
Happy Reading
***
Seperti janji nya , Ayna datang kembali dengan membawa makanan untuk suaminya.
" Datang juga , ku kira kau akan lupa pada suamimu secara tadi diantar dua pria tampan ". sindir Abhisek, padahal di hatinya berkata...Alhamdulillah akhirnya aku bisa makan nih....
Ayna tak mengindahkan ucapan Abhisek, ia malah menata makanan dan langsung menyuapi suaminya.
Diperlakukan manis oleh Ayna membuat senyum tipis terbit di bibir Abhisek. Bahkan Ayna membersihkan bibir Abhisek dengan jarinya ketika ada nasi yang tertinggal disana.
" Mau mandi ? , aku antar saja ya sampai kamar mandi ".
" Kenapa , kau tak mau memandikan suamimu ini apa jijik ?".
Haisshh...menyebalkan sekali , kalo gak lagi sakit sudah aku getok kepalanya, biar otaknya balik ke tempatnya...umpat Ayna.
" Jangan mengumpatku ".
" Ayo sayanggg...kita mandi ya ".
" Malah meledek ".
" Salah lagi , maunya apa sih Mas ?".
" Gak peka ". ucap Abhisek.
Dari pada adu mulut tak ada habisnya , Ayna memandikan suaminya dan menggantikannya baju tanpa suara.
Selesai melakukan itu Ayna pun berbalik ia mau membereskan pakaian kotor Abhi , tapi Abhisek lebih dulu memeluknya dari belakang.
" Biarkan seperti ini dulu ". Nyaman rasanya , aku juga sama sekali tidak mual , aroma tubuhnya membuat ku tenang....Abhi memejamkan matanya sambil terus menghirup aroma tubuh istrinya .
Ayna menarik kedua tangan Abhi dan menaruhnya di perutnya.
" Dia merindukan mu Mas , apa kamu sudah mulai ingat ?".
Getaran itu sampai ke jantung Abhi , ia tak bisa pungkiri bersama Ayna membuat perasaanya bahagia , apalagi ketika tangan Abhi menyentuh perut yang berisi calon anaknya , ada rasa membuncah yang tidak bisa ia jabarkan.
Abhi membalik badan Ayna , lalu ia mencoba untuk mencium perut Ayna. Ayna pun mengusap kepala Abhi dengan penuh sayang.
" Kamu sudah sehat Mas , kapan diperbolehkan pulang ?".
" Gak tau, mungkin beberapa hari lagi , aku juga sudah bisa berjalan dengan baik ".
__ADS_1
" Apa kamu akan pulang ke rumah kita Mas ?".
" Sepertinya ke rumah Mami dan Papi ".
" Kenapa , apa kamu masih ragu kalo kita sudah menikah , dan aku istrimu ?".
" Entahlah Ay , aku gak enak saja menolak ajakan Mami ".
" Jangan sampai aku lelah menantimu Mas , jangan salahkan aku juga kalo aku menyerah , percuma kalo hanya aku yang berjuang dan kamu masih saja tidak percaya ".
" Jangan pergi Ay , tunggulah sebentar aku hanya ....".
" Hanya ...hanya Apa, dengarkan hatimu Mas , apa tidak sedikpun kamu bergetar saat kita berdekatan ".
" Sudahlah, sebaiknya kamu istirahat Mas ".
" Kamu marah Ay ?".
" Tidak Mas , aku gak bisa marah sama kamu ".
" Naik kesini Ay , aku ingin memelukmu!". Ayna ikut berbaring di samping Abhisek . Abhi menarik Ayna dan memeluknya .
Benar saja beberapa hari kemudian Abhisek dibawa pulang oleh Mami Soraya ke rumahnya.
Dan pastinya Ayna tidak punya akses untuk masuk ke rumah itu.
Abhi tentu saja diam , karena ia merasa Ayna masih peduli dengannya meski hanya mengirimkan makanan lewat pak satpam.
" Pak tolong berikan langsung ke pak Abhi ya ". pesannya waktu itu.
Untungnya sang satpam menuruti kemauan Ayna. Abhi pun sama ia menyuruh satpam itu untuk langsung memberikan padanya apapun titipan Ayna.
Mami Soraya merasa pergerakannya bebas karena Papi Ammar sedang ada kunjungan ke luar negeri sekalian pulang ke kampung halamannya.
Dan kesempatan ini digunakan Mami Soraya untuk mengusir Ayna dari perusahaan sebelum Abhisek masuk kerja dan sebelum suaminya pulang , ia akan bergerak dengan cepat.
" Kamu mau keluar dari perusahaan ini baik - baik apa dengan cara kasar , pilih saja ". ucap Mami Soraya.
" Biarkan saya menyelesaikan pekerjaan saya hari ini nyonya , dan mulai besok saya sudah tidak bekerja di perusahaan ini lagi , Nyonya bisa pegang ucapan saya ".
" Baik saya pegang kata - katamu, dan satu lagi jauhi anakku, dia sudah tidak mau bertemu kamu lagi , tunggu saja surat cerai darinya !".
" Nih gaji dan pesangonmu , aku masih baik kan memberikan mu ini , gunakan untuk pergi yang jauh sekalian , biar susah ditemukan ". ucap Mami Soraya lagi.
Sedih rasanya Ayna mendengar itu. " Bolehkah saya bertemu dengan Abhi sebentar saja ?".
__ADS_1
" Tidak , kamu kira aku bodoh apa, kamu pasti akan merayu putraku lagi, jadi jangan mimpi ".
Ayna diam , ia tidak lagi meminta apa- apa pada Mami Soraya, karena ia tau pasti percuma saja. Andai ada Papi Ammar disini , tapi Ayna tau diri , dia tidak ingin membuat Mami Soraya makin membencinya jika ia mengadu ke Papi Ammar. Biarlah waktu yang bicara.
Disaat itu pula Ayna mendapat telpon dari kampung , ia mendapat kabar bahwa neneknya sakit parah.
Ia menyelesaikan tugasnya dengan cepat , berpamitan pada Valentine. Valentine tak bisa membendung air matanya. ia sudah menganggap Ayna seperti adiknya sendiri.
Setelah berpamitan, Ayna langsung membenahi bajunya , ia juga sudah memindahkan semua bajunya ke rumah lamanya , tanpa membawa secuilpun harta Abhisek.
" Bi , jaga rumah ini baik - baik ya , sampai Mas Abhi datang kemari , berikan juga surat ini padanya , terima kasih ya Bi Nani selama ini sudah menemaniku disini , dan ini sedikit buat bi Nani ".
" Non Ayna kenapa pergi Non , den Abhi pasti kecewa , dan ini apa Non , saya tidak bisa menerimanya, sudah seringkali Non memberi pada saya dan keluarga ".
" Tidak apa Bi , saya ikhlas, Bibi sudah seperti ibu bagi saya ".
" Non baik sekali , semoga hati Nyonya Soraya terketuk dan menerima Non sebagai menantunya ".
" Aamiin Bi ,terima kasih doanya...selamat tinggal Bi...Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam, hati - hati di jalan Non !".
Ayna pulang bersama sang adik , Zidni. pagi hari mobil Ayna sudah sampai di halaman rumah ibunya.
Mata terbelalak melihat rumah indah berlantai dua di sebelah rumah ibundanya. " Kamu sudah sampai nak ?". sapa bu Anna.
" Iya Bu , ibu sehat ?".
" Alhamdulillah sehat , kamu juga ?". Ayna mengangguk.
" Bu aku juga anakmu , kenapa cuma mbak Ayna yang ibu tanyain kabarnya dan ibu peluk ".
" Eh anak bujang ibu , ibu hampir lupa, sini nak peluk ibu !".
" Bu ..itu rumah siapa ?" rasa penasaran Ayna yang tinggi , ia tak tahan untuk tidak bertanya.
" Loh nak Abhi belum cerita to , itu hadiah pernikahan buat kamu dari nak Abhi , oh iya kamu kok sendiri dimana suami kamu? .
" Nanti Ayna cerita Bu , ayo aku mau melihat nenek dulu !".
Kesedihan Ayna bertambah ketika melihat sang nenek terbaring lemah di ranjang.
Ayna pulang nek....ucapnya lirih bersamaan air mata yang tumpah membasahi pipi Ayna.
Bersambung..
__ADS_1
***