
Happy Reading
***
Arjun membuktikan omongannya . Tiga tahun ini ia memang belajar dengan keras. Lulus dengan cepat dan tentunya dengan nilai yang tinggi , itulah targetnya, dan itu tercapai sesuai dengan keinginannya .
Tapi ia sengaja merahasiakan kepulangannya , itu semua ia lakukan untuk memberi kejutan pada sang pujaan hati.
Ayna dan Abhisek juga terkejut dengan kepulangan putranya itu.
" Ar , kenapa gak ngabarin Bunda sih , tau kamu mau pulang kan Bunda bisa ngadain acara penyambutan buat kamu !".
" Apaan sih Bunda, emang aku pejabat daerah apa , pake acara penyambutan segala ". gerutu Arjun.
" Bunda kangen berat sama kamu , sini Bunda peluk !". Ayna menumpahkan kerinduannya , Arjun sendiri memang tak mau pulang sebelum selesai kuliahnya , alasannya kalo pulang ia takut malas berangkat lagi....bukan malas sih , tapi lebih ke hatinya , pasti akan berat lagi jika harus berpamitan dengan Kia.
" Hey anak muda kenapa peluk - peluk istri Ayah hah...cari istri sendiri sana ". Abhisek datang dan melerai pelukan ibu dan anak itu. lalu gantian ia yang memeluk Ayna.
Ayna jengah dengan kelakuan suaminya yang memang kelewat Bucin nya . " Bunda buatin minum dulu , sekalian masakin kesukaan kamu , kamu beristirahatlah ". " Mas , jangan ganggu anakmu !". sebelum beranjak pergi ke dapur Ayna memberi peringatan pada suaminya .
" Posesif amat Yah , sama anak sendiri juga , lagian istri Ayah kan Bundanya aku "
" Soal Istri Ayah gak usah nyuruh , ni Arjun pulang buat halalin Kia buat jadi istri Arjun , dah boleh kan Yah , Aku kan udah punya KTP sekarang ".
" Baru punya KTP aja sombong mau langsung minta nikah...punya modal engga , anak orang mau dikasih makan apa ?".
" Eitss jangan salah Yah , Arjun sudah punya penghasilan sendiri , dan juga banyak tawaran dari banyak perusahaan buat Arjun , apa Ayah juga gak tertarik buat merekrut lulusan terbaik dari luar negeri ini ".
" Ayah gak usah merekrut juga kamu bakalan kerja di perusahaan Ayah ". Abhisek yakin Arjun akan meneruskan perusahaanya , siapa lagi kalo bukan Arjun , putra tertuanya .
" Ayah percaya diri sekali, kan masih ada Akash , biar Akash nanti yang gantiin Ayah , Arjun masih mau mengasah kemampuan di perusahaan lain dengan usaha Arjun sendiri ,tanpa koneksi dari Ayah ".
" Baiklah , Ayah tidak akan memaksa ". " Kamu yakin mau menikah sekarang ?".
" Yakin , seratus persen Yah ".
" Tapi kamu masih sangat muda Ar ".
" Ayah lupa , waktu menikahi Bunda umur Ayah juga masih muda , aku kan anak baik mengikuti jejak orang tua hehe..".
__ADS_1
" Dih , Ayah dibawa - bawa ...jangan ikut - ikutan lah ".
" Kan lebih bagus Yah , dari pada nambah dosa , kan nikah juga ibadah , apalagi Arjun sudah mampu secara finansial ". Benar juga kata Arjun , orang tua juga akan menanggung dosanya nanti , Abhisek membenarkan ucapan putranya.
" Oke , kapan Ayah dan Bunda harus melamar Kia buat kamu ?".
" Segera Yah , aku mau kabarin Kia dulu , supaya keluarganya siap - siap ".
" Loh mau kemana kamu Ar ?". melihat putranya yang sepertinya akan pergi lagi.
" Mau ke kampus Kia , kasih kejutan ".
" Gak istirahat dulu ".
" Tadi mau istirahat, tapi salah Ayah malah ngajak ngobrol Arjun , aku mau pamit ke Bunda dulu...takut Bunda nyariin ".
" Bunda gak bakalan nyariin kamu, pasti nyarinya Ayah ".
Setelah berpamitan pada Bunda dan Ayahnya , Arjun langsung melajukan mobilnya ke kampus Kia.
Sepanjang jalan ia senyum - senyum sendiri , membayangkan bagaimana reaksi Kia jika melihatnya tiba - tiba ada di kampusnya , Arjun tak sabar menantikan moment itu.
" Hey , lihat siapa yang baru datang itu, tampan sekali , mahasiswa baru ya ".
" Sepertinya iya ...wah mau dong jadi pacarnya ".
" Wuihhh...artis india woy...".
" Produk import itu mah..."
Desas desus para mahasiswi terdengar di telinga Arjun...mereka memandang penuh kagum , apalagi posisi Arjun yang tengah bersender di mobil dengan kaca mata hitamnya ...menambah kadar ketampanannya.
Dan hal itu pun terdengar ke telinga Sintya , gadis populer , yang merasa dirinya paling cantik sejagad raya..
" Penasaran gue , guys ayo kita lihat !". ajaknya pada teman segenknya.
Sintya and the genk sudah berdiri disana , dan Sintya mengakui bagaimana ketampanan pria yang sedang menjadi buah bibir teman - temannya.
" Sin....mangsa tuh !".
__ADS_1
" Tenang aja , pasti dia gak akan nolak pesona gue ". percaya diri tingkat dewa si Sintya ini.
" Bener ..tuh lihat ia berjalan ke arah kita , pasti mau nyamperin elo Sin !". ucap temannya , membuat Sintya mengibaskan rambutnya, makin bangga dengan kecantikannya.
Tapi apa daya......Arjun berjalan melewatinya, membuat semua orang disitu melongo dan hampir saja keceplosan tertawa ...tapi mereka tahan takut Sintya marah , bisa gawat nanti.
Sintya tentu saja malu bercampur marah , baru kali ini ia diacuhkan oleh seorang pria, apalagi ini didepan banyak teman - temannya, hancur sudah reputasinya saat ini...ditambah dia tadi sudah jumawa mengatakan akan bisa menaklukan pria tersebut.
Menghentakan kaki dengan sangat keras , lalu masih dengan sikap angkuhnya meninggalkan tempat itu...baru setelah Sintya pergi , tawa mereka pecah.
Puas sekali melihat si sombong itu mendapat malu yang luar biasa.
Arjun berkeliling , akhirnya ia bertanya pada salah satu mahasiswa disana .
" Emm...maaf Kak mau nanya, tau Shaokia tidak?" .
" Ohhh Kia si manis itu ya...gue lihat tadi di taman , kayaknya mau ditembak deh sama Boy , apa elo salah satu fans nya Kia ya ?". tanya gadis berambut pendek itu.
" Bisa dibilang begitu , sebelah mana ya tamannya ?".
" Elo ikutin aja jalan ini , lalu balik kanan !".
" Terima kasih ".
" Sama - sama ".
Arjun bergegas menuju taman yang dimaksud gadis tadi....ia sedikit gusar setelah mendengar penjelasan dari garis itu.
Benar saja....disana Kia terlihat sedang duduk ,dan ada seorang pemuda sedang bersimpuh di hadapan Kia.
Deg..Deg..Deg...
Arjun ingin melangkah....tapi ia tahan , ia ingin melihat pertunjukan ini , bagaiman reaksi Kia terhadap pemuda yang ia dengar tadi bernama Boy itu...sambil tak lupa ia mengangkat HP nya untuk merekam aksi tersebut...
Dengan tersenyum smirk...ia berucap...". Gue bakal kasih hukuman buat elo sayang !".
Bersambung...
Menuju End ....
__ADS_1
***