I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 68


__ADS_3

Happy Reading


***


Ayna keluar kamar , karena menunggu Abhi yang cukup lama maka ia gunakan untuk berkeliling diatas. Mulutnya tak berhenti mengagumi apa yang ia lihat.


" Wahhh...ini indah sekali ". Ayna membuka pintu kaca , di 0sana terlihat taman yang terhampar begitu indah memanjakan matanya.


Ayna merentangkan tangannya ,menutup kedua matanya lalu menghirup udara malam yang berbaur dengan wangi bunga.


Ayna berjengkit kaget ketika ada tangan yang memeluknya dari belakang. " Aku cari - cari ternyata kamu disini sayang ". bisik Abhisek.


" Kamu Mas , bikin kaget aja ". tangan Ayna menyentuh tangan Abhi yang ada di perutnya.


" Kamu suka ?".


" Suka Mas , ini menenangkan ".


" Nanti kita bikin di rumah kita ".


" Gak usah , jangan menghamburkan uang Mas , dipake buat persiapan lahir dede bayi aja ".


" Memang kenapa , uang aku banyak Yang ....bagiku gak masalah asal bisa buat kamu selalu senang dan tersenyum seperti ini , lagi pula aku bingung bagaimana cara menghabiskan uang ku ".


" Kumat deh sombongnya ". ucap Ayna sambil menyikut perut Abhi.


" Aduh , kenapa suka sekali menganiaya suami sih , hamil ini membuat kamu jadi agak galak Yang ".


" Baru tau kalo aku galak ". Abhi lalu menggandeng tangan Ayna membawanya ke bangku yang ada disana.


" Aku gak sombong sayang , memang kamu gak tau sekaya apa suami kamu ini "

__ADS_1


" Sekaya Rafi Ahmad ya Mas ?".


" Rafi Ahmad mah lewat...". ucap Abhi makin jumawa.


" Apanya yang lewat , kamu lebih kaya dari dia ?".


" Maksud aku lewat jalan tol biar gak macet " setelah itu ia tertawa terbahak.


" Ih nyebelin , sudah serius juga .....malah bercanda ".


" Aku gak tau sayang , lagian buat apa aku hitung kekayaan orang , gak ada untungnya buat aku , dibagi juga engga iya kan ?".


" Hemmm ".


" Kamu ingat waktu aku koma dan dirawat di rumah sakit waktu itu?".


" Aku tidak mau mengingatnya , itu hal terburuk dalam hidupku , melihat kamu lemah tak berdaya sama saja membuat seluruh tubuhku juga mati rasa ".


" Mau dapat pelayanan istimewa juga aku gak mau Mas , kalo harus terbaring sakit ".


" Iya aku tau , aku hanya memberi tau sedikit asetku , bukankah kamu juga merasakannya waktu periksa kehamilan ".


Ayna mengingatnya...ia tidak perlu capek- capek mengantri . " Tapi itu gak adil untuk mereka yang datang lebih dahulu Mas ".


" Kamu terlalu disiplin Ay...kamu gak tau dua hari sebelumnya aku sudah membuat janji sama dokter kandungan , jadi kamu gak perlu mengantri sayang ".


" Apa masih banyak lagi aset kamu ?".


" Tentu Ay , semuanya harta milik Papi sudah sudah atas namaku , belum lagi milikku yang ada di kampung kamu sayang , aku kan sudah bilang akan membangun pabrik disana untuk menyerap tenaga kerja , aku juga akan membangun hotel di sana ".


" Berarti harta milik Papi dong , Mas cuma dapat secara cuma - cuma dari Papi ".

__ADS_1


" Ya bagaimana lagi ,beginilah nasib anak tunggal keturunan sultan ". ucap Abhi santai tapi makin membuat Ayna sebal.


" Emang susah ya ngomong sama orang yang merasa paling kaya...tapi aku kok jadi inscure ya, tak sebanding dengan kamu Mas ".


" Apa yang kamu punya justru tak ternilai sayang ,dan itu tak bisa dibeli dengan uang , kamu harta milikku yang sangat berharga, maka dari jangan pernah meninggalkannku ".


Ayna reflek menutup mulut Abhi dengan tangannya. " Jangan katakan itu lagi , aku takut.. setelah mengatakan itu kamu malah kecelakaan dan tak mengingatku seperti waktu itu ".


Abhi mengecup tangan Ayna , lalu menarik Ayna agar duduk di pangkuannya. " Engga sayang , aku juga gak mau itu terjadi lagi , aku sangat mencintaimu ".


" Usia pernikahan kita masih seumur jagung Mas , ujian masih menanti di perjalanan kita nanti ".


" Aku tau , kita akan bersama menghadapinya , jangan lelah kalo keluar sikapku yang kekanak - kanakan ....maklumlah aku kan memang masih anak - anak ". Abhi terkekeh.


" Anak - anak apa maksud kamu Mas , anak - anak yang sudah pandai bikin anak begitu ?".


" Hahaha...kamu benar sayang ". Abhi mengendus - ngendus tengkuk Ayna , tangan nya pun mulai bergerak liar.


Ayna mulai bergidik merasakan sensasi geli karena ulah suaminya. " Coba lihat ini nih yang dibilang masih anak - anak...Akhhhh...Masss !". suara itu akhirnya lolos juga.


" Pindah ke kamar yuk...kita kenalkan ke calon anak kita bahwa ini rumah opa dan omanya , agar dia tidak kaget kalo sudah lahir nanti ". ada - ada saja cara Abhi merayu Ayna untuk mendapatkan kenikmatan.


" Malam ini perdana kita bercinta disini , aku ingin kita bikin moment ini tidak terlupakan " Abhisek mulai bergerak aktif , saat ini ia sangat bersemangat .


Permainan Abhi begitu lembut , ia benar - benar akan membuat Ayna tak akan melupakan sentuhannya kali ini untuk selamanya.


Suara ******* saling bersahutan dari kamar atas, kamar nya Abhi dan dari kamar bawah ....tempat Papi Ammar dan Mami Soraya yang juga tidak mau kalah dengan anaknya.


Bersambung


***

__ADS_1


__ADS_2