
Happy Reading
***
Benar dugaan Ayna , rekan kerja suaminya sudah datang, untung dia mengetuk pintu dulu tidak main slonong boy saja ,bisa jatuh nama baiknya sebagai seorang istri CEO.
Dia hanya membuka pintu sedikit ,lalu kepalanya saja yang ia longokkan untuk melihat keadaan di dalam.
" Masuk saja sayang ". melihat istrinya hanya berdiri dan tersenyum di depan pintu, Abhi pun mendatangi istrinya.
" Kenalkan ini istri saya Pak Hartono ".
Pak Hartono dan putrinya saling pandang , benarkah yang mereka dengar itu.
" Ayna ...Pak ".
" Eh oh iya , saya Pak Hartono, dan ini putri saya ".
" Ayna ".
" Anggia ". Anggia ingin sekali meremas tangan Ayna , tapi ia urungkan ,ia harus terlihat baik di depan Abhi.
Setelah dipersilahkan duduk , Pak Hartono langsung bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya. " Pak Abhi sudah menikah ?".
" Hemm begitulah , seperti yang bapak lihat , istri saya sedang mengandung buah cinta kami ". mengecup sekilas perut Ayna.
Perlakuan Abhi tentu saja menjadi perhatian dari Pak Hartono dan Anggia.
Oh so sweet sekali pak Abhi ini , pasti senang bisa menjadi istrinya, dia begitu penuh kasih sayang...tapi apa mungkin Anggia, dia sudah punya istri.....kalo istri kedua gak apa - apa kali ya ...Anggia terus berangan - angan.
" Ayo silahkan dimakan Pak Hartono ...Anggia !".
__ADS_1
Lagi - lagi Abhi memperlihatkan kemesraannya di depan ketiga orang itu....Pak Hartono makin menghormati Abhi yang memperlakukan istrinya begitu manis itu , sedangkan Anggia...ia justru makin menaruh hati pada Abhisek.
Anggia bahkan sudah membayangkan dirinya di posisi Ayna saat ini. Aqil sendiri acuh , ia sudah kenyang melihat bucinnya Abhi kepada Ayna , jadi ia lebih memilih tak perduli dan terus menikmati makanan yang ada di hadapannya dengan lahap...makanan mahal nan lezat dan tentunya gratis.
" Buka mulutmu sayang !". Abhi menyuapi Ayna. Begitupun dengan Ayna, ia juga menyuapi Abhi ...mereka bergantian seperti itu sampai makanan mereka habis.
Abhi juga membersihkan mulut Ayna dengan jarinya , dan tanpa malu menjilat jari itu.
" Mas ". tegur Ayna...ia malu tapi suaminya ini tak tau malu...Abhi cuek saja.
" Mas kalian kan akan membicarakan kerjaan, kalo aku keluar saja bagaimana ?".
" Tidak sayang , kamu tetap disini , jangan buat aku khawatir ".larang Abhi.
Anggia pikir Ayna tak tau apa - apa tentang bisnis, dan dia merasa lebih unggul akan hal ini. Ia tersenyum miring meremehkan, ternyata istri seorang Abhisek tidak ada apa- apanya.
Anggia akui Ayna melangkah sangat cantik meski pakaiannya tertutup body Ayna termasuk bagus...tapi ia juga merasa ia lebih cantik dari Ayna .
Jika Anggia tau umur Ayna diatas Abhi pasti dia akan shock, karena Ayna terlihat lebih muda dari umurnya , bahkan ia mengira Ayna seumuran dengannya.
" Kata siapa istriku ini tidak tau apa - apa , dia bahkan lebih jago dariku , dia mentor terbaik dan tercintaku , tanpa dia aku bukan apa - apa ". Abhi tentu saja ingin menunjukkan pada Anggia bahwa Ayna wanita hebat.
Anggia salah tingkah, ia mengepalkan tangannya....sialan...umpatnya dalam hati.
Ayna puas , tanpa ia bicara pun suaminya sudah bisa membuka mata gadis yang di depannya ini...bahwa dia tidak bisa diremehkan begitu saja.
Belum yang di kantor , ini sudah numbuh satu lagi bibit pelakor....hadehh...Ayna kesal , hormon kehamilannya menambah rasa kesalnya pada sang suami.
" Kita mulai saja Bos, takut kesorean , kasihan Bumil cantik ini , dia perlu cukup istirahatnya ". Aqil angkat bicara , kalo tidak ...kapan selesainya rapat ini.
Mereka akhirnya melanjutkan rapat , dan sesekali Ayna pun memberi masukan , dan itu cukup membuat Anggia agak sedikit minder...pinter juga ternyata , ucapnya dalam hati.
__ADS_1
" Deal ...kita sepakat ya Pak Hartono ".
" Baik Pak Abhi, nanti putri saya yang akan mengantarkan surat kerja samanya ". ucap Pak Hartono yang ingin memberi kesempatan pada Anggia agar semakin dekat dengan Abhi , dan Anggia menyukai ide Papanya itu.
..." Tidak perlu Pak Hartono , kalo surat kerja samanya sudah selesai dibuat anda bisa telpon ke asisten saya Bang Aqil...Bang kasih nomer telpon kamu "....
" Tapi Pak Abhi ....". Pak Hartono hendak menyela.
" Ini nomer telepon saya Pak..". Aqil menyerahkan nomer teleponnya .
" Meeting kita sudah selesai, terima kasih atas kedatangannya Pak , semoga kerja sama ini bisa menguntungkan bagi perusahaan kita , kalo begitu kami pamit pulang dulu ".
" Apa Pak Abhi terburu - buru...tidak bisakah kita berbincang sebentar agar lebih akrab ". agar lebih dekat dengan putri saya maksudnya ...ucap Pak Hartono dalam hati.
" Maaf Pak , saya lebih mementingkan kesehatan istri dan calon anak saya ...permisi !". Abhi menggandeng istrinya keluar dari ruangan itu diikuti oleh Aqil.
Setelah Abhi pergi....
" Pa.....gimana ini , sudah sekali didekati si Abhinya ".
" Papa juga gak nyangka kalo dia sudah beristri, padahal Papa belum pernah mendapat undangan dari Pak Ammar ".
" Mungkin disembunyikan Pa , tapi kenapa ya , terus rencana kita gimana Pa ?? aku sudah terlanjur suka sama Abhi ".
" Tapi kamu harus janji dulu sama Papa ,tinggalkan pacarmu itu , Papa tidak suka dengannya , dia benalu Anggia ".
" Iya Pa , aku akan tinggalin Richard ". maaf Pa ,tapi aku akan tetap menjalin hubungan dengan Richard tanpa sepengetahuanmu..karena aku juga masih mencintainya.
" Baguslah kalo kamu sadar , nanti Papa pikirkan lagi bagaimana caranya untuk mendekati Pak Abhi...sebaiknya kita pulang dulu ! ".
Tanpa sepengetahuan mereka di balik pintu Aqil tersenyum sinis.....Oh ada udang di balik batu rupanya...niatnya kembali untuk berbicara pada Pak Hartono , malah ia mendengar rencana busuk Ayah dan anak itu.
__ADS_1
Bersambung
***