I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 80


__ADS_3

Happy Reading


***


Malam ini menjadi saksi lahirnya buah cinta Abhi dan Ayna. seorang bayi laki - laki dengan bobot 4 kilo lebih dan panjang 52 cm.


Abhi terus memandang bagi mungil yang ada dalam box bayi itu...serasa tak percaya di usianya yang masih muda ini ia sudah menjadi seorang Ayah.


" Terima kasih sayang sudah hadir dalam hidup Ayah....". Abhi kembali menciumi pipi bayi gembul itu.


" Jangan diusik terus Mas , lagi anteng itu !".


" Mas gemas Ay ....Makasih ya sayang sudah berjuang untuk menghadirkan mahluk kecil itu ". Abhi mendatangi istrinya dan memeluknya juga melabuhkan ciuman di kening Ayna dalam .


" Sama - sama Mas , padahal tadi aku takut kamu pingsan loh Mas ".


" Hampir Ay , jantungku hampir copot ,melihat kamu tadi serasa ikut putus nadiku...". Tadi keringat Abhi sudah membasahi seluruh tubuh nya ...ia juga sempat menitikkan air mata detik ketika bayinya keluar dari rahim Ayna.


Abhi menengok ke kanan dan kekiri, ia pastikan tidak ada orang lain lagi , ibu juga sudah terlelap dalam tidurnya.....ia makin mendekat ke Ayna...


" Yang...tadi kan aku lihat itumu digunting dan dijahit....eemmm apa jalan masuknya si otong masih ada , apa ditutup semua sama dokter ?". ini yang sedari tadi ingin ia tanyakan ,tapi ia tahan.


Ppfffttt....Ayna menahan tawanya. " Kenapa kamu tidak tanyakan sendiri pada dokternya sih Mas ".


" Malu lah , kan tadi juga banyak perawat disana ".


" Untung masih punya rasa ******** kamu Mas ".


" Malu sayang bukan ********, kalo itu mah si otong ". "


" Besok , kamu yang tanyakan pada dokter ya sayang ".


" Kenapa harus aku Mas ".


" Kan dokternya juga perempuan jadi akan lebih nyaman jika kamu yang bertanya....ayolah Yang , demi kesejahteraan bersama " .

__ADS_1


" Kesejahteraan yang mana , ada - ada saja ....aku kasih tau ya Mas , milikku itu tidak sepenuhnya dijahit, hanya yang sobek saja , kan dede bayinya terlalu besar ...kalo dijahit semua ,aku pipisnya lewat mana coba ?". Ayna akhirnya menjelaskan daripada Abhi merengek terus untuk bertanya pada dokter.


" Eh iya ya , kok aku gak kepikiran ...untung belum bertanya , bisa malunya dobel aku ".


" Mumpung adeknya sedang bobo , Mas juga tidur sana !".


" Aku tidur disini saja sama kamu , kamu juga harus tidur ini sudah larut , tenagamu habis terkuras buat mengeluarkan putra kita ".


Kecupan mendarat sekilas , Abhi naik ke tempat tidur Ayna, karena lelah dan kantuk yang tak tertahankan , Abhi pun dengan cepat terlelap.


Hatinya sudah tenang melihat istri dan putranya lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.


Paginya kedua orang tua Abhisek datang. Papi Ammar yang paling antusias melihat cucu pertamanya.


" Bhi yang ini buat Papi aja ya , kamu bikin lagi aja sama Ayna yang banyak !". ucap Papi Ammar sambil menggendong cucunya, senyum dan matanya berbinar , bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat anak dari putra semata wayangnya.


" Papi kira mudah , susah tau Pi , butuh tenaga extra biar tepat sasaran ".


" Heleh apanya yang susah , bikinnya juga gak tau tempat , kamu kira Papi tidak tau kelakuanmu , pakai alesan membawa Ayna ke kantor karena gak tega ditinggal di rumah sendirian....padahal sih buat nyalurin hasrat kamu, benar kan Papi?".


" Papi kayak gak pernah muda aja...pake buka kartu segala , istriku jadi malu tuh Pi ".


Mami Soraya sedari tadi diam , tapi matanya tak lepas dari mahkluk kecil yang berada di gendongan suaminya.


" Mami mau gendong ?". tawar Papi Ammar.


" Memang boleh Pi ?".


" Tentu saja boleh, ini kan juga cucu Mami ".


Melihat Ayna dan Abhi tersenyum , Mami Soraya memberanikan diri mengambil bayi itu. Perasaannya tidak bisa digambarkan saat ini...ia juga sedih teringat dulu ia kurang memperhatikan Abhisek....putranya itu pasti kurang kasih sayang darinya.


" Maafin Mami ya Bhi , dulu kamu sering Mami tinggal ".


" Iya Mi , maafin Abhi juga ya , pasti Mami juga penuh perjuangan saat melahirkan aku ". Mami Soraya mengangguk.

__ADS_1


" Cucu Oma sangatlah tampan , siapa nama kamu nak ?". karena pertanyaan Mami Soraya, Abhi dan Ayna baru ingat, kalo mereka belum memberi nama pada si kecil.


" Kamu saja yang memberi nama Mas !".


" Arjun Prameswara Khan ".


" Baby Ar , bagus Mas ".


" Kamu suka?".


" Suka Mas ".


" Oke sekarang kita panggilnya Baby Ar ".


Makin siang ruangan Ayna makin ramai dengan kedatangan Ayah Hasan dan Mama Lina , orang tua Riko juga datang.


" Nanti sesekali menginap di rumah oma Arini ya sayang , boleh ya Ay " Mamanya Riko ikut menggendong Baby Ar.


" Boleh Ma ".


" Menginap juga di rumah Oma Lina ". Mama nya Reyhan juga tidak mau kalah .


" Eh aku juga, harus menginap di rumahku lebih dulu.". Mami Soraya ikut merebutkan Baby Ar.


" Tapi nanti ya oma- oma semuanya , setelah Baby Ar usianya dua bulan , Kalian atur saja waktunya ". Abhi menghentikan perdebatan para oma itu.


Ibu Anna terharu , kehadiran cucunya membuat kebahagiaan di tiga keluarga dan juga dirinya.


Kamu begitu berharga sayang , banyak yang menyayangi kamu , semoga kamu sehat selalu dan tumbuh menjadi anak sholeh , pintar dan berhati mulia...doa Bunda selalu bersamamu nak..


Bukan tamat....tapi episode berikutnya akan bercerita tentang anak - anak Ayna dan Abhisek.


Bersambung


***

__ADS_1


__ADS_2