu.
Wahhh gak nyesel kali ini aku ikut Papa , Papa benar , Abhi tampan sekali , masih muda sudah bisa menjalankan perusahaan, kalo aku bisa mendapatkannya pasti teman - temanku akan pada iri...Anggia sangat bersemangat kali ini.
" Abhisek ". menjabat sekilas tangan Anggia.
" Anggia ".
" Aqil ". Anggia lalu beralih menyalami Aqil.
Pak Hartono tersenyum , ia yakin anaknya yang cantik ini bisa memikat pengusaha muda yang sedang naik daun namanya karena prestasi yang diraihnya.
" Kita makan dulu ya Pak Hartono , perut saya sudah berontak minta diisi , biar nanti enak diskusinya ".
" Baiklah Pak Abhi , saya terserah anda gimana baiknya saja ".
Setelah semua makanan tersaji , Abhi tak kunjung mengajak mereka makan.
Pak Hartono ingin bertanya , tapi segan rasanya.
" Maaf Pak , tunggu sebentar ya ...saya sedang menunggu seseorang...". Abhi tau Pak Hartono menunggu dipersilahkan.
Lama sekali , katanya cuma sebentar...apa dia ke toilet di Bandung , apa aku susul aja , bikin khawatir.....
Tok..Tok.. Tok.....Ceklek....
" Masuk saja sayang......!". ucapan Abhi berhasil membuat Pak Hartono dan Anggia menengok bersamaan ke arah pintu yang terbuka sedikit....
Bersambung
__ADS_1
....