I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 40


__ADS_3

Happy Reading


***


Ayna sedang memakai pakaiannya...tapi diganggu Abhi yang telah memeluknya dari belakang.


" Lepas Bhi !".


" Kenapa mukanya ditekuk gitu hemm ?".


" Gara - gara kamu kita bangun kesiangan, menyebalkan ".


" Terus apa masalahnya , sayanggg ?".


" Aku malu ketemu sama ibu ".


" Ibu pasti ngerti , kan memang begitu biasanya penganten baru, bangun kesiangan sudah lumrah kan lagi nyoba hal baru , lagian yang ikhlas apa melayani suami ".


" Siapa bilang gak ikhlas, aku ikhlas kok bahkan sangat - sangat ikhlas ".


Cup ...Cup...Abhisek menciumi Ayna dengan mesra.


" Iya aku percaya , terima kasih sayang , servisnya benar - benar memuaskan, kalo gak lapar aku pasti ngajak kamu gituan lagi ".


" Yang benar saja , iniku masih perih , badanku juga lelah seperti habis jadi kuli bangunan, apa kau tak lelah ?".


Ayna mencoba melepaskan pelukan Abhi , tapi bukannya lepas tapi malah makin erat meluknya.


" Lelah , untuk begituan aku mah kuat Ay , gak percaya, boleh kamu tes deh ".


Abhisek tersenyum jahil.


" Tidak usah, terima kasih!". jawab Ayna ketus.


Ha..ha..ha...Abhi makin gemas dengan istrinya itu.


" Kamu laper kan , ayo kita sarapan , kalo di dalam kamar terus aku takut gak bisa nahan buat makan kamu ". Abhi menggandeng tangan Ayna menuju ruang makan. Disana ternyata sudah ada Ibu dan nenek.


Ibu senyam- senyum melihat kedatangan sepasang pengantin itu.


" Sarapan kesiangan Bhi ?".


" Iya nih Bu ..Nek..maaf ya , Ayna nya sih yang gak mau diajak keluar , maunya di kamar terus ".


What...apa tadi dia bilang , karena aku , apa gak salah..." Lempar batu sembunyi tangan , bisa- bisanya aku yang disalahkan ".


" Kalo benar juga gak apa - apa kok Nduk ".


ucap ibu lagi , malah membela Abhi.


" Oh ya Nek , nenek ini suaminya Ayna , mantuku yang paling tampan , Bhi ..ini nenek Ayna !".


Abhisek mencium tangan Nenek takzim , Nenek tak kuasa menahan haru , ia mengelus- elus kepala Abhisek . Ia bersyukur masih bisa menyaksikkan pernikahan cucunya.


" Bahagia selalu kalian berdua , beri nenek cicit yang banyak ya Cu !".


" Tentu Nek , Nenek mau berapa tiga empat lima....berapa Nek bilang saja gak usah sungkan nanti Abhi buatkan ?". ucap Abhi semangat.


Nenek dan ibu terkekeh , Nenek tak menyangka ternyata cucu menantunya ini sangat humoris orangnya , sedangkan Ayna lah yang mencak- mencak gak terima .


" Tiga empat lima , kau kira aku kucing....enak saja kalo ngomong ". Bukannya marah , Abhi malah makin terkekeh , senang rasanya melihat Ayna ngambek , begitu menggemaskan baginya.

__ADS_1


" Sudah ..kalian sarapan dulu !".


Ayna pun menyudahi perdebatamnya , karena memang perutnya sangatlah lapar. ..efek pertempuran semalam yang menguras tenaga nya. Ayna melayani Abhi , dari mulai mengambilkannya nasi sampai lauk juga air minum , Abhi terus saja tersenyum bahagia rasanya hidupnya ini , dilayani oleh istri tercinta.


Pemandangan itu tak lepas dari mata Ibu dan Nenek.


" Ibu dan Nenek tidak makan ?" tanya Ayna.


" Ibu dan Nenek sudah sarapan sejak tadi , kalian yang terlambat sarapan ". Ayna nyengir kembali diingatkan ibu karena kesiangan.


Ayna dan Abhi menyelesaikan sarapannya , pandangan ibu tertuju pada leher Ayna, kemudian ia tersenyum sendiri.


" Ibu lihat apa sih , kok senyumnya mencurigakan gitu ?" mata Ayna memicing melihat Ibu seperti tersenyum meledeknya.


" Kamu pandai juga bikin lukisan Bhi , tapi kok warnanya merah semua sih ". ucap Ibu ke Abhi.


Abhi paham kode dari Ibu.


" Iya dong Bu.....gimana maha karya Abhi sempurna ngga ?".


" Kurang banyak tuh Bhi ". sindir Ibu ,padahal sih kebalikannya.


" Nanti Abh tambahin Bu , biar makin penuh ".


" Kamu pintar jawabnya ya ".


Hahaha ...Abhi dan Ibu tertawa...Nenek hanya menggelengkan kepalanya melihat anak dan cucu menantunya ini yang cukup menghiburnya .


" Lukisan apa sih Bu..kasih tau Ayna apa Bu ?". rengek Ayna.


" Memangnya kamu belum ngaca Nduk ?".


" Belum...gak sempet Bu ". Ayna makin bingung apa hubungannya dengan ia belum mengaca. Ia berfikir sejenak, kemudian ia baru sadar , langsung lari menuju kamarnya.


" Abhiiiiiiiiii " teriaknya....disusul kekehan ibu dan Abhisek.


" Baru sadar dia Bu ". ucap Abhi.


Ayna keluar memakai hijabnya , ia menatap kesal pada suaminya.


" Maafin aku ya , jangan marah sayang , nanti cantiknya hilang ".


" Biarin ".


Masih ngambek rupanya ...batin Abhisek.


Diluar mulai terdengar ramai. Perlengkapan pembuatan tenda pengantin sudah tiba , memang harus diacungi jempol kerjanya Bang Aqil.


Ibu , Nenek , Ayna dan Abhi pun keluar...


" Ini..?" tanya Ibu.


" Ya Bu..maaf bu saya hanya bisa buat resepsi ini sederhana saja karena mendadak , kalo Ayna mau yang lebih mewah lagi nanti bisa saya adakan di kota Bu ".


" Ini juga sudah berlebihan nak Abhi , ya kan Nduk ?".


" Iya Bu , aku hanya ingin pernikahan kita langgeng sampai maut memisahkan kita Bhi ".


" Aamiin sayang , duh so sweet sekali istriku ini ". lagi- lagi Abhi memeluk Ayna mesra.


Duk...Ayna menyikut perut Abhi.

__ADS_1


" Aduh , sakit sayang ".


" Malu , ada nenek sama ibu ".


Para tetangga pun berdatangan ikut membantu membuat makanan . Mereka begitu antusias , bahkan terus saja memuji menantu bu Anna itu.


" Bu Anna nemu dimana sih , menantunya itu loh ganteng banget ". kata bu Sami.


" Iya Bu bener banget , mirip artis india yang biasa saya tonton , siapa itu namanya...Sarukan Kalo gak salah ". ucap ibu yang lain.


" Shahruk khan Bu ".kata Ayna ikut nimbrung.


" Eh iya , salah ya ibu tadi ".


mereka tertawa bersama. Abhi sendiri melirik ke arah Ayna , berbangga diri karena dipuji para ibu - ibu.


" Nak Abhi punya adek ngga , kalo ada mau dong di kenalin sama anak ibu ?" tanya bu Salma.


" Gak Bu , saya anak semata wayang , gak punya saudara ". jawab Abhisek.


" Dia itu limited edition ibu - ibu , yang tercipta khusus buat Ayna ". jawaban Ayna membuat Abhisek mengembang senyumnya.


" Yahhh sayang ya...tapi apa itu litimit edison itu nak Ayna ?" tanya bu Salma lagi.


" Gak usah nanya bu Salma , otaknya gak nyampe nanti nambah pusing loh " sambung bu Sami.


" Ya saya biar tau bahasa gaul lah Bu Sami ".


Tak lama datanglah keluarga Ayah Hasan , dan juga Papi Ammar dengan Aqil.


Zidni juga ikut bersama mereka. Reyhan sendiri membawa serta anak buahnya , Rosa , Rinda dan juga trio 3 D. Kali ini ia pun menutup Restoran sementara...Teman - teman kos Ayna juga tak ketinggalan.


Meski ada bisik - bisik tentang Pak Hasan yang telah lama menghilang kini muncul lagi , tapi tak mengurangi kebahagiaan yang dirasakan Ayna.


Seorang ibu datang mendekat dan langsung memeluk Ayna . " Apa kabarnya Nduk , maaf ya ibu baru busa datang , Mimi sendiri masih kerja ,ia akan pulang sore ini...dia sangat senang mendapat kabar kamu pulang ".


" Kabar Ayna baik bu ..terima kasih sudah mau datang , ibu sehat ?".


" Sehat Nduk...mana suamimu?". tanya Bu Asih , ibunya Mimi .


" Saya Bu " merasa ada yang menanyakannya Abhi maju kedepan.


" Oalah Nduk...suamimu kok tampan sekali ".


" Terima kasih bu , dari lahir saya memang sudah tampan , bukan ibu saja kok yang bilang, bahkan semua ibu - ibu disini juga bilang seperti itu ".


Ayna mencubit suaminya. " Jangan dengarkan dia Bu, kelewat narsis orangnya ".


Makan siang telah siap...merekapun makan lesehan bersama....suasana terasa makin hangat karena tak ada perbedaan miskin dan kaya disana.


Bersambung...


***


Mampir di karya Author yang lain ya




__ADS_1



__ADS_2