I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 53


__ADS_3

Happy Reading


***


Mami Soraya masih saja merayu Papi Ammar untuk segera memecat Ayna dan juga memberi pelajaran pada putranya .


" Ayolah Pi , pecat wanita itu , dan anakmu biar dia merasakan susahnya nyari uang sendiri...aku yakin wanita itu pasti akan meninggalkan Abhisek kalo dia miskin dan gak punya apa- apa !".


" Kau kira Ayna wanita seperti apa , dia gadis baik dan pekerjaannya selalu bagus , tidak ada alasan aku memecatnya, dan perlu Mami tau Abhisek bisa seperti ini juga ada peran dari Ayna , dia membawa pengaruh yang positif bagi anakmu ".


" Itu karena dia ada maunya Pi , makanya dia baik- baikkin Papi dan Abhisek ".


" Sekarang Papi tanya , apa yang membuat Mami tidak menyukai Ayna ?".


Mami Soraya diam , ia bingung , ia juga tidak tau kenapa ia sebenci ini pada Ayna , padahal memang anak itu tidak salah apa - apa. Karena gengsi , Mami Soraya tidak mau teman - teman sosialita nya tau kalo ia mendapat menantu dari kalangan orang biasa.


Setiap mereka berkumpul, Mami Soraya selalu membanggakan putranya itu , sebagai orang berpendidikan dan lulusan luar negeri, Abhisek digadang - gadang pasti akan menjadi rebutan untuk dijadikan menantu orang- orang kaya yang berpengaruh.


Dan Mami Soraya malu mengakui di hadapan suaminya kalo ia tidak menyukai Ayna karena ia bukan dari keluarga kaya , bahkan dia berasal dari kampung.


" Dia tidak pantas bersanding dengan Abhisek Pi , dan juga dia kan hanya orang biasa pasti dia hanya suka harta keluarga kita saja Pi !".


" Mi , sadarlah harta tidak akan kita bawa mati, anak kita hanya satu, untuk siapa lagi semuanya kalo bukan untuk Abhisek Mi ". Papi Ammar tak mengerti apa yang ada di pikiran istrinya itu.


" Dan lagi , apa Papi juga mempermasalahkan dari mana asal Mami , tidak kan ??...karena Papi juga mencintai Mami dengan tulus , ingat Mami juga seperti Ayna dulu ". Papi Ammar mengingatkan kembali masa lalu Mami Soraya yang dulunya juga merupakan pegawai dari Papi Ammar.


Papi Ammar lah yang menaikkan derajat Mami Soraya ke strata yang tinggi , tapi karena pergaulan ...gaya hidup Mami Soraya sekarang berubah, ia menjadi sombong dan angkuh .


" Kenapa jadi bahas masa laluku sih Pi , Papi menyesal sudah menikahi Mami ?".

__ADS_1


" Bukan itu , tapi lebih ke kecewa pada sikap dan perilaku Mami sekarang yang semakin tidak Papi kenal ". Mami Soraya mendengus.


Jurus terakhir yang ia lakukan adalah mengancam " Kalo Papi masih gak setuju dengan kemauan Mami , Mami akan pergi meninggalkan Papi !".


" Silahkan...Papi tidak akan melarangnya, Papi juga lelah , satu pesan Papi , jangan pernah mengusik rumah tangga Abhisek ". setelah berkata seperti itu Papi Ammar langsung pergi masuk ke ruang kerja meninggalkan Mami Soraya.


Mami Soraya tak percaya ia diabaikan begitu saja oleh suaminya , mulutnya pun sampai terbuka lebar. " Ihhh...Papi menyebalkan , bagaimana aku bisa meninggalkan rumah ini , aku tak bisa hidup miskin , bagaimana ini...aku harus cari cara apa lagi ".


*


Ayna begitu antusias ketika melihat ada tukang rujak di depan kantornya, tepatnya di seberang sana. Dengan langkah cepat ia ingin kesana.


Abhisek pun sampai mengejarnya, hingga tangan Ayna berhasil diraihnya. " Mau kemana sayang ?".


" Itu Mas disana ".


" Ohhh tukang rujak rupanya yang bikin istriku sampai ngeces gini ".


" Engga kok jalannya cepat amat , sampai lupa ijin sama suami ".


" Aku sudah tak tahan Mas ".


" Tak tahan ?". Abhi celingukkan melihat ke kanan dan kekiri , lalu ia berbisik ke Ayna " Gak disini juga kali Yang , kita ke ruanganku saja apa mau sewa hotel , katakan saja dimana mau kamu !".


Bugg...pukulan mendarat di tubuh Abhisek. " Mikir apa sih Mas , ini masih siang , baru juga makan eh otaknya sudah oleng , aku itu sudah tidak tahan buat makan rusaknya, aku sudah menahannya dari pagi , kalo aku belinya tadi kan pasti kamu larang ".


" Yahhhhh kirain....aku sudah seneng tadi ".


" Udah lepas tanganku, aku mau kesana !".

__ADS_1


" Biar aku saja yang beli, kamu duduk manis saja dalam ruanganku...oke cantik!".


" Tidak mau , aku mau lihat abangnya bikin dan makan disana...boleh ya...boleh ya ".


" Huuft...iya boleh tapi aku antar ".


" Terima kasih suamiku sayang ".


Mereka berdua menyeberang bersama , tangan Abhisek tak pernah lepas menggenggam tangan Ayna....bibir Ayna dan Abhi tak berhenti mengulas senyum.


" So sweet sekali kalian , bikin aku makin iri , bersenang - senanglah , karena hari ini hari terakhir kalian ada di dunia ini....selamat tinggal sayang " ucap seorang gadi dari dalam mobilnya .


Pucuk dicintai ulam pun tiba , tak sia - sia Rengganis selalu mengikuti kemana mereka pergi, beruntung sekali kali ini mereka terlihat di jalan , memudahkan dirinya untuk mengeksekusi.


Setelah menunggu beberapa saat , dua orang targetnya kembali menyeberang .Menjalankan mobilnya cukup kencang, ia tak perduli siapapun yang akan celaka ,syukur- syukur keduanya yang kena.


Melihat bahaya menuju ke arahnya....Abhisek langsung berinisiatif menyelamatkan sang istri.


" Awassssss !!!!... Abhisek berhasil mendorong Ayna ke pinggir, beruntung ada seseorang yang memegangnya , jadi Ayna tidak sampai terjatuh ke lantai.


" Mas Abhiiiiii....". sekarang giliran Ayna yang berteriak memanggil nama suaminya....pemandangan yang sungguh mengerikan bagi Ayna, melihat suaminya terpental jauh lalu bersimpah darah.


Dengan gemetar ia mendekati suaminya yang tergeletak di jalan. " Tolong ...tolong suamiku!". Mereka yang melihat kejadian itu pun langsung sigap menolong.


Di dalam mobil Ayna terus menangis, ia mencoba bertahan sekuat tenaga , jangan sampai ia jatuh pingsan .


" Apa ini Mas...kamu selalu bilang jangan tinggalkan aku , tapi kamu sendiri seperti ini...". Ayna kembali teringat ucapan suaminya...mungkin Itu adalah firasat , dan benar saja musibah terjadi menimpa mereka.


Bersambung...

__ADS_1


***


__ADS_2