I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 73


__ADS_3

Happy Reading


***


Siang mulai tiba, Resma menunggu kesempatan untuk menawari makan siang .


Office boy dan office girl dari tadi bolak balik bisa masuk ke ruangan Bosnya itu. Ada yang membawa makanan , cemilan ataupun sekedar minuman , tapi kenapa dia yang seorang sekertaris tidak boleh sama sekali untuk masuk ke ruangan itu...bahkan ada juga karyawan biasa pun diperbolehkan, apalagi Aqil dengan leluasa keluar masuk dari sana.


" Ini kenapa sih , hanya aku saja yang gak boleh masuk ke sana....ah mungkin Abhi hanya menjaga perasaan istrinya saja , besok kalo istrinya gak ikut pasti ia akan memperbolehkan aku masuk kesana , bahkan mungkin disuruh menemaninya...hihihi...". Resma tertawa cekikikan membayangkan ketika ia bisa berdua dengan Abhisek.


Tak lama pintu terbuka Abhi keluar bersama Ayna dan juga Aqil. Resma reflek berdiri. Tak sia - sia ia sudah dandan tadi , pokoknya ia harus terlihat selalu cantik di depan Abhisek.


" Bapak mau makan siang?".


" Sudah tau tanya ". jawab Abhi masih cuek tak menengok ke Resma.


" Saya boleh ikut Pak , saya kan masih baru jadi belum kenal daerah sini !". ucap Resma tanpa malu .


" Urus dia Bang , aku tunggu dibawah bersama istriku , ayo sayang kita duluan !". Abhi tak menghiraukan permintaan Resma , ia melenggang pergi dengan menggandeng tangan Ayna.


Resma sudah berdiri hendak mengejar Abhisek. Aqil langsung menghalanginya . " Kamu bisa makan di kantin, di sini karyawan kan banyak ,kamu punya mulut kan...tanyalah pada mereka , kalo kesasar minta antar satpam, kami mau rapat sekalian makan siang , jadi kamu gak perlu repot - repot memikirkannya !".


" Tapi Pak , saya kan sekertaris disini ,seharusnya kalo ada rapat saya diajak ".


" Tidak perlu , sudah ada aku , kerjaan kamu ngurus yang di kantor saja ".


Abhi melangkah lebar " Ck...malah bikin repot , ku pikir lulusan luar negeri bagus, ternyata zonk...".gerutu Aqil...dia jadi gak enak sama Abhi , karena dialah yang menerima Resma kerja di sana.


Resma menghentakkan kakinya beberapa kali , kesal bercampur lapar , perutnya pun sudah berbunyi , dengan angkuh ia meminta salah satu OB untuk mengantarnya ke kantin.


Di mobil Ayna tak bisa menahan tawanya, sejak masuk ke mobil ia terus saja tertawa.


" Sudah Yang jangan tertawa terus , nanti perutmu sakit ". Abhi mengelus perut Ayna yang ikut terguncang ketika Istrinya itu tertawa

__ADS_1


" Senang ya Ay habis ngerjain anak orang ". Aqil pun ikut tertawa.


" Senang lah , Bang Aqil gak lihat tadi mukanya , Abang juga sepertinya senang juga , kan Bang Aqil juga ikut andil mengerjai dia ".


" Aku nyesel Ay sudah terima dia , maafin saya ya Bos , apa saya pecat aja sekarang ".


Abhi akan membuka mulutnya tapi sudah disambar Ayna. " Eh jangan Bang , kasihan kan baru sehari, tunggulah minimal satu bulan lah ".


Abhi sebenarnya ingin membantah ucapan istrinya , karena dia juga sudah merasa tak nyaman dengan sekertaris barunya itu ....tapi apa daya , wanita lebih berkuasa di atas segalanya.


" Ternyata kamu belum puas mengerjai dia Ay..". Aqil langsung tau yang ada di pikiran Ayna.


" Ha..ha..ha...Bang Aqil top markotop , tebakan anda benar Pak asisten ". jawab Ayna mengacungkan dua jempolnya.


" Kamu sekarang jadi usil ya Yang ". Abhi hanya tersenyum tipis .


" Bawaan bayi Mas ".


Aqil ingin tertawa , bayi gak berdosa dibawa - bawa padahal ia tau..itu murni keinginan Ayna , untuk memberi peringatan pada wanita yang ingin menggoda suaminya.


" Mas aku ke toilet sebentar ya ".


" Aku antar Yang !".


" Gak usah , nanti kalo rekan kerja Mas datang kan gak enak , aku cuma sebentar kok ".


" Baiklah , hati - hati , langsung hubungi aku kalo ada apa - apa !". " Hp kamu selalu stay ya Yang !".


" Aku cuma ke toilet Mas , bukan ke luar kota ". Ayna langsung bergegas ke toilet.


Seorang pelayan mengantar tamu Abhi. Seorang lelaki paruh baya bersama seorang wanita cantik mungkin seumuran dengan Abhisek.


" Maaf Pak Abhi saya sedikit telat karena tadi menjemput anak saya dulu di kampus ".

__ADS_1


" Oh tidak masalah Pak Hartono , kami juga belum lama sampai disini...silahkan duduk ". mereka pun berjabat tangan.


" Kenalkan ini putri saya Pak Abhi , sengaja saya ajak karena nantinya dia yang akan meneruskan usaha saya , sambil belajar dan mohon Pak Abhi bersedia membagi ilmunya untuk putri saya !".


" Anggia ". ucapnya malu- malu.


Wahhh gak nyesel kali ini aku ikut Papa , Papa benar , Abhi tampan sekali , masih muda sudah bisa menjalankan perusahaan, kalo aku bisa mendapatkannya pasti teman - temanku akan pada iri...Anggia sangat bersemangat kali ini.


" Abhisek ". menjabat sekilas tangan Anggia.


" Anggia ".


" Aqil ". Anggia lalu beralih menyalami Aqil.


Pak Hartono tersenyum , ia yakin anaknya yang cantik ini bisa memikat pengusaha muda yang sedang naik daun namanya karena prestasi yang diraihnya.


" Kita makan dulu ya Pak Hartono , perut saya sudah berontak minta diisi , biar nanti enak diskusinya ".


" Baiklah Pak Abhi , saya terserah anda gimana baiknya saja ".


Setelah semua makanan tersaji , Abhi tak kunjung mengajak mereka makan.


Pak Hartono ingin bertanya , tapi segan rasanya.


" Maaf Pak , tunggu sebentar ya ...saya sedang menunggu seseorang...". Abhi tau Pak Hartono menunggu dipersilahkan.


Lama sekali , katanya cuma sebentar...apa dia ke toilet di Bandung , apa aku susul aja , bikin khawatir.....


Tok..Tok.. Tok.....Ceklek....


" Masuk saja sayang......!". ucapan Abhi berhasil membuat Pak Hartono dan Anggia menengok bersamaan ke arah pintu yang terbuka sedikit....


Bersambung

__ADS_1


....


__ADS_2