
Tanpa disadari dua insan ini , benih cinta mulai tumbuh karena rasa nyaman yang mereka rasakan.....tapi entahlah , perjalanan masih panjang.
***
" Cie cie cie yang baru diapeli pacar ".
Rinda langsung menggoda Ayna.
" Pacar apaan , gak lihat tuh anak masih bocil ".
Jawab Ayna santai .
" Bocil....yang bener Ay...?"
" Gak percaya, umurnya aja baru 15 tahun seumuran sama adek aku ".
" Hah...baru 15 tahun, tinggi banget dan cakepnya tuh gak ketulungan ".
" Kamu kenal dimana Ay dan mau apa dia kesini tadi ?".
" Dih Kepo...".
" Ayo lah Ay , penasaran bingit nih ...kasihan lah nanti tak nyenyak tidur ku ". rayu Rinda .
" Aku pernah menolongnya ketika dia terjatuh dari motor nya, dan tadi dia pamitan mau ke luar negeri ".
" Ngapain dia ke luar negeri ?".
si Rinda makin kepo .
" Mau sekolah, masak mau jadi TKI , kan doi masih dibawah umur , Rin ".
" Iya juga ya , lagian sayang banget cakep gitu masak mau jadi TKI, jadi artis lebih pantes tuh ".
" Eh dia pamitan sama kamu , jangan- jangan dia suka lagi sama kamu Ay , cinta pada pandangan pertama gitu ".
" Ngaco kamu Rin , mungkin dia hanya merasa hutang budi aja karena pernah aku tolong , lagian aku menganggapnya seperti adikku sendiri ".
" Iya adek ketemu gede , gak apa- apa kali Ay...brownies gitu ".
" Brownies ?".
" Berondong manis ...ck..gitu aja gak tau ".
" Au ah ".
Ayna malas meladeni Rinda yang makin ngaco menurutnya..
Setelah restoran tutup...ketiga trio 3 D berlomba mendekati Ayna.
" Gue antar ya Ay ".
" Sama Gue aja ".
__ADS_1
" Kalian berdua minggir, gue yang pertama menemukan Ayna , jadi gue yang berhak mengantarnya pulang , iya kan Ay ".
Dika menyingkirkan badan Danu dan Damar.
Rinda dan Rosa hanya berdecih melihat kelakuan mereka bertiga.
Ayna hanya tertawa merasa terhibur kalo ketiga 3 D itu sedang berbicara dan saling melempar kata bahkan ejekan.
" Rosa kamu ajak Ayna sekalian biar aku yang antar kalian pulang !".
Belum Ayna menjawab Reyhan sudah memberi perintah untuk ikut dengannya .
" Baik bang !" Ayo Ay kita pulang !".
ajak Rosa.
" Kamu gak sekalian Rin?".
tanya Ayna.
" Aku dijemput nanti....tuh sudah datang jemputanku ...aku duluan ya ...bye bye ".
Rinda melambaikan tangannya.
Rosa duduk di depan dekat Reyhan yang mengemudikan mobil.
Ayna duduk dibelakang sendiri.
" Maaf ya Ay , aku duduk di depan ".
tinggalah mereka bertiga.
" Yahhh bidadarinya dibawa si ebos....amsyong deh ". gerutu Damar.
" Ayok dah kita cus !". ajak Dika.
" Kemana kita ?". tanya Danu.
" Nongki dulu tempat biasa , gue traktir ....tenang" .ucap Dika lagi.
" Hayuk lah...".
" Lets go...kita cari cewek - cewek cakep ".
ucap Dika.
Disinilah mereka...ternyata mereka nongkrong di warkop alias warung kopi kekinian plus free wifi.
" Mana cewek cakepnya Dik , elo bo'ongin gue ya ".Danu gak terima .
" Nih...gratis lagi ".
Dengan senyum geli ,Dika memperlihatkan HP nya yang mempertontonkan deretan cewek - cewek cantik....ia puas ngerjain Danu dan Damar.
__ADS_1
" Sialan , gue kira elu mau ngajak ke club ".
umpat Damar.
" Iya...kalo gini mah ngapain juga elo traktir , cuma kopi doang sama mie rebus plus gorengan ...elo paling cuma habis 50 ribu...pelit amat lo Dik ". tambah Danu.
" Heleh...emang situ bisa minum , nginjek terasnya club aja belum pernah minta diajak masuk ke dalem ".
" Takutnya elo berdua bikin malu gue , entar nyampe pintu club elo berdua ngucapin salam sama copot sendal lagi ".
Dika tertawa ngakak.
" Sontoloyo , emang gue gak bisa bedain tempat maksiat sama rumah gue ".
Danu menepuk lengan Dika yang masih terus tertawa.
" Lah tuh elo tau itu tempat maksiat , ngapa minta diajak kesono , mau silaturahmi sama pintu neraka lo....mending disini kemana mana kali dan yang penting halalan thoyiban ....Fahimna ?".
ucap Dika.
" Calon ustadz gagal ya gini nih , di warung kopi juga tidak lupa ngasih nasehat ". Damar.
Bukan alasan Damar mengatakan itu , karena Dika pernah mengenyam pondok pesantren meskipun akhirnya dia kabur.
" Kalo ustadz nya model gini , santrinya bisa oleng semua Dam...".
" Terima kasih atas pujiannya, mau nambah gak ngopinya ,". tawar Dika.
" Dasar geblek , gue mau pulang aja , takut emak gue nyariin " Danu.
" Cih , gak pulang juga gak ada yang nanyain..elo gimana Dam...mau ikut pulang juga ".tanya Dika.
" Iya deh pulang aja , capek banget hari ini ".
" Bang ini gorengan semua masukin plastik ya , lumayan mumpung di traktir ". Damar meminta plastik dan memasukkan semua gorengan ke dalamnya.
" Eh busyet.....elo mau ngrampok gue Dam ?".
Dika tentu saja tidak terima.
" Yaelah cuma gorengan ini ngga nyampe 100 ribu Dik...lagian kalo mau traktir jangan setengah - setengah biar pahalanya banyak ".
" Bagi dua Dam...gue juga mau buat oleh - oleh emak gue ". Danu ikut - ikutan mengambil plastik.
" Sialan elo pada !!!! Dika hanya mengeram.
Danu dan Damar berjalan santai sambil menenteng hasil rampokan mereka.
" Makasih ya Dik...semoga Allah membalas semua kebaikanmu ".
mereka berdua tertawa terbahak - bahak gantian mereka yang mengerjai Dika.
Bye...Bye Bang Dika..... teriak Danu sambil melajukan motornya.
__ADS_1
Bang Dika ....kasihan sekali malam ini....