
Happy Reading....
Jangan lupa 👍👍👍
***
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian...yang pertama Abi lihat adalah HP nya.
Satu - satunya pesan yang ingin dia lihat adalah pesan dari Ayna.
Senyum terus mengembang di bibirnya.
" Ah kenapa aku sesenang ini ya , jantungku sampai berdebar , apa ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama ".
Abishek berguling guling di kasur nya seperti gadis yang baru ditembak pacarnya.
Bahkan ia ciumi HP nya .
" I love you mbakkkkkk ".
teriak Abishek.
" Aku akan belajar lebih keras lagi agar cepat lulus..". gumamnya.
Lalu ia mengirim lagi pesan ke Ayna.
" Tapi aku beneran rindu nih mbak ✌...gimana dong ?".
" Kirimin aku foto mbak Ayna ya , biar rinduku terobati ".
" Please 🙏🙏🙏 ".
Barulah Abhisek bisa memejamkan matanya...berharap bermimpi bertemu sang pujaan hati .
Paginya Ayna pergi ke kampus dengan buru - buru.
" Aduh...kesiangan nih , semua gara - gara kecapean kemaren, sampe tidur ku kayak kebo , suara alarm aja sampe gak kedengaran.. ".
Ia berlari keluar tempat kost nya sambil memakan sepotong roti .
Melihat Ayna kesusahan , Suci , Nida , Rima dan Auni tertawa.
" Kalian ....jahat banget sih gak bangunin aku ".
" Siapa bilang gak bangunin , kebo sih ".
kata Nida.
" Gara - gara pulang dianter sama Bos nya trus sampe kebawa mimpi jadi lupa bangun deh ".
tambah Auni.
" Gak ya...gak gitu juga , aku cuma kelelahan kemaren ". elak Ayna .
" Seriusan Ni...cakep gak bos nya Ayna ".
Suci jadi penasaran.
" Bukan lagi , dah cakep ,masih muda , punya usaha lagi ..suami idaman pokoknya ".
Auni membayangkan Reyhan yang sempat ia lihat semalam , Reyhan sempat keluar sebentar dari mobilnya ketika Ayna turun.
" Iya kah , mau daftar dong jadi calon istrinya....comblangin aku dong Ay...".
Suci mulai merengek ke Ayna.
" Aku juga mau Ay ".
Nida pun ikut mendaftar...hanya ikut - ikutan.
" Daftar apa Nida ?". Ayna.
" Ya pokoknya ikutan saja " celetuk Nida....gadis paling polos diantara mereka ber lima.
__ADS_1
Hadehhhh....desah mereka ber empat .
"Kamu gak sekalian daftar Rim ?". Tanya Ayna ke Rima.
" Gak ah , bagiku Pak Riko tetap number one , yang lain mah lewat..".
ucap Rima membanggakan dosen muda di kampus mereka.
" Oh iya , aku lupain Mr , Riko...gak apa - apa deh gak dapat pak Riko , siapa tau dapat bos restoran , siapa tau yee kannn ".
kata Suci.
" Dih kalian ini , kalo dua- duanya gak minat sama Anda gimana bu ?".
tanya Ayna.
" Ya berarti bukan jodohnya , nyari yang lain ...ya Gak Rim ....gitu aja kok repot Ay.
Jawab Suci santai tanpa beban.
" Buruan...tuh pak Riko dah jalan ke kelas kita ".
ucap Nida , menunjuk ke arah dimana sang dosen sedang berjalan.
Lariiiiiiii.....ucap Ayna , Nida dan Suci.
Auni dan Rima pun bergegas ke kelas mereka.
Mereka bertiga sampai bersamaan dengan Pak Riko....serentak ketiganya membungkukkan badannya.
" Selamat pagi pak ".
ucap ketiganya .
" Selamat pagi juga ".
jawab pak Riko, dia memindai satu persatu mahasiswi yang ada di depannya itu.
Tanpa disadari mata Ayna bertemu dengan mata Pak Riko...sejenak mereka bersitatap , Ayna dengan cepat memutuskan pandangannya .
Suci yang melihat senyum itu begitu senangnya seperti mendapat hadiah besar.
" Kalian bertiga nanti ke ruangan saya ya !".
Yaahhhhh....jawab Ayna.
" Yes , baik pak ". Suci menjawab dengan semangat 45.
Nida hanya ngangguk - ngangguk saja.
" Masuk !". perintah pak Riko.
Pak Riko berjalan di belakang mereka , matanya menatap punggung Ayna dengan hati berdebar.
**
" Kenapa sih Ay , tuh muka sampe ditekuk begitu ". Nida melihat Ayna yang tidak bersemangat...sedangkan Suci jangan ditanya , betapa senangnya dia.
Mereka bertiga sedang berjalan menuju ke ruang pak Riko , sesuai dengan perintahnya tadi pagi.
" Males aku ". Ayna.
" Kok gitu sih Ay , aku mah senang calon imam memanggilku ke ruangannya, jangan- jangan mau nembak nih ". Suci merasa percaya diri.
" Hueekk...ngimpi...paling juga kita mau dihukum , jangan ketinggian neng , nanti susah turunnya ".
Ayna merasa mereka pasti akan dihukum.
" Iya ya Ay , kok aku gak mikir kesitu ".
timpal Nida.
" Emang kebiasaan kamu , kalo mikir telat ".
__ADS_1
" Biar telat tapi nyampe kan Ci ".
Nida gak mau dikatain telmi oleh Suci.
Ayna terkekeh, Suci memutar bola matanya...bisa ae jawabnya ni anak ...gumamnya.
" Eh tunggu Ay , Nid.....make up ku gak rusak kan , masih cakep kan Ay , Nid " tanya Suci.
" Iya " jawab saja begitu biar cepat menurut Ayna.
Ayna gak habis pikir , ada orang mau dihukum masih mikirin dandanan , ada - ada saja tingkah Suci ini.
tok tok tok...
" Masuk !".
" Kamu duluan Ay !". pinta Nida.
" Gak ah ". Ayna menolak.
" Biar aku saja yang masuk duluan ".
Dengan PD nya Suci membuka pintu.
Ayna dan Nida mengikutinya dari belakang.
" Kalian bertiga bersihkan dan rapikan tempat ini ".baru juga mereka bertiga masuk , pak Riko sudah memberi perintah.
Tuh kan apa aku bilang....batin Ayna.
" Assalamualaikum pak , baru juga masuk , belum disuruh duduk sudah dikasih kerjaan " ..
Ay.....Suci menyenggol lengan Ayna , seketika kesadaran Ayna kembali.
" Opppss maaf pak , keceplosan ".
" Waalaikumsalam....gak usah basa basi kerjakan cepat ". meski menjawab salam , tapi tetap tugas harus langsung dikerjakan.
Ya Pak....mereka serentak menjawab dan langsung berbagi tugas.
Waktu beranjak makin siang , Ayna gelisah, ia pasti terlambat masuk kerja .
Pak Riko memperhatikan Ayna sejak tadi , tanpa sepengetahuan tiga orang tersebut.
Tiba - tiba suara perut berbunyi cukup keras...yang berasal dari perut Nida.
Ayna dan Suci menutup mulutnya menahan tawa.
" Maaf Pak , perut saya tidak mau diajak kompromi sepertinya cacing- cacing di dalam sini sudah pada demo minta jatah makan ". Nida menunjuk perutnya bahkan ia memasang wajah memelas.
" Ya sudah kamu beli makanan gih berdua sama kamu " . Pak Riko akhirnya kasihan juga , ia menyuruh Nida dan Suci untuk membeli makanan.
" Saya Pak ?'" Suci menunjuk dirinya.
" Iya kamu ".
" Nama saya Suci , Pak ".
Suci sampai menyebut namanya sendiri.
" Iya kamu Suci , belikan juga buat saya dan Ayna ". ucap Pak Riko.
Masak cuma Ayna yang diingat namanya sih, ngeselin nih orang ...batin Suci.
" Buat Bapak apaan ?". tanya Suci takut salah
" Apa saja , saya tidak pilih - pilih makanan....samakan saja dengan kalian!".
Sepeninggal Nida dan Suci , suasana ruangan menjadi canggung.
" Pak , bolehkah saya menyusul mereka ?".Ayna.
" Gak usah, kamu disini saja temani saya ".
__ADS_1
Ayna jadi kikuk.....ia pun pura- pura merapikan buku yang sebenarnya sudah rapi.
Bersambung.....