
Happy Reading
***
Merasa tak ada jawaban dari Ayna...Mami Soraya kembali mengulang ucapannya.
" Mami minta maaf Ay....Mami tau salah Mami banyak sekali ,tapi maukah kamu memaafkan Mami ?". Mami Soraya melerai pelukannya.
Dengan gugup Ayna menjawab. " Iy...iya Nyonya ".
" Loh kok nyonya sih , Mami Ay , panggil Mami dong , kamu kan menantu Mami !".
Ayna melirik ke Abhi , Abhi tau istrinya ragu , ia pun berbisik " Turutin saja Ay , mumpung lagi jinak ". Tentu saja Mami Soraya juga mendengarnya, ia langsung menjewer telinga Abhisek.
" Kamu kira Mami apaan hem ?".
" Singa betina Mi ". jawab Abhi masih mengusap telinganya yang cukup perih .
" Apa ????
" Gak usah teriak Mi , telingaku nanti bisa budek dan nambah lebar habis dijewer Mami tadi ".
" Biarin aja , habis kamu ngatain Mami seenaknya , kalo Mami singa berarti kamu anak singa dong.....gimana Ay , apa kamu mau memaafkan Mami ?". kembali bertanya ke Ayna.
" Iya Mi , Ayna maafin Mami kok ".
" Terima kasih sayang , tolong ingatin Mami ya kalo Mami ada salah lagi ". Ayna mengangguk , ia masih canggung pada Mami Soraya, tadinya jangankan bersentuhan , memanggil namanya saja tak sudi...la sekarang tiba - tiba meminta maaf sampai memeluk lagi...tentu saja Ayna masih kaget dan tak percaya .
Ayna tak mau berprasangka buruk pada ibu mertuanya itu , ia hanya bisa berdoa dalam hati semoga Mami Soraya tulus menerimanya sebagai menantu .
Papi Ammar sendiri menarik ujung bibirnya sedikit , ia juga ikut berdoa semoga benar istrinya ini sudah berubah tak akan membuat ulah lagi.
Papi Ammar sangat mencintai istrinya , apa yang dilakukannya selama ini bukan untuk menyakiti Mami Soraya, tetapi lebih ingin membuat istrinya itu sadar , atas perbuatannya yang salah itu.
Bibi datang memberi tau bahwa makan malamnya sudah siap di meja.
" Ayo kita makan dulu , nanti kita sambung lagi !". ajak Papi Ammar.
Suasana makan menjadi hangat , itu yang dirasakan mereka , terutama Abhisek...moment ini sangat dirindukannya , makan bersama Papi dan Maminya yang selama ini tidak pernah ia rasakan.
Apalagi sekarang ditambah adanya istri tercinta juga calon anaknya , membuat Abhisek merasa hidupnya begitu sempurna.
__ADS_1
" Ay , berapa usia kandunganmu ?" Mami Soraya tau kalo Ayna sedang hamil , melihat perut Ayna yang sudah terlihat menyembul.
" Lima bulan Mi ".
" Makan yang banyak , biar kamu dan cucu Mami sehat ". Mami Ayna menuangkan beberapa lauk di piring Ayna.
Ayna tentu saja tak kuasa menolak ,ini pertama kalinya sang Mami berbuat baik padanya , karena itu ia pasti akan menghabiskan makanan itu dengan senang hati.
" Cukup Mi , istriku bukan gajah yang makan sebanyak itu ". cegah Abhi.
" Mas , tidak apa - apa , ini masih masuk kok di perut aku , asal Mami jangan kasih nambah lagi nanti aku bisa jadi gajah beneran ". Semuanya tertawa mendengar kelakar Ayna.
Selesai makan Abhi mengantar Ayna ke kamarnya. Sedangkan dia sendiri ditahan Papi Ammar di ruang kerja.
" Ada apa Pi , jangan bilang Papi masih ingin kangen - kangenan sama aku, oh ayolah Pi ". Abhisek berjalan dengan malas masuk ke ruangan Papinya.
" Duduk dulu , kalo iya kenapa , kamu gak kangen sama Papi ?".
" Engga ".
" Kamu ya , mentang - mentang sudah balik sama Ayna , Papi dilupain ". " Apa kamu sudah mengingat semua Bhi ?".
" Hampir Pi , untung aku ikut saran Bang Aqil untuk menyusul Ayna ke kampung , kalo tidak aku bisa kehilangan dia , ternyata banyak predator yang siap menerkam istriku ".
" Iya Pi...eh tadi Papi muji - muji Ayna , jangan - jangan Papi naksir lagi sama istriku ".
" Kamu ini Bhi makin kesini makin gesrek aja , istri Papi masih cantik kok ". ucapan Papi Ammar membuat seseorang tersenyum di balik pintu.
" Iya deh cantik ,tapi masih cantikan istri Abhi ".
" Gak mau kalah kamu anak muda ".
" Tuh Papi tau kalo kami pasangan muda , Papi sama Mami pasangan tua jadi harus ngalah ".Abhi langsung berdiri ingin keluar ruangan.
" Mau kemana kamu , Papi belum selesai !".
" Mau ke kamar Pi , mau ngelonin istri , Papi juga tidur sana , Mami pasti lagi nungguin Papi , ingat umur Pi , jangan begadang kalo tidak ada gunanya ".
Papi Ammar menggelengkan kepalanya, anaknya sekarang banyak bicara, tapi ia senang Abhi lebih terlihat ceria daripada dulu pendiam dan tertutup , Ayna membawa kebaikan buat putranya. " Tapi Papi masih ingin ngobrol sama kamu Bhi ".
" Kirim lewat WA aja Pi , Abhi harus segera ke kamar butuh asupan gizi dari Ayna ".
__ADS_1
" Eh tunggu , apa kamu sering melakukannya, kasihan istrimu Bhi , jangan kebanyakan ".
" Bilang aja Papi iri , justru Ayna yang sering minta duluan malah Pi ". Abhi benar - benar keluar sambil tetawa ,puas rasanya sudah bisa menjahili Papinya.
Papi Ammar pun membiarkan putranya keluar , tapi ada yang masuk kembali , tanpa melihat Papi Ammar akan meledek , karena ia kira Abhi yang masuk ke ruangan kerjanya lagi.
" Kenapa kembali , menyesal sud....". ucapannya berhenti ketika Mami Soraya lah yang ada di depannya.
" Ada apa ?".
" Papiiii ". jawab Mami Soraya manja, ia mendekat dan mengelus lengan Papi Ammar.
Sejujurnya Papi Ammar rindu sentuhan istrinya itu , ia hanya masih pura - pura marah saja.
" Mami kangen sama Papi , maafin kesalahan Mami ya ,Mami janji tidak akan mengulanginya lagi , Mami gak mau kehilangan Papi , hanya Papi yang Mami punya ". Mami sadar , ia sebatang kara ...jika Papi dan Abhi sampai meninggalkannya , ia bisa stress berat.
Elusan Mami Soraya membuat jiwa lelaki Papi Ammar bangkit...sudah lebih dua bulan ia tak menyentuh sang istri.
" Janji Mì ?".
" Janji sayang..". mendengar Papi Ammar sudah mau memanggilnya , Mami Soraya pun menyambutnya dengan senang hati.
" Ke kamar yuk Pi , Papi sudah lama tidak Mami pijit ". tawar Mami Soraya, tentu saja Papi Ammar tau kode dari istrinya.
" Pijit plus - plus ya Mi ".
" Siap Pi , sesuai pesanan ". kerling mata Mami genit ".
Saatnya Mami dan Papi melepas rindu...netizen minggir dulu ya ....😊
Author : Mi...mau ngapain , kasih tau dong ?? kepo nih 🤔
Mami : Kasih tau ngga yaaa.......
Author : Dih..kelamaan..
Mami : Engga jadi deh , biar Othor mikir sendiri 😜
Author : 😤
Bersambung
__ADS_1
***