
Happy Reading
***
Sudah hampir sebulan Ayna dan Abhi menempati rumah baru mereka. Rumah berlantai dua dengan halaman depan dan belakang yang luas , ada taman dan juga kolam renang disana sesuai keinginan Ayna.
Minggu sore mereka berdua sedang menikmati kebersamaan di saung yang berada di taman belakang, Abhi merebahkan kepalanya di pangkuan Ayna.
Wajahnya ia hadapkan ke perut Ayna , sambil sesekali mengecup dan mengelusnya. " Aku harap sudah ada kehidupan di sini ".
" Oh ya Ay , sepertinya kamu belum dapat tamu bulanan ya ?".
" Iya ya aku hampir lupa , kok malah kamu yang ingat ya Bhi?".
" Tentu saja aku ingat , aku kan gak pernah absen , tiap malam aku coblos kamu ". ucapnya tanpa filter.
" Urusan mencoblos aja kamu inget ".
" Apa perlu kita periksa sayang ?" .
" Aku takut Bhi , kalo tidak sesuai dengan ekspektasi kita gimana ?".
" Kenapa harus takut , aku akan lebih keras lagi buat berusaha ". " Ay....". Mata Abhi menyiratkan sesuatu yang ingin dituntaskan.
" Apa ,jangan macam - macam !". Melihat pandangan Abhi yang mupeng itu , Ayna tau apa yang diinginkan suaminya .
" Satu macam saja , kita belum pernah mencoba di alam terbuka seperti ini, pasti sensasinya berbeda , gak akan ada yang berani kesini , Bibi kan juga lagi libur ".
" Tapi...".
" Jangan banyak bicara sayang, tapi banyakin kerja nya , aku mulai sekarang , kamu pasti ketagihan , nikmati saja !".
Sore itu diiringi hembusan angin dan cuaca mendung menambah kenikmatan bagi keduanya. Abhi sungguh tak melewatkan suasana itu.
" Ternyata sungguh nikmat , tak perlu menyalakan AC lagi , lain kali kita ulang , aku akan buat tempat ini lebih nyaman , agar nanti kita bisa sering melakukannya disini ".
" Terserah kamu aja ".
" Ayo masuk , sudah mulai gerimis, nanti kamu masuk angin !".
" Bukan angin yang masuk ,tapi kamu yang bakalan masuk lagi ". Bibir Ayna mengerucut.
" Hehehe tau aja kalo aku masih kepingin , boleh ya satu lagi tapi tidak disini , kita masuk ke dalam takut hujannya lebat!".
" Tuh kan , tapi aku lelah , kamu gendong aku !".
__ADS_1
" Siap sayang !". Abhi menggendong istrinya setelah mereka memakai pakaian mereka kembali.
Malam ini mereka sedang makan malam berdua dengan romantis, sesekali saling menyuapi .Suara bel pintu mengalihkan perhatian mereka .
" Biar aku yang buka , kamu lanjutkan saja makannya sayang !". Abhi melangkah untuk membuka pintu. Cukup terkejut karena Mami Soraya dan Rengganis yang ada di sana .
Kening Abhi mengkerut , apalagi melihat koper besar disana .
" Kamu mau Mami berdiri terus di sini , tidak menyuruh Mami untuk masuk Bhi ?". setelah mengucapkan itu Mami Soraya langsung masuk tanpa seijin pemilik rumah . " Masuk Rengganis, Abhi bawakan koper itu masuk !".
Menyuruh seenaknya , memang siapa tuan rumahnya ...Abhi tentu saja tak ikhlas melaksanakan perintah Maminya dengan terus menggerutu.
" Mi , apa maksudnya ini ?".
" Rengganis akan tinggal disini, kedua orang tuanya sedang ke luar negeri ". ucap Mami Soraya.
" Apa !!! tidak bisa Mi , kenapa engga di rumah Mami aja sih ".
" Rengganis maunya di sini ".
" Maunya di sini !!!, jangan semaunya , ini bukan tempat penitipan anak , aku gak mau ". Abhi menahan amarahnya.
" Ada apa sayang ?". Ayna ikut menyusul ke depan setelah mendengar suaminya berbicara agak keras.
" Gak usah ikut campur kamu , aku belum memberi restu padamu , aku juga belum rela kamu jadi menantuku ". cecar Mami Soraya .
" Semua keputusan ada di tanganmu Bhi, aku akan menurut ". ucap Ayna pasrah.
" Aku tetap menolaknya , bawa Rengganis keluar dari rumahku Mi !".
" Aku mau disini Tante , tidak apa tidak jadi istri Abhi , tapi ijinkan aku semalam saja buat tidur disini , besok aku akan pergi ".
" Dengar itu Bhi , hanya semalam !". " Mana kamar tamu , oh disana, ayo Rengganis kamu masuk dan beristirahatlah!". Mami Soraya membawa Rengganis ke kamar tamu melewati Abhi dan Ayna.
" Mi....!!!!". Teriak Abhi , makin kesal dengan sikap Maminya yang seenaknya sendiri. Ayna mengelus tangan suaminya dan menggelengkan kepalanya.
" Sudah , biarkan saja , jangan bertengkar ini sudah malam , kita lihat apa mau mereka sebenarnya ".
" Baiklah , jangan jauh dariku sayang , firasatku mulai tidak enak ". Abhi ikut menggenggam jari istrinya.
" Mami mau pulang ". Mami Soraya pulang begitu saja. Abhi dan Ayna tak habis pikir dengan kelakuan wanita paruh baya itu , sungguh tidak ada sopan santunnya.
" Ayo kita tidur saja Ay , mood ku jadi jelek ". Baru saja mereka berdua akan meninggalkan ruang tamu ,Rengganis sudah keluar dari kamar tamu dengan memakai baju tidur tipis. Ayna berdecih melihatnya...
Mau jadi ulat bulu penggoda rupanya...." Yang ,tuh pemandangan menggiurkan ". sindir Ayna ...tapi Abhi tak menghiraukan Rengganis.
__ADS_1
" Bhi..aku lapar ". ucap Rengganis manja.
" Mau numpang makan juga rupanya ,tuh ada sisa kami di meja makan , berpakainlah yang sopan di rumah orang , jangan mengotori rumahku bukan rumah tempat pelacuran !" sarkas Abhi , menarik istrinya menuju lantai dua dimana kamar mereka berdua berada.
Rengganis cemberut ,rupanya Abhi tak mau melihat ke arahnya..karena lapar , ia melangkahkan kakinya ke belakang untuk mengisi perutnya yang meronta minta diisi , benar - benar tak tau malu...ia berlagak seperti di rumahnya sendiri .
Malam mulai beranjak....Rengganis mondar mandir tak karuan , ia berdiri di depan kamar Ayna dan Abhi.
Rengganis tak tau saja , di dalam kamar sedang ada pertarungan sengit antara Abhi dan istrinya. Untuk menghilangkan rasa kesal , alasan Abhi pada Ayna ...padahal mah emang itu sudah maunya.
Tok..Tok.. Tok... Rengganis terus saja mengetuk pintu kamar itu.
" Bhi....ada yang mengetuk pintu ".
" Aku tau...biarkan saja ".
" Berhenti dulu Bhi !".
" Tidak bisa , ini nanggung sayang , mana enak kalo harus dicabut dulu ".
Ketukan itu terus berlanjut, Rengganis pun buka suara karena tak kunjung dibukakan.
" Abhi...Abhi....buka pintunya !".
" Sial tuh orang , mengganggu saja kerjanya , tidurlah dulu sayang , jangan keluar !". Abhi menyelimuti Ayna kemudian ia memakai pakaiannya.
" Ada apa ?". ketus Abhi , ia hanya membuka pintu kamarnya sedikit.
" Aku gak bisa tidur Abhi ".
" Bukan urusanku ".
" Temani aku Abhi !".
" Gila , otakmu sudah gak waras , pergi dari sini atau aku seret kamu keluar dari rumahku malam ini juga !".
" Aku tidur bareng di kamar kamu aja deh kalo gitu , boleh ya ".
" Bener - bener gak waras ".
Brakkkkk ........
Bersambung...
***
__ADS_1