
Happy Reading
***
" Qil.....gimana ?".
Tanya Pak Ammar, mereka berdua sedang berada di ruangannya.
" Apanya yang gimana Pak Bos ?".
jawab Aqil sekilas , matanya masih fokus ke tab nya.
" Ck kamu ini...itu loh si Ayna , gimana ?".
" Dia ...Ayna sehat , dia baik - baik , masih berangkat kerja kok dia ".
" Mau saya tampol kamu ya Qil, becanda mulu ".
" Pak Bos yang gak jelas pertanyaannya, saya yang disalahin, nasib bawahan mah gitu , selalu saja kalah ".
" Heh..makin gak jelas , saya cuma mau tau perkembangan Ayna , apa dia cepat belajar apa yang kamu tugaskan?".
" Nah itu baru jelas, Pak Sam memang gak salah pilih, Bos...Ayna sangat cerdas , sekali saya ajarin langsung konek tuh dia , dua jempol deh pokoknya ".
Begitulah gaya Aqil dengan Pak Ammar ketika sedang berdua , mereka lebih terlihat seperti Ayah dan anak yang sedang mengobrol bersama ,Pak Ammar tak mempermasalahkan itu , justru ia merasa lebih dekat dengan Aqil, sebagai pengobat rindunya terhadap sang putra yang sedang menuntut ilmu di negeri seberang... tapi kalo sudah menghadapi klien , Aqil akan tampil tegas.
" Cantik juga , iya kan Qil?".
goda Pak Ammar.
"Cantik , jangan bilang Pak Bos naksir...kasihan sekali Bu Soraya ".
Tuk....
sebuah pulpen melayang ke Aqil.
" Sembarangan kalo ngomong , maksud saya kamu gak tertarik pada Ayna ?".
" Ada sih , tapi sepertinya anak Pak Sam itu pacarnya deh Bos ".
" Tau dari mana kamu ?".
" Saat pertama datang kesini itu dia menatap saya dengan tajam , seakan mengatakan jangan ganggu gadis ini milik ku ".
" Heleh itu perasaan mu saja , palingan kamu takut ditolak , jujur saja ?".
" Hehehe Pak Bos suka bener kalo nebak ".
" Kalo ada yang kamu suka itu mbok dikejar Qil , nanti saya bantu beliin tiket buat honeymoon ".
" Tiketnya diminta sekarang saja Pak Bos, boleh tidak?".
" Gak bisa, nantilah kalo kamu sudah punya istri ".
" Oh ya gimana persiapan penyambutan buat anak ku ?".
" Sudah beres semua , saya pastikan lancar acaranya ". ujar Aqil.
" Hemm baguslah kalo gitu, terus jadwal saya apa lagi nih hari ini ?".
" Tidak ada Pak Bos , apa anda mau pulang , tapi saran saya sebaiknya Pak Bos pulang , istirahat yang cukup , kalo perlu pergi ke salon biar besok terlihat fresh ketika acara penyambutan, saran saya bagus kan Pak Bos ?".
" Bagus gundulmu , kamu kira saya emak - emak arisan ....sudah mending saya pulang , lapar jadinya terus ngobrol sama kamu ".
" Mau diantar gak Pak Bos ?".
" Gak...".
*
__ADS_1
" Kak Val , ada acara apaan sih kok sepertinya sibuk sekali ?".
Ayna memang tidak tau , mungkin karena dia terlalu fokus bekerja dan kurang memperhatikan sekitar, apalagi ia tidak terlalu kepo orangnya.
" Itu , ada penyambutan kedatangan pewaris tahta ?". jawab Valentine.
" Hah pewaris tahta , kerajaan apa tuh Kak ?".
Melihat Ayna sedikit cengo, Valentine pun tergelak.
" Ihhh Kak Valent malah ketawa , emang salah ya pertanyaanku ?".
" Lagian kamu sih Ay , jadi orang kok terlalu serius , itu perumpamaan Ayna cantik , maksudku kantor ini akan kedatangan pemimpin baru , putra satu - satunya Pak Ammar ".
Ayna manggut - manggut.
" Apa kamu gak pernah dengar karyawan pada masak kusuk membicarakannya ".
" Dengar sih...ya gitu, aku gak mau terlalu kepo ".
" Masih muda loh Ay , umurnya dibawah aku jauhhhhhh.....tapi gelarnya gak main - main , doi terlalu encer otaknya , disaat teman seusianya baru menyelesaikan SMA , dia sudah lulus kuliah , TOP BGT deh pokoknya ".
" Emang berapa umurnya kak ?".
" Sekitar 18 tahunan mungkin ".
" Ohhh...ia dia masih muda , pantes dibawah kak Valent jauh , kan kak Valent sudah cukup umur ".
" Sialan kamu Ay , kamu ngatain aku sudah tua ya ".
" Hahaha...kak Valent aja yang baper , aku kan bilang sudah cukup umur , matang gitu , kalo Bang Aqil....baru tuh sudah tua ".
" Sama saja ". Valent mengerucutkan bibirnya.
" Siapa yang sudah tua ?".
" Abang lah , masak Valent sih , itu kata Ayna Bang ". Valent langsung menyalahkan Ayna.
Aqil beralih menatap tajam ke Ayna.
" Peace Bang , Ay gak beneran kok ngomong kayak gitu ".
Ayna sampai nyengir , takut Aqil marah.
Setelah melihat dua gadis itu panik , kini giliran Aqil yang tertawa lebar.
" Hahaha...santai aja kali ...tuh muka asem tau, gak enak dilihat ".
" Bang Aqil ngerjain kita ya ?".
" Sorry ,habis kalian kejam amat ngatain abang sudah tua , tua an Pak Bos kali ".
Mereka pun tergelak bersama.
" Maaf ya Bang , ucapan ku yang tadi, tapi Abang tetap pria paling tampan disini ".
ucap Ayna lagi.
Aqil melambung dipuji oleh Ayna , sejenak ia berfikir laluu....
" Tentu saja aku paling tampan , disini cuma aku yang pria ". dengusnya .
" Kamu baru sadar bang ".
tambah Valent.
" Kamu ikut - ikutan ya Val , aku kawinin tau rasa kamu ".
" Mau mau Bang...ayuk ".
__ADS_1
Jawaban Valent membuat Ayna melototkan matanya.
" Arrgghhh Valennnn , kamu ah....".
" Kenapa bang ?".
" Abang pengen beneran ini....".
" Hahaha...sorry bang , Valent mau beneran kok bang, asal abang nikahin dulu dedek gemes ini ".
" Bener ya Val , kalo aku datang buat ngelamar kamu jangan ditolak ya ".
" Siap 86 Bang ...Valent tunggu kedatangan Abang ".
Valent mengedipkan matanya nakal.
Ayna senang bekerja disana , Valent dan Aqil tak seseram apa yang terlihat....mereka selalu suka bercanda tetapi serius jika sudah bekerja.
Hari ini hari yang ditunggu para karyawan KHANS GROUP, apalagi para karyawan wanita, mereka berlomba mempercantik diri untuk menyambut pemimpin baru mereka.
Ayma berangkat tergesa , ia mendapat telpon dari Pak Samhadi untuk ke kampus terlebih dahulu .
Ia pun tak lupa meminta ijin pada Aqil , karena ia akan terlambat datang ke kantor.
Sementara di kantor para karyawan sudah berbaris rapi untuk menyambut putra sang direktur.
Seorang pemuda tampan berjalan tegap melewati semua karyawan, senyum tipis tersungging di bibirnya.
" Husttt....masih muda sekali ternyata ".
" Iya , mukanya itu loh gak kuku , tampan banget , jadi inget artis india ".
" Mau dong ya jadi calon istrinya ".
" Mana mau dia sama kamu , kamu sudah tua , tuh lihat dia tuh brownies...alias berondong manis ".
Begitulah para karyawan wanita yang terus mengagumi sosok pimpinan baru mereka.
Abhisek pun memperkenalkan dirinya , dan pasti disambut dengan sangat antusias .
Di ruangan Pak Ammar sudah ada Aqil dan juga Valent.
Mata Pak Ammar mencari sesuatu.
" Mana dia ?".
" Dia ijin Pak Bos, ada perlu di kampus sebentar katanya , nanti langsung kesini kok , tadi sudah ijin sama saya ".
" Oh ya sudah ".
" Siapa Pi ?".
tanya Abhisek.
" Itu calon asisten kamu , nanti Papi kenalin , kamu pasti suka sama dia ".
" Tapi kalo aku gak suka , aku minta ganti ya Pi ".
" Kita lihat aja nanti ".
Kok jantung aku berdebar ya....mbak Ayna apa kabar mu, aku kangen ...gumam Abhisek.
Bersambung...
***
Mampir ke karya aku yang lain ya 😊
__ADS_1