
Happy Reading
***
Ayna sedang memakai pakaiannya...tapi diganggu Abhi yang telah memeluknya dari belakang.
" Lepas Bhi !".
" Kenapa mukanya ditekuk gitu hemm ?".
" Gara - gara kamu kita bangun kesiangan, menyebalkan ".
" Terus apa masalahnya , sayanggg ?".
" Aku malu ketemu sama ibu ".
" Ibu pasti ngerti , kan memang begitu biasanya penganten baru, bangun kesiangan sudah lumrah kan lagi nyoba hal baru , lagian yang ikhlas apa melayani suami ".
" Siapa bilang gak ikhlas, aku ikhlas kok bahkan sangat - sangat ikhlas ".
Cup ...Cup...Abhisek menciumi Ayna dengan mesra.
" Iya aku percaya , terima kasih sayang , servisnya benar - benar memuaskan, kalo gak lapar aku pasti ngajak kamu gituan lagi ".
" Yang benar saja , iniku masih perih , badanku juga lelah seperti habis jadi kuli bangunan, apa kau tak lelah ?".
Ayna mencoba melepaskan pelukan Abhi , tapi bukannya lepas tapi malah makin erat meluknya.
" Lelah , untuk begituan aku mah kuat Ay , gak percaya, boleh kamu tes deh ".
Abhisek tersenyum jahil.
" Tidak usah, terima kasih!". jawab Ayna ketus.
Ha..ha..ha...Abhi makin gemas dengan istrinya itu.
" Kamu laper kan , ayo kita sarapan , kalo di dalam kamar terus aku takut gak bisa nahan buat makan kamu ". Abhi menggandeng tangan Ayna menuju ruang makan. Disana ternyata sudah ada Ibu dan nenek.
Ibu senyam- senyum melihat kedatangan sepasang pengantin itu.
" Sarapan kesiangan Bhi ?".
" Iya nih Bu ..Nek..maaf ya , Ayna nya sih yang gak mau diajak keluar , maunya di kamar terus ".
What...apa tadi dia bilang , karena aku , apa gak salah..." Lempar batu sembunyi tangan , bisa- bisanya aku yang disalahkan ".
" Kalo benar juga gak apa - apa kok Nduk ".
ucap ibu lagi , malah membela Abhi.
" Oh ya Nek , nenek ini suaminya Ayna , mantuku yang paling tampan , Bhi ..ini nenek Ayna !".
Abhisek mencium tangan Nenek takzim , Nenek tak kuasa menahan haru , ia mengelus- elus kepala Abhisek . Ia bersyukur masih bisa menyaksikkan pernikahan cucunya.
" Bahagia selalu kalian berdua , beri nenek cicit yang banyak ya Cu !".
" Tentu Nek , Nenek mau berapa tiga empat lima....berapa Nek bilang saja gak usah sungkan nanti Abhi buatkan ?". ucap Abhi semangat.
Nenek dan ibu terkekeh , Nenek tak menyangka ternyata cucu menantunya ini sangat humoris orangnya , sedangkan Ayna lah yang mencak- mencak gak terima .
" Tiga empat lima , kau kira aku kucing....enak saja kalo ngomong ". Bukannya marah , Abhi malah makin terkekeh , senang rasanya melihat Ayna ngambek , begitu menggemaskan baginya.
__ADS_1
" Sudah ..kalian sarapan dulu !".
Ayna pun menyudahi perdebatamnya , karena memang perutnya sangatlah lapar. ..efek pertempuran semalam yang menguras tenaga nya. Ayna melayani Abhi , dari mulai mengambilkannya nasi sampai lauk juga air minum , Abhi terus saja tersenyum bahagia rasanya hidupnya ini , dilayani oleh istri tercinta.
Pemandangan itu tak lepas dari mata Ibu dan Nenek.
" Ibu dan Nenek tidak makan ?" tanya Ayna.
" Ibu dan Nenek sudah sarapan sejak tadi , kalian yang terlambat sarapan ". Ayna nyengir kembali diingatkan ibu karena kesiangan.
Ayna dan Abhi menyelesaikan sarapannya , pandangan ibu tertuju pada leher Ayna, kemudian ia tersenyum sendiri.
" Ibu lihat apa sih , kok senyumnya mencurigakan gitu ?" mata Ayna memicing melihat Ibu seperti tersenyum meledeknya.
" Kamu pandai juga bikin lukisan Bhi , tapi kok warnanya merah semua sih ". ucap Ibu ke Abhi.
Abhi paham kode dari Ibu.
" Iya dong Bu.....gimana maha karya Abhi sempurna ngga ?".
" Kurang banyak tuh Bhi ". sindir Ibu ,padahal sih kebalikannya.
" Nanti Abh tambahin Bu , biar makin penuh ".
" Kamu pintar jawabnya ya ".
Hahaha ...Abhi dan Ibu tertawa...Nenek hanya menggelengkan kepalanya melihat anak dan cucu menantunya ini yang cukup menghiburnya .
" Lukisan apa sih Bu..kasih tau Ayna apa Bu ?". rengek Ayna.
" Memangnya kamu belum ngaca Nduk ?".
" Belum...gak sempet Bu ". Ayna makin bingung apa hubungannya dengan ia belum mengaca. Ia berfikir sejenak, kemudian ia baru sadar , langsung lari menuju kamarnya.
" Abhiiiiiiiiii " teriaknya....disusul kekehan ibu dan Abhisek.
" Baru sadar dia Bu ". ucap Abhi.
Ayna keluar memakai hijabnya , ia menatap kesal pada suaminya.
" Maafin aku ya , jangan marah sayang , nanti cantiknya hilang ".
" Biarin ".
Masih ngambek rupanya ...batin Abhisek.
Diluar mulai terdengar ramai. Perlengkapan pembuatan tenda pengantin sudah tiba , memang harus diacungi jempol kerjanya Bang Aqil.
Ibu , Nenek , Ayna dan Abhi pun keluar...
" Ini..?" tanya Ibu.
" Ya Bu..maaf bu saya hanya bisa buat resepsi ini sederhana saja karena mendadak , kalo Ayna mau yang lebih mewah lagi nanti bisa saya adakan di kota Bu ".
" Ini juga sudah berlebihan nak Abhi , ya kan Nduk ?".
" Iya Bu , aku hanya ingin pernikahan kita langgeng sampai maut memisahkan kita Bhi ".
" Aamiin sayang , duh so sweet sekali istriku ini ". lagi- lagi Abhi memeluk Ayna mesra.
Duk...Ayna menyikut perut Abhi.
__ADS_1
" Aduh , sakit sayang ".
" Malu , ada nenek sama ibu ".
Para tetangga pun berdatangan ikut membantu membuat makanan . Mereka begitu antusias , bahkan terus saja memuji menantu bu Anna itu.
" Bu Anna nemu dimana sih , menantunya itu loh ganteng banget ". kata bu Sami.
" Iya Bu bener banget , mirip artis india yang biasa saya tonton , siapa itu namanya...Sarukan Kalo gak salah ". ucap ibu yang lain.
" Shahruk khan Bu ".kata Ayna ikut nimbrung.
" Eh iya , salah ya ibu tadi ".
mereka tertawa bersama. Abhi sendiri melirik ke arah Ayna , berbangga diri karena dipuji para ibu - ibu.
" Nak Abhi punya adek ngga , kalo ada mau dong di kenalin sama anak ibu ?" tanya bu Salma.
" Gak Bu , saya anak semata wayang , gak punya saudara ". jawab Abhisek.
" Dia itu limited edition ibu - ibu , yang tercipta khusus buat Ayna ". jawaban Ayna membuat Abhisek mengembang senyumnya.
" Yahhh sayang ya...tapi apa itu litimit edison itu nak Ayna ?" tanya bu Salma lagi.
" Gak usah nanya bu Salma , otaknya gak nyampe nanti nambah pusing loh " sambung bu Sami.
" Ya saya biar tau bahasa gaul lah Bu Sami ".
Tak lama datanglah keluarga Ayah Hasan , dan juga Papi Ammar dengan Aqil.
Zidni juga ikut bersama mereka. Reyhan sendiri membawa serta anak buahnya , Rosa , Rinda dan juga trio 3 D. Kali ini ia pun menutup Restoran sementara...Teman - teman kos Ayna juga tak ketinggalan.
Meski ada bisik - bisik tentang Pak Hasan yang telah lama menghilang kini muncul lagi , tapi tak mengurangi kebahagiaan yang dirasakan Ayna.
Seorang ibu datang mendekat dan langsung memeluk Ayna . " Apa kabarnya Nduk , maaf ya ibu baru busa datang , Mimi sendiri masih kerja ,ia akan pulang sore ini...dia sangat senang mendapat kabar kamu pulang ".
" Kabar Ayna baik bu ..terima kasih sudah mau datang , ibu sehat ?".
" Sehat Nduk...mana suamimu?". tanya Bu Asih , ibunya Mimi .
" Saya Bu " merasa ada yang menanyakannya Abhi maju kedepan.
" Oalah Nduk...suamimu kok tampan sekali ".
" Terima kasih bu , dari lahir saya memang sudah tampan , bukan ibu saja kok yang bilang, bahkan semua ibu - ibu disini juga bilang seperti itu ".
Ayna mencubit suaminya. " Jangan dengarkan dia Bu, kelewat narsis orangnya ".
Makan siang telah siap...merekapun makan lesehan bersama....suasana terasa makin hangat karena tak ada perbedaan miskin dan kaya disana.
Bersambung...
***
Mampir di karya Author yang lain ya
__ADS_1